Menanti di pelataran harapan

Untukmu ukhtiku. Sebagaimana janjiku dulu, bahwa aku akan tetap mendo’akan yang terbaik untukmu. Semoga engkau diberikan pendamping yang terbaik dan lebih baik dari aku. Untukku demikian pula. Akan kucoba melupakan semuanya tentangmu. Mudah-mudahan suatu saat nanti, aku bertemu dengan seorang gadis yang juga spesial sepertimu. Memang sulit untuk melupakan semua ini. Ibarat mencabut duri yang sudah berakar. Sakit sekali! Tapi Insya Allah kita akan coba.


Jika memang tidak bisa. Aku berharap,mudah-mudahan Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bersatu kembali suatu saat nanti. Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu, aku lebih berani dan gentelmen untuk menerimamu apa adanya. Entah suatu saat nanti itu akan terwujud atau tidak. Allah-lah yang telah menulis takdir kita di lahwulmahfudz dan Dialah yang menguasai hari kemudian.
Jika yang seperti itu-pun tidak bisa. Mungkin aku akan terus memelihara cintaku hingga akhir hayat. Seperti Syaikh Sayyid Quthb, Ibnu Taymiyah, Imam Nawawi, dll. Karena sesungguhnya cintaku tak akan pudar walau lama dimakan waktu. Entah persepsiku salah atau tidak, bahwa tidak ada yang bisa menggantikan tempatmu dihati ini. Tapi kita lihat saja nanti. Apakah itu benar atau salah.


Ukhti.. aku percaya padamu. Semuanya sudah terjadi. Yang salah adalah aku. Aku yang pengecut yang belum bisa menerimamu apa adanya. Bukan aku sok suci tidak! bahkan mungkin saja aku lebih kotor darimu. Bagaimanapun kondisimu, Demi Allah engkau tetap spesial dimataku.
Ukhti.. aku tidak ingin mengikatmu. Karena aku tidak akan menjanjikan apapun untukmu. Bahkan aku memintamu untuk melupakan semua tentang aku. Jadikan saja sebagai pengalaman kita untuk lebih bijaksana dalam memilih langkah kedepan. Jangan lupa! Jika sosok pendamping itu sudah engkau dapatkan, jangan lupa mengundangku. Moga itu semua bisa menjadikanku lebih tegar menghadapi kerasnya hidup ini.


Oh yaa.. sebelum aku berangkat nanti, bolehkah aku melihatmu sekali lagi? Cuma ingin melihat senyummu. Dan ingin memastikan engkau baik-baik saja dan bisa tegar untuk aku tinggalkan. Jazakillah ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s