Ketika Ukhuwah bertasbih

setiap mula, setiap akhir…..

setiap pertemuan, setiap perpisahan….

 

 

mba’, kau tahu,, saya akan merindukan sosokmu (nangis mode on nih). mba’, saya menyayangimu, saya mencintaimu karena Allah, saya ingin kau tahu betapa kau memiliki posisi tertinggi dalam tingkatan persaudaraan yang kurasakan..

 

kakak, teteh, mba’, murobby, sahabat,  bahkan ibu apapun sebutan yang lain p,  saya rasakan pengaruhnya dalam hidup ini…dia pun memberikan corak yang luar biasa dalam hidup saya.

terima kasih untukmu wahai sang murabbi. Jasamu, Pengorbananmu, semoga menjadi ladang amal untukmu. Dan jangan lupa selalu doakan kami dalam sujudmu di malam hari, agar selalu istiqomah di jalan dakwah ini. Agar kita dapat bertemu kembali suatu hari nanti. Pada pertemuan yang diridhoi, insya Allah. amin……….😀

 

Surat Cinta untuk Murobby

Untuk Murrabbiyahku, sang Bidadari Bersayap Malaikat ♥ ♥ ♥

Ketika perjumpaan pertama kita, Awalnya biasa saja. Tak ada perasaan khusus dariku untukmu. Semuanya tampak biasa

Kecuali senyum tulus yang engkau sunggingkan kepadaku, jabatan erat tangan darimu, serta pelukan bersahabat yang kudapatkan untuk pertama kalinya ketika kumelangkahkan kaki di tempat yang serba asing di kala itu, namun ditakdirkan sebagai bagian dari masa depanku.♥

Sungguh, semua membuatku merinding, merasa diistimewakan& Oh Tuhan, Bidadari itu telah menyapaku, membimbing tanganku tuk melangkah di jalanMu. Ajakan-ajakan tulus nan mulia telah mengantarkanku menjadi Mutarrabimu♥

Merintis langkah-langkah ke syurga yang tak pernah terbersit lama di khayalanku. Khayalan kanak-kanakku yang masih tak memahami bahwa setelah hidup pasti akan ada mati, bahwa hidup ini bukan hanya deretan kejadian kosong tanpa maknawiyah Ketauhidan di dalamnya, bahwa kehidupan sebenarnya adalah kelak ketika semuanya tak di perdulikan lagi kecuali amalan-amalan kita di dunia.♥

Sungguh Tuhan, aku tak memahaminya. Aku rapuh untuk mempelajarinya

Namun, bidadari bersayap malaikat itu datang tanpa diduga, merangkulku dengan hangatnya, memberikanku cahaya yang selama ini seolah ada tabir hitam yang menghalangi pancarannya.

Awalnya biasa saja

Ya, sungguh biasa. Bukan suatu yang ajaib melihat engkau datang dengan segala kebaikanmu. Dibalik kibaran jilbabmu yang mempesona, sungguh dapat kupahami kenapa orang-orang sepertimu dianggap biasa berdampingan dengan kebaikan itu.

Namun sungguh sesuatu yang luar biasa terjadi tatkala kebaikanmu benar-benar memancarkan ketulusan yang bersumber dari kecantikan sejati.

Dan aku mulai terperangkap dalam jebakan-jebakan manismu, dalam rekayasa-rekayasa indah yang engkau ciptakan untukku. Ah, aku bagaikan kurcaci ketika berhadapan denganmu yang penuh sentuhan kharismatik. Merasa kerdil .

Dan sungguh aku tak pernah menyesalkan ini terjadi menimpaku!!!!

Hari demi hari kurangkai dalam indahnya ukhuwah denganmu

Engkau juga yang telah mempertemukanku dengan kurcaci-kurcaci lainnya yang sekarang menjadi sahabat karibku. Kurcaci-kurcaci aneh yang selalu mengisi jagat gelak tawaku, sedihku, dukaku, senangku, dengan sejuta karakter diri yang sunggguh membuatku kaya akan pemahaman tentang sifat manusia. Sungguh, saat ini engkau dan merekalah pengisi hari-hariku yang sepi setelah berpisah dengan kehidupanku yang sebelumnya.

