Istiqomah Seorang Akhwat Pasca Lulus


 

 

 

Ada pertanyaan menarik dari seorang adik. ”Mbak, apakah kalo kerja itu ada peraturan untuk mendekin jilbab? Koq saya lihat banyak akhwat-akhwat yang setelah bekerja mereka memendekkkan jilbabnya, meskipun tetap nutup dada tapi jilbabnya jadi tambah pendek, ketat dan modis, jauh dari penampilan mereka ketika di kampus dulu.”

Ada yang mau menjawab?

Tergantung dimana akhwat itu bekerja dan bagaimana pula akhwat itu tetap istiqomah di tempat kerjanya. Selama ini alhamdulillah saya ga bermasalah dengan jilbab lebar di tempat kerja. Tapi mungkin di tempat lain beda kondisinya. Tapi yang jelas, diri kita adalah pemimpin bagi diri kita, jadi pilihan ada pada diri kita sendiri.

Di tulisan-tulisan sebelumnya, ”Lulus=Futur?”, ”Luntur karena Futur” dan beberapa tulisan yang lain (lupa judulnya), coba dibuka lagi, sudah sering membahas tentang banyaknya aktifis dakwah yang futur setelah lulus. Banyak yang menjadi luntur, bukannya mewarnai tapi malah terwarnai oleh kondisi di sekitarnya.

Ketika di kampus, kita bisa merasa save karena banyak temen seperjuangan, sepemikiran. Ketika kita pulang ke rumah atau terjun ke masyarakat ketika udah lulus, saat itulah teruji keistiqomahan kita. Bagaimana kita tetap istiqomah dalam menjaga prinsip-prinsip Islam dan istiqomah tetep berada dalam jalan dakwah meskipun di lingkungan itu kita hanya punya sedikit temen atau bahkan kita menjadi satu-satunya, bismillah, jadi perintis dakwah

Beberapa waktu yang lalu saat mampir ke masjid kampus tercinta, senengnya melihat adek-adek akhwat yang berjilbab lebar meskipun mereka masih belum lama jadi mahasiswa dan belum lama juga beraktivitas di dakwah kampus mereka begitu semangat menjadi panitia penyambutan mahasiswa baru di LDK dan kajian jurusannya. Dalam hati saya berdo’a, semoga mereka bisa tetep istiqomah sampai kapanpun.

Memang seringkali dijumpai, banyak akhwat yang dulunya ketika di kampus berjilbab lebar, bergamis atau pakai rok lebar, tiba-tiba setelah lama ga ketemu setelah lulus menjadi beda penampilannya. Jilbabnya jadi semakin pendek, ada yang dililit ke belakang, ada yang model sobekan (sekarang ga hanya rok atau celana ya yang model disobek, ada model jilbab terbaru, jilbab sobekan, he..he..), ada yang pakai celana bahkan ada yang pacaran, na’udzubillah. Ada yang sudah tak lagi mau memegang amanah dengan alasan sibuk, dan bahkan tak jarang di antaranya yang tak lagi ngaji.

Ada pula yang sekenanya aja dalam bekerja, tak peduli lagi mana yang halal dan mana yang haram. Ikut terlarut dalam korupsi mulai kecl2an sampai besar2an. Ada banyak uang basah di sekitarnya, bagaimana menyikapinya? Mungkin ada yang awalnya diem aja, “Yang penting bukan aku yang korupsi”, lama kelamaan “Gpp wis, ntar dibersihkan hartanya”. Emang semudah itu? Padahal uang yang kita hasilkan dalam bekerja akan kita makan bersama keluarga kita, akan mendarah daging dalam tubuh kita, apakah kita akan membiarkan ada sesuatu yang haram masuk ke dalam tubuh kita atau keluarga kita meskipun itu sedikit?

Jadi teringat crita seorang akhwat yang habis lulus dari kuliahnya di akutansi. Memang banyak lowongan di bidang akutansi tapi cari yang bener-bener halal ternyata susah. Pernah suatu ketika saat sedang wawancara kerja, akhwat itu ditanyai, “Bersedia tidak membuat laporan manipulasi?” Kontan aja akhwat itu menjawab “Maaf pak, saya tidak bersedia, saya ingin bekerja dengan jujur” Akhwat itu bersyukur meskipun dia tidak diterima disitu.

