Ada dia yang mendoakanmu, di sana….

Seringkali, sangat sering, aku merasa nikmat yang diberikanNya begitu berlimpah-limpah; penjagaan yang begitu all-out, cinta yang begitu besar, pertolongan yang tidak disangka-sangka, jalan keluar yang datang dari arah tak terbayangkan, kemudahan-kemudahan…Semua, semua hadir tanpa kuminta. Ya. Tanpa kuminta🙂

Pasti. Pasti Alloh, Yang Maha Pengasih, tahu apa yang aku mau. Tanpa aku bilang pun, Alloh pasti memberi yang terbaik untukku, untukmu, untuknya, dan untuk semua hambaNya. Kadang aku merasa terlalu dimanja. Alloh terlalu baik. Alloh terlalu cinta. Dan itu semua membuatku GeER. Sangat GeER!! Bagaimana tidak? Diri ini, diri yang sangat dhoif ini, sering, sangat sering, melakukan kesalahan. Tak terhitung sudah salah dan dosa yang kuperbuat. Lagi, lagi, dan lagi. Hingga menggunung tinggi. Astaghfirulloh…aku memang hamba yang tak tahu diri!

Amalan unggulan? Jangan ditanya. Aku gak punya. Banyak amanah dan kewajiban yang kulakukan hanya karena amanah saja, hanya karena wajib saja. Jarang sekali aku merasa butuh, meski terkadang aku juga pernah merasa butuh. Kebaikan? Ya Alloh, aku tak mengingat ada kebaikan yang kulakukan. Mungkin aku lupa. Tapi jika mengingat kesalahan yang kuperbuat, kebaikanku pasti tak seberapa. Jauuuuh….Tak ada apa-apanya. Astaghfirulloh…

Bersyukur. Ya. Tak ada yang bisa kulakukan selain itu. Bersyukur. Meski terkadang aku merasa gak berhak menerima semua-muanya. Gak pantes! Cinta itu, pertolongan itu, penjagaan itu, kemudahan-kemudahan itu, nikmat-nikmat itu, bagiku terlalu berlebih. Aku sampai bingung mau membalas apa. Amal ibadahku seumur hidup pun tak kan mampu untuk membayarnya. Gak mungkin bisa! Gak sebanding dengan 1 nikmat saja: ISLAM. Ya Alloh, bersyukurnya hamba terlahir menjadi muslimah. Belum lagi untuk udara gratisNya, bumiNya, airNya, langitNya, matahariNya, bulanNya, bintangNya, hujanNya, malaikat-malaikatNya, rizki, jodoh, semua…semua…Alhamdulillah. Lagian Alloh gak butuh balasan itu. Alloh sudah Mahakaya, Alloh maha terpuji dengan segala yang Ia punya.

Lalu, apa yang membuatku merasa berhak mendapat semua itu? Tak ada, jika dilihat dari diriku. Tapi, ada 1 hal yang membuatnya menjadi mungkin. Doa orang lain. Doa orang-orang sholih yang Alloh cintai. Doanyalah yang Alloh kabulkan. Mungkin, jauh di sana, entah di mana, seseorang menyelipkan namaku dalam doanya. Entah siapa. Ya Alloh…hadiah apa yang lebih indah dari seorang saudara selain doa?

Dulu, mungkin hadiah ini belum terasa penting olehku. Sampai aku benar-benar merasa betapa berharga arti doa seorang saudara seiman, setiap di akhir pertemuan pasti selalu bilang ” doain virda sukses ya, doain virda sehat selalu, dan di mudah kan dalam setiap urusan. gag perlu menunggu mpe 40 orang untuk bilang AMIN, agar di kabuL kan oleh ALLah. ALLah tau kok kapan Ia harus memberia kebahagiaan untuk HambaNya🙂

 

Aku jadi teringat saat dirawat di RS dulu. Ada begitu banyak orang yang mendoakan kesembuhanku. Setahuku ada  15 orang yang selalu rajin mengirimkan doa dan semangat melalui SMS setiap hari selama 1 minggu aku di rawat di Rumah sakit Budi Kemuliaan BATAM di kala di serang Demam Berdarah. Ya Alloh, jadi terharu. Sangat. Jazaakumullohu Khoyron KatsiiroN…Berkat doa kalianlah aku bisa sembuh dan bisa melanjutkan amanah-amanah yang belum selesai. Terima kasih…:)


“Pada Suatu Saat, di Dunia”

Di suatu tempat, entah di mana, di dunia
seseorang menunggumu, berdo’a
seperti do’a yang biasa kauucapkan sehabis sholat

Pada suatu saat, entah pabila, di dunia
seseorang merindukanmu, berdo’a
seperti malam-malammu yang berlalu sangat lambat

Seseorang menunggu, merindu, barjaga dan berdo’a
di suatu tempat, pada setiap saat
seperti engkau, selalu


Jangan pernah kau anggap sepele doa-doa mereka. Sudah untung dia masih mengingat nama kita, dalam doanya lagi! Itu berarti dia mengharap kebaikan untuk kita. Sempet-sempetnya. Padahal, urusan setiap orang itu banyak, masalahnya juga menumpuk, tapi masih mau mendoakan orang lain, gak sibuk dengan diri sendiri. Ya Alloh, aku malu…malu pada mereka. Maaf…Maaf karena belum optimal membawa banyak nama dalam doa. Semoga bisa lebih lama lagi aku duduk dan berdoa untuk semua, paling nggak setelah sholat, dan waktu-waktu mustajab lainnya.

 

Sudahkah kita berdoa untuk Saudara?
Untuk Ummat??


 

undefinedUntuk semua yang telah mendoakanku, terima kasih…

Baarokallohu liy walakum…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s