Mari kita hitung-hitungan,,agar bisa lebih bersyukur.. ^_^


Hitung-hitungan 1, (kisah sebutir nasi..)

Jumlah penduduk Indonesia +/- 250.000.000 orang..
Kalau satu hari 3 X makan dan sekali makan setiap orang membuang 1 butir nasi saja, maka setiap hari ada 3 butir nasi yang dibuang setiap orang. Maka 3 butir X 250.000.000 = 750.000.000 butir nasi terbuang setiap hari…….(Benarkah kita hanya membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan?)

Ternyata setelah dihitung, dalam 1 kg beras terdapat +/- 50.000 butir……. Maka :
750.000 : 50..000 = 15.000 kg atau sama dengan 15 ton beras dibuang setiap hari.

Kalau 1 kg beras cukup untuk 10 orang makan, maka 15.000 X 10 orang = cukup untuk 150.000 orang makan. Artinya beras yang terbuang setiap hari di Indonesia sebenarnya bisa untuk memberi makan 150.000 orang.

Kalau seluruh penduduk dunia yang berjumlah 6,5 miliar, dengan setiap orang membuang 3 butir nasi saja per hari, maka 1 hari nasi yang terbuang adalah 390.000 kg (390 ton) atau cukup untuk memberi makan 3.900.000 orang. FANTASTIK bukan??!! Ironisnya menurut data FAO PBB, setiap hari ada 40.000 orang mati kelaparan di dunia ini.
Oleh karena itu, ingatlah!!! Sebutir nasi tidak mudah dihasilkan.. . Sebutir nasi sejuta keringat…. !!!

Tolong jangan sia-siakan sebutir nasi! Mari sama sama kita selamatkan sumber daya alam kita!!!
Dengan menyayangi sumber daya alam. kita baru bisa mencegah dan mengurangi krisis pangan bahkan bencana yang sedang melanda dunia ini. Niscaya hidup kita akan dipenuhi berkah dan rejeki…..

Hitung-hitungan 2 (Menghitung harga nafas)

Sekali bernafas, manusia memerlukan 0,5 liter udara. Pernahkah kita merenungkan, minimal merasakan rasa syukur?

Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup.

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara.

Lalu, berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan nitrogen. Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama, maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan oksigen sebanyak 100 ml dan 395 ml lainnya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.

Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 per liter dan biaya nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter, data nilai tukar dollar Bank Indonesia pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia menghirup udara yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, bila manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup berarti setiap bulannya harus menyediakan uang sebesar 5,3 Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana 63,6 Miliar.

Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun. Bila dihitung seluruh kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih mencengangkan lagi.

Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta.

Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah, “katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

Iklan

Maa wadda’aka Robbuka wamaa qola (Tak kan sekali-kali Tuhan mu meninggalkan kamu!!!!!)


yaa Hayyu, Yaa Qayyum bi rahmatika astaghits,ashlihli sa’n kullih walatakilni ila nafs thorfata ‘ayn..” (Wahai yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dengan kasih sayangMu, sayangilah aku, dan janganlah Kau tinggalkan aku walau sekejap mataku..)

Setiap manusia memiliki caranya sendiri untuk melipur hati. Ketika rasa sedih tiba-tiba menghampiri atas beban yang semakin menghimpit, maka dengan begitu normal nya tubuh akan bereaksi. Dan setiap reaksi yang terjadi terkadang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Begitupun dengan aku. Melakukan beberapa cara untuk mengantisipasi, dan mengusir rasa sedih.

jawaban yang menjadi favoritku dari sahabat yang melakukan cara untuk mengantisipasi dan mengusir rasa sedih adalah :

1. “Alangkah nikmatnya menjadi seorang muslim, hidup dengan nikmat, penuh kesyukuran, dan tiada seorang muslim pun yang tertusuk duri melainkan Allah ganti dengan ampunan dan pahala padanya. Sungguh tiada yang dirugikan dalam ketetapan Allah” Hidup tak selamanya indah, langit tak selamanya cerah.. itulah lukisan alam.

2. Memaknai surah Adh Dhuha, Allah telah berulangkali bersumpah dan diakhir penyataan, Allah menyatakan bahwa “Maa wada’aka Robbuka wa maa qoola..” (Takkan sekali-kali Tuhanmu meninggalkanmu..).

Ada ribuan alasan, yang mampu membuatku bangkit ketika mentafakuri ayat-ayat cinta dari Allah dan balasan pesan dari saudaraku yang satu ini kembali menampar pintu hati untuk tetap bertahan dan bertarung dengan segenap hati, jiwa, dan raga. Karena Allah tidak akan pernah memberikan ujian bagi hambaNya yang tidak memiliki kualitas untuk menyelesaikan ujian tersebut. Dan ujian adalah sebuah bentuk apresiasi dari Allah bagi seorang hamba yang beriman.