Ada banyak crita juga banyak akhwat yang ketika nglamar bekerja di perusahaan-perusahaan, mereka disyaratkan untuk melepas jilbabnya atau memendekkan jilbabnya ada pula yang mensyaratkan harus pakai celana. Apakah demi mendapatkan pekerjaan seorang akhwat akan menurutinya?

Ada banyak pula perusahaan yang mensyaratkan pekerjanya harus siap lembur, ada pula yang memberlakukan sift malam jam 20.00 sampai 03.00 pagi, apakah akhsan seorang akhwat bekerja seperti itu? Apakah demi mendapat pekerjaan atau uang atau alasan yang lain seorang akhwat akan menyanggupinya?

Kalau lihat fenomena2 ikhwah di atas, dalam hati bertanya, kemana idealisme dan prinsip-prinsip yang mereka dengung2kan selama ini. Apakah jika status mahasiswa tidak lagi disandang, prinsip-prinsip Islam juga tak lagi ditegakkan? Koq bisa ya? Sebenarnya akar permasalahannya dimana? Dan bagaimana solusinya supaya kader yang sudah lama terbina, yang sebelumnya militan tetep jadi kader militan sepanjang masa dan tak jadi luntur setelah lulus?

Kembali pada tarbiyah. Memang, tarbiyah bukan segala-galanya tapi segala-galanya bisa berawal dari tarbiyah. Coba, ditelusuri, para ikhwah yang bermasalah tadi, yang menjadi luntur atau futur tadi, bagimana dengan tarbiyah atau pembinaan mereka, sehat atau tidak? Tarbiyah tidak sekedar transfer materi dari murobi ke mutarobi. Tarbiyah merupakan proses Tansyi’ah (Pembentukan), Ar-Riayah (Pemeliharaan), At-Tanmiyah (Pengembangan), At-Taujjh (Pengarahan) dan At-Tauzif (Pemberdayaan).

Buat adik-adikku yang masih di dakwah kampus, tetaplah istiqomah dan kumpulkan bekal sebanyak mungkin dan kuatkan ruhiyah kalian untuk menghadapi dunia pasca kampus nanti. Kuatkan tarbiyah, pererat ukhuwah. Manfaatkan ‘waktu emas’ kalian selama di kampus. Kampus ibarat ‘kawah candradimuka’ untuk membekali diri terjun di kancah dakwah yang sebenarnya ketika kalian lulus nanti.

Buat saudara-saudaraku yang telah lulus, tetaplah istiqomah dalam tarbiyah dan dakwah. Tidak ada namanya pensiun atau lulus dari dakwah. Tetaplah istiqomah menjaga prinsip-prinsip Islam yang telah kita dapatkan selama ini. Ingatlah apa yang telah kita berikan ilmunya ke binaan-binaan atau adek-adek kita dulu. Tidak ada kata terlambat.

“Hari orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

(Ash-Shaff:2-3)

Wallahu a’lam bishawab 

 

 

 

 

Iklan

TEORI & MODEL KONSEPTUAL ASUHAN KEBIDANAN


1.      Teori Ela Joy Lehrman

Dalam teori ini Lehrman menginginkan bidan dapat melihat semua aspek praktek memberikan asuhan pada wanita hamil dan memberikan pertolongan pada persalinan. Lehrman mengemukakan 8 konsep yang penting dalam pelayanan antenatal :

a.       Asuhan yang berkesinambungan

b.      Keluarga sebagai pusat asuhan

c.       Pendidikan dan konseling sebagai pusat asuhan

d.      Tidak ada intervensi dalam asuhan (membiarkan ibu melakukan penentuan sendiri)

e.       Fleksibilitas dalam asuhan

f.       Keterlibatan dalam asuhan

g.      Advokasi dari klien

h.      Waktu

Marten menambahkan 3 komponen lagi dalam 8 komponen yang telah dibuat oleh Lehrman :

a.  Teknik Terapeutik        :  Proses penyembuhan dengan komunikasi

b.  Pemberdayaan              :  Proses pemberi kekuasaan dan kekuatan

c.  Hubungan sesama        :  Menjalin hubungan yang baik dengan klien

2.      Teori Ernestine Wieden Bach

Ernestine mengembangkan teorinya secara induktif berdasarkan pengalaman dan observasinya dalam praktek konsep yaitu :

a.  The Agent        :  Pelaksananya (Bidan atau Perawat)

b.  The Recipient   :  Penerima Asuhan

c.  The Goal           :  Tujuan Intervensi

d.  The Means       :  Metode untuk mencapai tujuan

e.  The Frame Work  :  Organisasi social dalam lingkungan professional

3.      Teori Jean-Ball

Tujuan asuhan Maternitas :

Agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu baik fisik maupun psikologis

Teori Ball :

a.       Teori Perubahan

b.      Teori Stress, coping dan Support

c.       Teori dasar

Hypotesa Ball

Respon emosional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dengan dukungan yang berarti mereka mendapatkan system keluarga social.

