Maa wadda’aka Robbuka wamaa qola (Tak kan sekali-kali Tuhan mu meninggalkan kamu!!!!!)

yaa Hayyu, Yaa Qayyum bi rahmatika astaghits,ashlihli sa’n kullih walatakilni ila nafs thorfata ‘ayn..” (Wahai yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dengan kasih sayangMu, sayangilah aku, dan janganlah Kau tinggalkan aku walau sekejap mataku..)

Setiap manusia memiliki caranya sendiri untuk melipur hati. Ketika rasa sedih tiba-tiba menghampiri atas beban yang semakin menghimpit, maka dengan begitu normal nya tubuh akan bereaksi. Dan setiap reaksi yang terjadi terkadang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Begitupun dengan aku. Melakukan beberapa cara untuk mengantisipasi, dan mengusir rasa sedih.

jawaban yang menjadi favoritku dari sahabat yang melakukan cara untuk mengantisipasi dan mengusir rasa sedih adalah :

1. “Alangkah nikmatnya menjadi seorang muslim, hidup dengan nikmat, penuh kesyukuran, dan tiada seorang muslim pun yang tertusuk duri melainkan Allah ganti dengan ampunan dan pahala padanya. Sungguh tiada yang dirugikan dalam ketetapan Allah” Hidup tak selamanya indah, langit tak selamanya cerah.. itulah lukisan alam.

2. Memaknai surah Adh Dhuha, Allah telah berulangkali bersumpah dan diakhir penyataan, Allah menyatakan bahwa “Maa wada’aka Robbuka wa maa qoola..” (Takkan sekali-kali Tuhanmu meninggalkanmu..).

Ada ribuan alasan, yang mampu membuatku bangkit ketika mentafakuri ayat-ayat cinta dari Allah dan balasan pesan dari saudaraku yang satu ini kembali menampar pintu hati untuk tetap bertahan dan bertarung dengan segenap hati, jiwa, dan raga. Karena Allah tidak akan pernah memberikan ujian bagi hambaNya yang tidak memiliki kualitas untuk menyelesaikan ujian tersebut. Dan ujian adalah sebuah bentuk apresiasi dari Allah bagi seorang hamba yang beriman.

Lalu kemudian, Apa yang dilakukan ketika sedang bersedih?

Alhamdulillah memang ternyata fitrahnya seorang manusia adalah dengan menghamba. Dan ini adalah salah satu pembuktiannya. Ketika seorang hamba bersedih, maka kembalinya yang terbaik adalah kepada TuhanNya. Bukankah Allah telah menyatakan dalan firmanNya “berdo’alah kepadaKu niscaya akan kukabulkan..”, lalu mengapa kita lantas tak percaya, melainkan dengan kefitrahan seorang hamba sebagai bentuk penghambaan. Dalam balasan pesan yang kukirimkan hampir semua yang membalas melakukan sholat, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah. ^^

Lalu saya kembali berfikir, ternyata ujian itu datang sebagai bentuk pendekatan diri kepada Sang Kekasih Sejati. Dia merindukan kita, maka dengan kuasaNya di datangkan lah ujian-ujian itu agar kita mau medekat kepadaNya. Lalu terujilah kita sebagai hambaNya yang beriman. InsyaAllah.

Wallahu’alam bishawab…

TERIMA KASIH yang sebesar-besar nya bagi para sahabat yang mau mengapresiasi, semoga inspirasi yang di berikan serta energi yang dikirimkan mampu menjadi ladang amal tak henti dan terus mengalir. ^^

“bowo, rara, mba’ yanti, mba. iLin, aida, kak ika, Bang didit, dan yang tak pernah lelah menghibur dikala sepi datang adek-adek tingkat di Asrama ega, tya, riri rifa, wati,desi, delia, wike, meta, yosi, fizky, dll adek-adek tingkat di BEM uniba dani, dema, rifky, eka, acok, daniel dll, teman D4 bidan pendidik Uniba 2010 kak en, kiki, via, veny, windy, yanda, dalek, ria, gien putri, eka, kia, leny dlll ”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s