Lalu kemudian, Apa yang dilakukan ketika sedang bersedih?

Alhamdulillah memang ternyata fitrahnya seorang manusia adalah dengan menghamba. Dan ini adalah salah satu pembuktiannya. Ketika seorang hamba bersedih, maka kembalinya yang terbaik adalah kepada TuhanNya. Bukankah Allah telah menyatakan dalan firmanNya “berdo’alah kepadaKu niscaya akan kukabulkan..”, lalu mengapa kita lantas tak percaya, melainkan dengan kefitrahan seorang hamba sebagai bentuk penghambaan. Dalam balasan pesan yang kukirimkan hampir semua yang membalas melakukan sholat, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah. ^^

Lalu saya kembali berfikir, ternyata ujian itu datang sebagai bentuk pendekatan diri kepada Sang Kekasih Sejati. Dia merindukan kita, maka dengan kuasaNya di datangkan lah ujian-ujian itu agar kita mau medekat kepadaNya. Lalu terujilah kita sebagai hambaNya yang beriman. InsyaAllah.

Wallahu’alam bishawab…

TERIMA KASIH yang sebesar-besar nya bagi para sahabat yang mau mengapresiasi, semoga inspirasi yang di berikan serta energi yang dikirimkan mampu menjadi ladang amal tak henti dan terus mengalir. ^^

“bowo, rara, mba’ yanti, mba. iLin, aida, kak ika, Bang didit, dan yang tak pernah lelah menghibur dikala sepi datang adek-adek tingkat di Asrama ega, tya, riri rifa, wati,desi, delia, wike, meta, yosi, fizky, dll adek-adek tingkat di BEM uniba dani, dema, rifky, eka, acok, daniel dll, teman D4 bidan pendidik Uniba 2010 kak en, kiki, via, veny, windy, yanda, dalek, ria, gien putri, eka, kia, leny dlll ”

 

ngeLuh…ngeLuh…


ngeluh boleh nga seeh……


ih,,,ngga boleh banget ternyata pren…astaghfirullah…

kalo ngeluh itu dosa,,berarti udah sebanyak apa dosa saya nih….

Gimana agar ga ngeluh dalam segala situasi..???inget duonx….!!!!segalanya telah diatur.semua kejadian yang menimpa diri kita telah digariskan sebelum manusia dan bumi ini diciptakan.tidak ada kehendak Alloh yang salah.pernahkah kita kecewa dengan pemberianNya??sepahit apapun, pada akhirnya pasti kita akan menyadari kalo smua yang Alloh kehendaki adalah terbaik untuk diri kita.sungguh jikalau kita tau yang sebenarnya, kita pasti akan meminta masalah, meminta sakit.kita tidak akan mengeluh.tapi kita sering lupa, kalau dibalik apapun yang menimpa diri kita, ada kasih sayang Alloh yang Maha Luas. itulah mengapa kita sedih.karna kita sering lupa,,terhijab oleh hawa nafsu kita.mudahnya kita tinggal pilih yang mana, sedih dan mengeluh atau bersabar dan bahagia. toh kita tidak bisa merubah keputusan Alloh.

kita ini hanyalah alat bagi Alloh untuk mewujudkan rencana2Nya.rencana2 terbaik yang akan menghantarkan kita menuju manusia yang baik. menuju fitrahnya seorang manusia, yaitu bahagia. sungguh tidak ada yang tidak baik dari Alloh. disaat pahit menjaga kesabaran dan keikhlasan, carilah ladang kebaikan.

Alloh pasti menggantikan sesaknya hati dengan kelapangan dan bertambah keyakinan di hati kita…(tubikontinyu)


really…..no matter in this word…………………………………..!!!

🙂 🙂 🙂 🙂

 

LataHzan, Beib….


ada SMS masuk.. dari seorang sahabat…

Dia sedang ada masalah…

Menangis… dan sempat pingsan katanya…

Dia hanya ingin aku membantunya dalam doa

Karena dia belum kuat untuk menceritakannya,…

Sahabat… tegarlah!!!
Kuatlah!!!
Jangan bersedih!!!
Semoga Allah senantiasa menjagamu…

 

***

Sebuah lagu untukmu…

kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas kilau mata ingin berbagi cerita

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …

letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …

letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

(usah kau lara sendiri)

 

***

Jangan Bersedih…

 

 

Dunia ini masih seluas yang kau impikan
Tak perlu kau simpan luka itu
Sedalam yang kau rasa

Memang ada waktu
Agar kau bisa kembali semula
Percayalah padaku
Kita kan bisa melewatinya

Jangan bersedih oh kawanku
Aku masih ada di sini
Semua pasti kan berlalu
Aku kan selalu bersamamu

Jalan hidup tak selamanya indah
Ada suka ada duka
Jalani semua yang kau rasakan
kita pasti bisa

 

***

Persahabatan bukan terletak pada banyaknya pertemuan
Bukan pula pada manisnya kata-kata
Tapi PERSAHABATAN terletak pada ingatan seseorang

terhadap sahabatnya sendiri dalam setiap doanya….

pulau Bintan, tanjung pinang

Izzati Jannah

LeLah kah??????