Dalam teori kursi goyang, kursi dibentuk dalam 3 elemen :

a.       Pelayanan Maternitas

b.      Pandangan masyarakat terhadap keluarga

c.       Sisi penyangga / support terhadap kepribadian wanita

Teori Jean Ball dalam Konsep

Women      : Ball memusatkan perhatiannya terhadap perkembangan emosional dalam proses melahirkan

Health       :  Merupakan pusat dari model Ball, tujuan dari postnatal care agar mampu menjadi ibu

Environment  :  Lingkungan sosial dan organisasi dalam sisi dukungan

Midwifery :  Penelitian postnatal

Self            :  Secara jelas kita dapat melihat bahwa peran bidan dalam memberikan dukungan dan membantu seseorang wanita untuk menjadi yakin dengan perannya sebagai ibu.

4.      Teori Reva Rubin

Rubin mengatakan sejak hamil seorang wanita sudah mempunyai harapan sebagai berikut :

a.       Kesejahteraan

b.      Penerimaan Masyarakat

c.       Penentuan identitas diri

d.      Mengerti tentang arti memberi dan menerima

Perubahan yang terjadi pada wanita saat hamil :

a.       Cenderung lebih bergantung dan membutuhkan perhatian yang lebih

b.      Membutuhkan Sosialisasi

Tahapan Psikososial

a.  Anticipatory Stage       :  Melakukan peran ibu dan anak (bersandiwara)

b.  Honeymoon Stage       :  Ibu memahami peran dasar, misalnya : menyusui, perawatan dan ada dukungan dari keluarga.

c.  Plateu Stage                  :  Ibu mencoba sepenuhnya apakah ia mampu menjadi seorang ibu membutuhkan beberapa minggu

d.  Disenggagement           :  Tahap penyelesaian dimana latihan peran dihentikan

Rubin melihat beberapa tahap Fase aktivitas penting sebelum menjadi ibu :

a.   Taking On       :  Wanita meniru melakukan peran ibu

b.    Taking In         :  Fantasi wanita (dia tidak hanya meniru melainkan membayangkan sebagai ibu)

c.   Letting Go        :  Fase dimana wanita sudah melalui proses tadi dan mengingat kembali aktivitas yang dilakukan tadi.

5.      Teori Ramona Mercer

Ada 2 pokok pembahasan dalam Teori

a.       Efek stress antepartum

Tujuan  :  Memberikan dukungan selama untuk mengurangi lemahnya lingkungan serta dukungan sosial dan kurangnya kepercayaan diri.

6  faktor yang berhubungan dengan status kesehatan yaitu :

1)  Hubungan Interpersonal

2)  Peran keluarga

3)  Stress Antepartum

4)  Dukungan sosial

5)  Rasa percaya diri

6)  Penguasaan rasa takut, keraguan dan depresi

b.      Maternal Role (Peran Ibu)

Menjadi seorang ibu berarti, memperoleh identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penguraian yang lengkap tentang dirinya.

Pencapaian peran ibu  :  dicapai dalam kurun waktu tertentu dimana ibu menjadi dekat dengan bayinya yang membutuhkan pendekatan yang competen termasuk peran dalam mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran. Peran aktif wanita sebagai ibu dan pasangannya berinteraksi satu dengan yang lanilla.

4 langkah dalam pelaksanaan peran ibu :

>>  Anticipatory  :  Masa sebelum wanita menjadi ibu dimana wanita memulai penyesuaian sosial dan psikologis terhadap peran barunya nanti dengan mempelajari apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu.

>>  Formal  :  Dimulai dengan peran sesungguhnya sebagai seorang ibu

>>  Informal  :  Wanita mampu menentukan jalan yang unik dalam melaksanakan peran ibu yang tidak disampaikan oleh sosial sistem

>>  Personal  :  Wanita telah mahir memerankan perannya sebagai ibu.

