jangaN ragu untuk Jadi ” ShoLeha”

Apa yang membedakan wanita dan pria ? Mungkin pertanyaan itu tidak perlu jawaban yang sulit. Mereka diciptakan oleh Allah SWT dengan kodratnya tersendiri. Pria yang cenderung bermain dengan pola pikirnya. Sedangkan, wanita memiliki perasaan yang teramat dalam, sehingga ia dengan sangat mudah dipengaruhi dan mudah pula mempengaruhi.


Apa yang menimpa Adam a.s saat ia masih menghuni surga mungkin bisa kita jadikan sebuah hikmah di hati. Saat Adam a.s membutuhkan seorang teman untuk mendampinginya mengarungi bahtera kehidupan. Allah SWT menciptakan seorang manusia dari tulang rusuk Adam a.s, dialah Siti Hawa, wanita yang dianugerahkan Allah SWT untuk mendampingi Adam a.s.

Keberadaan Hawa membuat hidup Adam a.s semakin lengkap. Begitu sangat sayangnya Adam a.s terhadap Hawa, hingga Iblis mengetahui rasa sayang yang dipancarkan oleh keduanya. Iblis pun berusaha untuk menjerumuskan mereka berdua agar mengingkari perintah Allah SWT.

Saat keduanya tengah bercengkerama di Taman Surga. Iblis datang untuk menghasut Adam a.s agar ia bersedia memakan buah khuldi. Khuldi merupakan sebuah pohon yang berada didalam surga. Allah SWT telah memerintahkan Adam dan Hawa untuk tidak mendekati pohon tersebut. Mereka pun taat dan patuh akan perintah Allah SWT. Adam a.s pun istikhomah dan senantiasa menghiraukan perkataan iblis.

Iblis akhirnya sampai pada rasa keputusasaan untuk mempengaruhi Adam a.s untuk mengingkari perintah Allah SWT. Apakah berakhir pengaruh iblis untuk menyesatkan keduanya ? ternyata tidak. Iblis mulai mendekati Hawa, seorang wanita yang sangat disayangi oleh Adam a.s. Berbagai cara iblis berusaha untuk mempengaruhi Hawa untuk memakan buah tersebut. Hingga Iblis bersumpah bahwa perkataannya merupakan sebuah perintah dari Allah SWT. Hawa pun sedikit demi sedikit luluh hatinya oleh hasutan iblis tersebut. Ia pun memakan buah terlarang itu. Lalu, mengajak Adam a.s untuk mencobanya. Begitu besarnya rasa sayang Adam a.s terhadap Hawa, serta merta pun Adam a.s memakan buah khuldi tersebut.

Melihat pengingkaran itu, Allah SWT sangat murka terhadap mereka. Rasa penyesalan pun muncul didada Adam dan Hawa. Mereka dikeluarkan Allah SWT dari surga ke bumi di tempat terpisah, hingga akhirnya Allah SWT pertemukan kembali mereka berdua di Mekkah.

Keberhasilan iblis mengahasut Hawa menjadi prestasi tersendiri untuk hidupnya. Maka, dijadikannyalah kelak wanita-wanita yang ada di muka bumi sebagai ujung tombak iblis dalam menghasut umat manusia untuk menemaninya di Neraka Jahannam. Namun, tidak semuanya. Ada segelintir wanita-wanita yang senantiasa istikhomah taat terhadap perintah Allah SWT di Bumi ini, dialah seorang wanita sholehah, sebuah perhiasaan terindah yang ada di bumi Allah.
Sungguh bukan sebuah pilihan yang mudah. Ketika seorang wanita memutuskan untuk menjadi sholehah. Berbagai macam fitnahan dan hinaan akan menghampirinya. Seperti ibunda Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan fitnahan dari orang-orang yang membencinya, bahwa ia diyakini telah melakukan perselingkuhan (Q.S. 24:11-19)

Dibeberapa artikel telah banyak mengulas topik tentang tips-tips menjadi pribadi yang sholehah. Mulai bagaimana seorang wanita menjaga dirinya sampai dengan cara ia berinteraksi dengan manusia. Sungguh sebuah teori yang terlihat mudah, namun sangat mengandung hambatan berat untuk membuktikannya.

Wanita memiliki pengaruh besar dalam kehidupan. Dibalik kesuksesan pria yang telah menjadi orang-orang besar, tersembunyi sosok wanita yang mampu menopang dan mendukung hingga mencapai sebuah kebesaran. Do’anya sangat mudah diijabah oleh Allah SWT karena pengaruh kelemah lembutannya dan tutur katanya menjadi ruh motivasi suami dan anak-anaknya dalam membina hidup berkeluarga. Berbahagialah untuk para wanita yang telah memutuskan diri menjadi sosok pribadi yang solehah. Ditangannyalah kelak akan bermunculan anak-anak yang pandai bersyukur dengan ketaatan pada Allah SWT. Tentu, dengan ditopang seorang pria sholeh sebagai pemimpinnya.

Seperti perkataan orang bijak,”Membangun keluarga laksana memasuki sebuah medan pertempuran, seorang suami laksana panglima perang, seorang istri laksana busur panah, dan anak-anak menjadi anak panah-anak panah yang siap dilontarkan. Panglima perang tersebut akan menggunakan busur panah terbaiknya untuk melontarkan anak panah-anak panah tersebut, tentu saja agar dapat sampai kepada sasaran tembaknya. Dimanakah sasaran tembak tersebut ? Pastinya, Surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

Kisah tauladan keluarga Ibrahim a.s mungkin dapat menjadikan kita seorang sosok wanita sholehah yang istikhomah taat kepada Allah SWT. Saat Iblis datang menggoda mereka dalam peristiwa penyembelihan Ismail a.s. Iblis mulai menghasut Ibrahim a.s agar menghentikan perbuatan tersebut, Ibrahim a.s. pun menghiraukan perkataan iblis itu. Kemudian, datanglah iblis kepada Hajar, seorang istri yang telah menunggu bertahun-tahun kelahiran seorang anak. Walaupun, perintah Allah SWT yang menyuruh Ibrahim a.s untuk menyembelih anaknya, Ismail a.s, berat untuk ia terima. Namun, Ia ikhlas akan ketentuan yang telah Allah SWT berikan. Iblis pun gagal untuk menghasut wanita sholehah itu. Akhirnya, Allah SWT menggantikan Ismail a.s. dengan seekor domba saat peristiwa penyembelihan itu. Sebuah hasil dari proses kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan yang didasari dengan ketaatan serta kepatuhan akan perintah Allah SWT dalam hidup berkeluarga.

Ada hikmah yang dapat kita pelajari dari kisah Hawa dengan buah khuldinya, ada pula tauladan yang dapat kita contoh dari kisah Hajar dalam peristiwa penyembelihan anaknya. Kita sadar, kita hanyalah wanita akhir zaman yang hidup di negeri penuh kemaksiatan. Berbagai macam tarikan duniawi mencoba mengelabui kita. Bahkan, hampir saja membuat kita untuk hanyut selama-lamanya.

Walaupun kita tidak dapat menjadi seperti Siti Hajar, Siti Khadijah, Aisyah, dan Sumayyah. Namun, Allah SWT masih membuka peluang untuk kita menjadi sosok seorang wanita yang berusaha menjadi sholehah. Seorang wanita sholehah yang hidup di akhir zaman dengan segala fitnahan dan hinaannya.

Semoga kelak kita dapat menjadi busur panah terbaik untuk panglima perang kita. InsyaAllah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s