Tak dapat kupahami kenapa hubungan ini melebihi hubungan persahabatan yang diagung-agungkan banyak orang itu? Ini lebih, dan kutahu ukhuwah yang terjalin karena niat yang tulus dan landasan yang kokoh ini akan melahirkan ikatan yang terpatri bagai karang di tengah lautan. Tak bergeming walaupun gelombang badai silih berganti berusaha meruntuhkannya.

Ahh, aku sungguh menikmati nya & Ya, mulai terbiasa dan sungguh sungguh menyukai situasi ini..♥ ♥

Dan setiap saat aku selalu memikirkan tentang langkah yang kuhadapi ini. Langkah yang aku tahu pasti merupakan suatu jalan yang benar. Langkah yang aku yakini sebagai hakikat sebenarnya dari seorang anak manusia. Tapi langkah ini tak semudah yang aku fikirkan. Tak seindah jalan yang akan kulangkahi itu. Karena kutahu mereka menentang, karna mereka menganggapku tersesat dan telah mememilih langkah yang salah.

Hmmm….. Awalnya, akupun terpuruk pada suatu keraguan. Keraguan yang mengantarku menjadi orang yang bimbang. Dan aku menjalaninya dengan penuh ketidakpastian. Hanya karena sebuah argumen yang sulit kupatahkan. Aku merasa bodoh, tolol karena ketidaktahuanku, karena kelemahanku. Aku terus mencari. Dan mencari pembuktian yang menguatkan pendirianku. Dan Bidadariku, engkau telah menuntunkau menemukan jawabannya!!!

Sampai akhirnya aku sadar. Bahwa aku adalah aku, yang akan bertanggungjawab atas duniaku. Yang akan mengarungi kehidupanku. Aku mulai melangkah lagi. Menuju jalan yang kuyakini kebenarannya. Kutak peduli dengan omongan mereka. Karena madu dan racun yang akan menimpaku takkan pernah bisa diwakilkan kepada siapapun. Tidak orang tuaku, tidak orang yang peduli padaku, sahabatku, dan tak pula mereka!!! Biarlah aku melangkah mengarungi kehidupan yang kupilih ini. Dan biarkan mereka mau berkata apa. Aku tak peduli. Walaupun mereka mengatakan aku telah tersesat, tapi bagiku tak mengapa. Karena kuyakin, bahwa aku telah tersesat ke jalan yang benar. Bidadari, engkaulah yang telah menuntunku untuk tersesat di jalan yang benar ini…

Tapi sungguh aku tahu, Allah punya begitu banyak rencana. Ia ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Ada wanita, ada pria, ada hidup, ada mati, ada siang, ada malam, ada tua, ada muda, ada pertemuan, maka ada pula perpisahan. Aku takut membayangkan tentang akan adanya suatu perpisahan denganmu.

Kelak, jika benar-benar berpisah denganmu, akankah ku mampu setegar batu-batu karang itu? Akankah aku mampu bertahan di tengah gelombang dan onak duri kehidupan?

Namun sungguh engkau adalah bidadariku, yang telah berjanji takkan melepaskanku, dan takkan membiarkanku jatuh, akan ada bidadari-bidadari lain yang datang merangkulku, begitu janji itu bergulir dari lisan indahmu. Namun sungguh engkau tetap bidadari dunia yang mendapatkan tempat istimewa di relung hatiku&

Aku ingin sepertimu Ya, sebuah cita-cita baru yang terbit setelah pertemuan kita. Menjadi seorang muharrik, bergabung dengan mereka yang sungguh telah mendapatkan sentuhan sayap malaikat sepertimu .

Ya Rabb, kabulkanlah pintaku

******

Semua kenangan kita, takkan tergantikan

Jangan pernah lupakan, jangan pernah hapus memori-memori itu..

Biarlah tersimpan abadi sebagai sebuah kisah klasik untuk masa depan

Untuk sang Murobbi dimanapun nanti engkau berada, semoga Allah melimpahkan kebaikan melebihi bumi dan isinya kepadamu& Syukron jazakumullah kahiran katsiran

Lope u mba’…

😀




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s