Menurut Mercer peran aktif ibu dimulai setelah bayi lahir yaitu pada 3 bulan sampai 7 bulan postpartum (setelah melahirkan)

Mercer menemukan 11 faktor yang mempengaruhi wanita dalam pencapaian peran ibu :

1.      Faktor ibu

a.       Umur ibu pada waktu melahirkan

b.      Persepsi ibu pada waktu melahirkan anak pertama kali

c.       Memisahkan ibu dan anak secepatnya

d.      Stress sosial

e.       Dukungan sosial

f.       Konsep Diri

g.      Sifat Pribadi

h.      Sikap terhadap membesarkan anak

i.        Status kesehatan Ibu

2.      Faktor Bayi

a.       Temperamen

b.      Kesehatan Bayi

3.      Faktor lain-lain

a.       Latar belakang etnik

b.      Status perkawinan

c.       Status ekonomi

Mercer menekankan 3 fase adaptasi ibu pada tahun pertama setelah melahirkan mempengaruhi pencapaian peran ibu. Mercer menguraikan 4 faktor dalam masa adaptasi sebagai berikut :

a.       Physical recovery Phase (lahir-1 bulan)

b.      Achivement Phase (2-4,5 bulan)

c.       Disruption Phase (6-8 bulan)

d.      Reorganisation Phase (8-12 bulan)

Peran bidan yang diharapkan oleh Mercer dalam teorinya adalah membantu wanita melaksanakan tugasnya dalam adaptasi peran fungsi ibu dan mengidentifikasi factor apa yang mempengaruhi peran ibu dalam pencapaian peran fisik. Ini dikontribusikan dari stress antepartum

MODEL KONSEPTUAL ASUHAN KEBIDANAN

Langkah-langkah

a.       Pengkajian

Tujuan nya adalah menetukan Self-care individu, mengidentifikasikan apakah ada atau tidak ada self-care deficit.

Bidan bekerjasama dengan pasien/keluarga dalam merencanakan strategi yang akan mengurangi/menghilangkan deficit yang ada dengan :

  1. Mengurangi kebutuhan self-care
  2. Meningkatkan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan self-care
  3. Memperbolehkan keluarga/orang lain memberikan dependent care
  4. Memenuhi langsung kebutuhan self-care

b.      Perencanaan

Setelah mengidentifikasi slf-care defisit maka data dipakai sebagai pernyataan masalah dalam rencana asuhan kebidanan. Kemudian bidan menentukan sistem asuhan yang totality compensatory, partially, compensatory, atau educatif/supportif serta tujuan yang telah ditentukan oleh bidan-pasien, untuk menghilangkan self-care deficit.

c.       Implementasi

Merupakan tindakan yang mengandung lima bantuan yaitu : melakukan untuk memberi penyuluhan, membimbing, mendukung, dan menciptakan lingkungan untuk menunjang tumbuh kembang.

d.      Evaluasi

Dilakukan terus menerus dengan membandingkan prilaku yang diharapkan dlam tujuan dengan hasil tindakan yang dilakukan

Gemelli (Kehamilan Kembar)


Kehamilan kembar ialah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan tersebut menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Kehamilan dan persalinan membawa resiko bagi janin. Bahaya bagi ibu tidak sebegitu besar, tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999).

Frekuensi (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999).

Greulich (1930) melaporkan frekuensi kehamilan kembar pada 121 juta persalinan sebagai berikut :

  1. Gemelli                  1 : 85
  2. Triplet                   1 : 7.629
  3. Kuadruplet         1 : 670.743
  4. Quintiplet            1 : 41.600.000

Angka tersebut kira-kira sesuai dengan hukum Hellin yang menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan kembar dan tunggal adalah :

  1. Gemelli                 1 : 89
  2. Triplet                   1 : 892
  3. Kuadruplet         1 : 893
  4. Quintiplet            1 : 894

Berbagai faktor mempengaruhi frekuensi kehamilan kembar, seperti bangsa, hereditas, umur, dan paritas ibu.

Faktor umur, makin tua makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan menurun lagi setelah umur 40 tahun.

Paritas, pada primipara 9,8 per 1000  dan pada multipara (oktipara) naik jadi 18,9 per 1000 persalinan.

Keturunan, keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya diturunkan secara paternal, namun dapat pula secara maternal.

Etiologi (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998)

(1)    Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : bangsa, umur, dan paritas, sering mempengaruhi kehamilan 2 telur.

