ada berbagai macam warna di kehidupan kita, jangan merasa selalu aBu_abu!!! LA tahzan…

Jika ingatan saya tidak salah menangkap, seorang teman memberikan komentar dalam status saya, yang menyebut bahwa hidupnya itu abu-abu, tak sewarna warna-warni jilbab yang dimilikinya.


Hey… kenapa kita merasa hidup kita abu-abu sedang di luar sana, tak jauh dari hidup kita sendiri ada beragam warna yang kita abaikan keberadaannya?

Satu ketika saya berjalan di sebuah jalan kecil di dekat tempat tinggal saya yang sekarang. Sebetulnya jalan ini sudah amat sering saya lewati. Tetapi ada hal lain dari hari itu.

Sekilas, jalan ini terlihat gersang. Matahari yang kala itu bersinar terik, akan membuat kita merasa gerah, panas, dan hampir tak merasakan kesejukan secuilpun dari jalan yang kita lewati itu.

Tetapi, hey… ternyata dugaan kita salah. Ada tanaman berbunga warna putih yang tumbuh segar disana. Dan lihat! Di seberang jalan juga tumbuh tanaman-tanaman berwarna hijau. Tak jauh darinya, juga tumbuh tanaman dengan bunga-bunga berwarna merah muda.

Dan lihat juga, ada tanaman dengan bunga warna kuning tumbuh di depan rumah yang tak berpekarangan. Oh, subhanallah, bahkan tumbuh-tumbuhan liarpun juga ikut berbunga. Warna ungu!

Nah, seperti itulah kehidupan kita. Seringkali kita tidak menyadarinya bukan? Kita merasa hidup kita hanya abu-abu karena kita mengabaikan warna-warna lain yang sebetulnya ada di sekitar kita. Seperti jalan yang saya ceritakan tadi, sekilas jalan itu terlihat gersang, tetapi setelah kita mengamati betul-betul apa yang ada di jalan itu, ternyata di jalan yang (terlihat) gersang pun masih tumbuh aneka warna bunga disana.

Allah berfirman, “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,” [QS An Najm 43]

Tawa, tangis, susah, senang, sedih, bahagia, itu adalah warna dari dunia. Kita tidak akan tahu bagaimana rasanya menangis jika hidup kita bahagia terus, demikian halnya dengan sebaliknya.

Dalam Surat lain Allah juga berfirman, “…Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,” [QS Al Hadiid 23]

Ingatlah, bahwa jika kita diuji oleh-Nya untuk memikul beban yang (menurut kita) luar biasa beratnya, itu artinya kita memang mampu melaluinya. Karena Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kesanggupannya. Kita merasa tidak mampu melaluinya karena kita sudah dulu merasa tidak sanggup sebelum berusaha.

Tidakkah kita ingat dengan ayat ini?

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” [QS Alam Nasyrah 6]

Jangan kita bertanya, kapan itu datangnya kemudahan. Karena pertanyaan seperti ini akan membuat kita menjadi tidak sabar.

Kenapa kita tidak menikmati kesulitan-kesulitan itu? Seperti saat kita berjalan di jalan yang menurut kita gersang (saat matahari juga berada di titik kulminasi) tetapi di jalan seperti itu kita menemukan ada aneka warna bunga yang masih tumbuh disana.

Maka, carilah aneka warna itu. Jangan putus asa untuk mencarinya. Karena warna dalam hidup kita tak hanya abu-abu saja, tetapi ada juga merah, kuning, hijau, biru, ungu atau bahkan juga pink, dan warna-warna lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s