Ingin aku mengatakan “Tak ada kata penyesalan untuk masuk KeBidanan”

Praktek Lapangan yang sudah 2 minggu lebih ini kami lalui   menuai banyak hikmah. Sekurang-kurangnya semakin memperkokoh komitment kami yang mengambil jalur Kesehatan (keBidanan )😀

Memang mengambil keputusan untuk kuliah di keBidanan bukanlah hal yang mudah. Menimbang pemikiran global masyarakat yang memandang “nanggung-nanggung kuliah di Ilmu KeBidanan di Unversitas Batam, cz pada awaL nya aku inigin sekali jadi GURU TK yang kuliah nya di PGTK UNJA, padahaL setiap pelajaran bahasa indonesia tentang mengarang CITA-CITA aku selalu bilang aku ingin jadi GURU TK, atau setiap guru di SMA 5 JAMBI yang menanyakan ” virda mau ngelanjutin kuliah di jurusan apa????? pasti jawaban aku “PGTK UNJA”.  trus ada yg ngasih kritik dan saran :  kenapa gak ngambil kedokteran aja sekalian?, kenapa mesti kuliah di batam???? Batam kan Kota indusrti ,,,, kota pelajar tu jogja atau ke padang kek ( kata tetangga depan rumah “bang adrian”) sederetan pertanyaan muncuL menemuiku,  ketika aku memutuskan untuk Hijrah ke BATAM


 

Selain image dari Bidan (yg udah PNS, biasanya nemu kriteria ini di Rumah sakit UMUM) yang kurang baik di mata masyarakat (mulai dari perawat Judes, cerewet, angkuh, galak, sombong, dan sederet sifat-sifat negatif lain yang tersemat kepada seorang Bidan), menjadi seorang Bidan juga dianggap suatu pekerjaan yang menjemukan, berat, melelahkan, dan banyak keluhan-keluhan lain yang pasti Berbahayaaaaa cz menangani 2 nyawa “IBU dan BAYI”.

Namun, perkataan  dosen pada saat kami kuliah di kampus biru menyentil kami akan arti sebuah komitment dan pengabdian.
Menurut dosen kami tersebut, profesi KebidaNan bisa mengantarkan kita kepada suatu kemuliaan. Dari penjelasan panjang lebar sang dosen, mungkin redaksi yang bisa kutangkap kira-kira seperti ini :

JANGAN PERNAH MENYESAL MASUK KEBIDANAN, jika Anda menyesal dan ingin keluar, maka keluarlah dari sekarang. Karena profesi ini bukanlah profesi main-main, menyangkut nyawa manusia. Akan ada banyak ibu dan bayi yang menderita jika kita melakukan segala sesuatunya dengan tidak ikhlas. Akan banyak Bidan-bidan judes yang akan terlahir dan meramaikan jagat image jelek dari Bidan itu sendiri nantinya. Sungguh sesuatu yang sangat memprihatinkan. Dan Anda, mahasiswa kebidanan inilah yang akan berperan sebagai “agent of change” untuk merubah semua paradigma jelek yang terlanjur melekat pada diri seorang Bidan.

Ketika melangkahkan kaki ke Rumah Sakit, maka tinggalkanlah segala keangkuhan, kesombongan, dan sifat-sifat jelek lainnya. Posisikanlah diri Anda sebagai seseorang yang akan berperan dan membantu meringankan beban orang lain. Bukankah itu adalah suatu tugas yang mulia?

Hadapilah pasien layaknya keluarga kita sendiri. Posisikan mereka sebagai sosok orang-orang terdekat kita. Anggaplah pasien sebagai  ibu, adik, kakak, tante kita sendiri.
Jika ditinjau pada saat ini, memang Bidan menempati posisi sebagai sosok yang mengerikan di RS. karena biasanya ketika sang Ibu dalam keadaan teriak-teriak menahan sakit ketika proses persalinan berlangsung tak jarang para bidan-bidan senior yang memarahi ibu tersebut, menyuruh diam dengan sedikit bentakan *miris😦

Hal tersebut terlebih dikarenakan cara berkomunikasi Bidan itu sendiri. Apakah mereka lupa pernah mempelajari “Komunikasi dan konseling dalam kebidanan”? Bagaimana cara komunikasi terapeutik dengan seorang pasien? Padahal dengan penampilan yang sopan, tutur bahasa yang baik, bisa mengurangi penderitaan pasien lho! Dengan sedikit perhatian ikhlas saja, pasien dapat menganggap bidan sebagai orang yang berkompeten dan berkualitas.

Wajah boleh gak terlalu cantik, tapi dengan sedikit senyuman, keramahan, maka akan bisa kelihatan lebih baik dan manis.

Ingatlah, satu kebaikan yang kita tanamkan kepada pasien, maka akan menimbulkan banyak kebaikan –kebaikan lainnya.

Rawatlah pasien dengan hati, tidak sekedar dengan tangan dan raga. Gunakanlah keihklasan dalam bekerja.

Bidan bukanlah pembantu dokter spesialis kandungan, tetapi lebih merupakan mitra dokter. Oleh sebab itulah bidan diminta untuk bisa berfikir kritis. Dan bagaimana bisa Bidan berfikir kritis jika tidak memperkaya kompetensi dan ilmu pengetahuannya sendiri…

Jangan hanya ingin menjadi Kepala Bagian, dosen, Direktur RS saja… Tetapi juga niatkanlah kepada diri Anda untuk bisa mengabdi di klinik. Bekerja di RS itu tidak berat, jika kita memang bekerja dari hati dan ikhlas.

Dan tanamkanlah dalam diri Anda sekalian bahwa ketika melangkah pulang meninggalkan gerbang RS, Anda bisa tersenyum bahagia karena telah MEMBUAT 1 KEBAIKAN untuk pasien Anda….
**********
Wah….wah,,,perkataan dari dosen kami tersebut benar-benar menyentil dan kembali mengobarkan semangat untuk kuliah dengan jalur yang pada awalnya (jujur) masih kuragui untuk bisa bertahan di sana.
Ada sesuatu hal yang menarik, yaitu ketika kita memilih/dipilih untuk menjalankan suatu profesi atau suatu pekerjaan, maka niatkanlah hal tersebut karena Allah. Kuatkanlah azam dan tekad bahwa itu benar-benar jalan terbaik bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Jangan pernah ada kata penyesalan, perasaan tidak sanggup, dan kurang percaya diri karena sesunguhnya hal tersebut hanya semacam trik dan tipu daya syetan untuk melemahkan kita.


Mungkin ini saja, sedikit “berbagi kisah” dengan teman-teman calon bidan semuanya. Karena kita masih sama-sama belajar. Semoga kita sama-sama diberi ketabahan dan kesabaran dalam menjalankan pendidikan ini, dan bisa memikul amanah dengan baik ketika kelak telah dinobatkan sebagai seorang Bidan yang sesungguhnya. Amin ya Robbal ‘alamin…


 

3 thoughts on “Ingin aku mengatakan “Tak ada kata penyesalan untuk masuk KeBidanan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s