(2)    Faktor obat-obat induksi ovulasi : profertil, clomid, dan hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua.

(3)    Faktor keturunan.

(4)    Faktor yang lain belum diketahui.

Jenis Kehamilan Gemelli (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998)

(1)    Kehamilan kembar monozigotik

Kehamilan kembar yang terjadi dari satu telur disebut kembar monozigotik atau disebut juga identik, humolog, atau uniovuler, dapat terjadi karena :

a)      Satu telur dengan 2 inti, hambatan pada tingkat blastula

b)      Hambatan pada tingkat segmentasi

c)       Hambatan setelah amnion dibentuk, tetapi belum primitive streak.

(2)    Kehamilan kembar dizigotik

Kira-kira dua pertiga kehamilan kembar adalah dizigotik yang berasal dari 2 telur disebut juga heterolog, binovuler, atau fraternal, kedua telur bisa berasal dari :

a)      1 ovarium dan dari 2 folikel de graff

b)      1 ovarium dan dari 1 folikel de graff

c)       1 dari ovarium kanan dan satu lagi dari ovarium kiri.

Perbedaan ciri, sifat, dan lain-lainnya antara kembar monozigotik dan dizigotik (satu telur dan dua telur) :

Perbedaan


Kembar Monozigotik Kembar Dizigotik
Plasenta 1 (70%)  

2 (30%)

2 (± 100%)
Korion 1 (70%)  

2 (30%)

2 (± 100%)
Amnion 1 (70%)  

2 (30%)

2 (± 100%)
Tali pusat 2 2
Sirkulasi darah Janin bersekutu Terpisah   


Sekat kedua kantong


2 lapis 4 lapis
Jenis kelamin Sama Sama atau tidak
Rupa dan sifat Sama Agak berlainan
Mata, telinga, gigi, kulit Sama Berbeda
Ukuran antropologik Sama Berbeda
Sidik jari Sama Berbeda
Cara pegangan Bisa sama  

Bisa satu kidal

Yang lain kanan

  

Sama, bisa keduanya kanan

Pertumbuhan Janin Kembar (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998)

(a)    Berat badan satu janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gr lebih ringan dari janin tunggal.

(b)   Berat badan bayi baru lahir biasanya pada kembar dua di bawah 2500 gr, triplet di bawah 2000 gr, quadriplet di bawah 1500 gr, dan quintuplet dibawah 1000 gr.

(c)    Berat badan masing-masing janin dari kehamilan kembar tidak sama, umumnya berselisih antara 50 sampai 1000 gram, dan karena pembagian sirkulasi darah tidak sama, maka yang satu lebih kurang tumbuh dari yang lainnya.

(d)   Pada kehamilan ganda monozigotik

1.       Pembuluh darah janin yang satu beranastomosis dengan janin yang lain, karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari perdarahan.

2.       Karena itu janin yang satu dapat terganggu pertumbuhannya dan menjadi monstrum, seperti akardiakus, dan kelainan lainnya.

3.       Dapat terjadi sindroma transfusi fetal, pada janin yang mendapat darah lebih banyak terjadi hidramnion, polistemia, edema dan pertumbuhan yang baik. Sedangkan janin kedua terlihat kecil, anemis, dehidrasi, oligohidrami dan mikrokardia, karena kurang mendapat darah.

(e)   Pada kehamilan kembar dizigotik

1.       Dapat terjadi satu janin meninggal dan yang satu tumbuh sampai cukup bulan.

2.       Janin yang mati bisa diresorbsi (kalau pada kehamilan muda), atau pada kehamilan yang agak tua, janin jadi pipih yang disebut fetus papyraseus atau kompresus.

Letak dan Presentasi Janin

Pada umumnya janin kembar tidak besar dan cairan amnion lebih banyak daripada biasanya, sehingga sering terjadi perubahan presentasi dari posisi janin. Demikian pula letak janin kedua dapat berubah setelah kelahiran bayi pertama, misalnya dari letak lintang menjadi letak sungsang. Berbagai kombinasi letak serta presentasi dapat terjadi. Yang paling sering ditemukan ialah kedua janin dalam letak memanjang dengan presentasi kepala, kemudian menyusul presentasi kepala dan bokong, keduanya presentasi bokong, presentasi kepala dan bahu, presentasi bokong dan bahu, dan yang paling jarang keduanya presentasi bahu (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999).