Detik waktu terus berjalan Berhias gelap dan terang Suka dan duka, tangis dan tawa Tergores bagai lukisan (Rapuh – Opick)

Idealnya dan memang seharusnya demikian, bahwa setiap aktivitas kita hendaknya berlandaskan pada niat untuk mendapatkan ridho-Nya, menempatkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segala, karena hanya dengan cinta itu yang dapat mengalahkan godaan dunia yang meraja. Cinta itu adalah cinta hakiki yang membuat manusia melihat dari sudut pandang yang berbeda, menjadikan hidupnya lebih bermakna dan lebih indah. 🙂 🙂 🙂 🙂

 

 

Sandarkan lelah hari…
Hilangkan duka kala…
Kau terluka… Pedih hati
Tak selamanya indah…
Kini mungkin hadirnya
Saat duka… Saat lara…
Yang sudah berlalu biarkanlah sudah
Tak perlu sesali jangan kau tangisi
Jika asa dan bahagia tak kau rasa
Dengarkanlah dan rasakanlah
Kicau burung berdendang
Nyanyian alam…
Riuh bersahutan…
Betapa merdunya (Petuah Hati – Jamus Kalimasada)


Di Mata-Nya


 

Kita sama di hadapan-Nya Tiada berbeda semua manusia Nilai kita di hadapan-Nya Hanyalah taqwa setulus jiwa Ada masa kan kita lalui Tuk temukan arti hakikat diri Dan kan tiba waktu tuk kembali Semua tak berarti... Tak berarti lagi Bukanlah harta yang meninggikan Tak juga siapa yang melahirkan Tetapi apa kita lakukan Yang jelas menentukan Dan bukan hanya kata yang menggambarkan Siapa kita... siapa kita... Tetapi apa kita lakukan Yang jelas menentukan... Siapa kita...
:)

Just ReNungan…


Wahai saudariku,
Kembalilah!
Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!
Kematian bisa datang kapan saja.
Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?
Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat?
Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang?
Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang!
Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?

Saudariku,
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini?
Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini?
Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia.
Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?
Duhai…
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia?
Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?
Mana yang hendak kita cari?

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…

Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.
Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?
Jilbab kan modelnya banyak…
*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*


Iya, saudariku.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.
Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.

“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”

“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang penting kan saya pake jilbab!”

Mmm…
Tidak seperti ini kan?

Pembahasan mengenai hal ini ada sebuah buku yang bagus untuk dijadikan rurukan karena di dalamnya memuat dalil-dalil yang kuat dari Al Quran dan As Sunnah, yaitu Jilbab al Mar’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah yang ditulis oleh Muhammad Nasiruddin Al Albani. Buku ini telah banyak diterjemahkan dengan judul Jilbab Wanita Muslimah.

Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai beberapa persyaratan, yaitu:

1. Menutup seluruh badan

Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku di atas mengambil pendapat sunnah. Masing-masing pendapat berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak. Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula memandang saudara kita yang mengambil pendapat sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka dalam bertakwa dan berittiba’ (mengikuti) sunnah nabi. Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.

*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*

2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan

3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis

4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan bentuk tubuh

5. Tidak diberi wewangian atau parfum

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas)

“BERAT!
Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup?
Lagi pula  kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”

“RIWEH!
Harus pakai kaus kaki terus.
Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”

“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self! Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa leluasa!”

Saudariku,
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)

Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”

Mungkin setan membisikkan
“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”

Sebentar!
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?
Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.
Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah!
Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia?
Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka.
Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias?
Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.
Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Atau… mungkin setan membisikkan
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”

Wahai saudariku,
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka.
Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka.
Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita?
Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?


Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.
Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.

“Riweh pake kaus kaki.”
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.
Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.

“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya.
Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan,
Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.

Saudariku,
Jadi bukan melulu soal penampilan!
Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.
Tetapi…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.
Berhias dengan ilmu dan amal sholeh,
Berhias dengan akhlak yang mulia.
Hiasi diri kita dengan rasa malu!
Tutupi aurat kita!
Jangan pamerkan!
Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.
Simpanlah kecantikannya,
Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!
Simpan untuk suami saja,
Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.

Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)

Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan,
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya,
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):

“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)