Diagnosis Kehamilan Kembar (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998)

(1)    Anamnesa

a.       Perut lebih buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan.

b.      Gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil.

c.       Uterus terasa lebih cepat membesar.

d.      Pernah hamil kembar atau ada riwayat keturunan kembar.

(2)    Inspeksi dan palpasi

a.       Pada pemeriksaan pertama dan ulangan ada kesan uterus lebih besar dan lebih cepat tumbuhnya dari biasa.

b.      Gerakan-gerakan janin terasa lebih sering.

c.       Bagian-bagian kecil teraba lebih banyak.

d.      Teraba ada 3 bagian besar janin.

e.      Teraba ada 2 balotemen.

(3)    Auskultasi

Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut permenit atau lebih bila dihitung bersamaan terdapat selisih 10.

(4)    Rontgen foto abdomen

Tampak gambaran 2 janin.

(5)    Ultrasonografi

Bila tampak 2 janin atau dua jantung yang berdenyut yang telah dapat ditentukan pada triwulan I.

(6)    Elektrokardiogram total

Terdapat gambaran dua EKG yang berbeda dari kedua janin.

(7)    Reaksi kehamilan

Karena ada kehamilan kembar umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta, maka produksi HCG akan tinggi, jadi titrasi reaksi kehamilan bisa positif, kadang-kadang sampai 1/200. Hal ini dapat dikacaukan dengan mola hidatidosa. Kadangkala diagnosa baru diketahui setelah bayi pertama lahir, uterus masih besar dan ternyata ada satu janin lagi dalam rahim. Kehamilan kembar sering terjadi bersamaan dengan hidramnion dan toksemia gravidarum.

Diagnosis Diferensial (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999)

(a)    Hidramnion. Hidramnion dapat menyertai kehamilan kembar, kadang-kadang kelainan hanya terdapat pada satu kantong amnion, dan yang lainnya oligohidramnion. Pemeriksaan ultrasonografi daspat menentukan apakah pada hidramnion ada kehamilan kembar atau tidak.

(b)   Kehamilan dengan mioma uteri atau kistoma ovarii. Tidak terdengarnya 2 denyut jantung pada pemeriksaan berulang, bagian besar dan kecil yang sukar digerakkan, lokasinya yang tak berubah, dan pemeriksaan rontgen dapat membedakan kedua hal tersebut. Dewasa ini dengan ultrasonografi.

Prognosis

Bahaya bagi ibu pada kehamilan kembar lebih besar daripada kehamilan tunggal, karena lebih seringnya terjadi anemia, pre-eklampsia, operasi obstetrik dan perdarahan postpartum.

Kematian perinatal anak kembar lebih tinggi daripada anak kehamilan tunggal. Prematuritas merupakan sebab utama. Selain itu juga lebih sering terjadi pre-eklampsia, hidramnion, kelainan letak, prolapsus funikuli, dan operasi obstetrik, dan menyebabkan sindroma diastres respirasi, trauma persalinan dengan perdarahan serebral dan kemungkinan adanya kelainan bawaan pada bayi.

Kematian anak kedua lebih tinggi daripada yang pertama karena lebih sering terjadi gangguan sirkulasi plasenta setelah anak pertama lahir, lebih ganyaknya terjadi prolapsus funikuli, solutio plasenta, serta kelainan letak pada janin kedua.

Kematian anak pada kehamilan monozigotik lebih besar daripada kehamilan dizigotik karena pada yang pertama dapat terjadi lilitan tali pusat antara janin pertama dan kedua (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999).

Penanganan dalam Kehamilan Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998)

(1)     Perawatan antenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul, dan bila diagnosis telah ditegakkan pemeriksaan ulangan harus lebih sering (1× seminggu pada kehamilan lebih dari 32 minggu)

(2)     Setelah kehamilan 30 minggu, koltus dan perjalanan jauh sebaiknya dihindari, karena akan merangsang partus prematurus.

(3)     Pemakaian korset gurita yang tidak terlalu ketat diperbolehkan, supaya terasa lebih ringan.

(4)     Periksa darah lengkap, Hb, dan golongan darah.

Penanganan dalam Persalinan (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998)

(1)     Bila anak pertama letaknya membujur, kala I diawasi seperti biasa, ditolong seperti biasa dengan episiotomi mediolateralis.

(2)     Setelah itu baru waspada, lakukan periksa luar, periksa dalam untuk menentukan keadaan anak kedua. Tunggu, sambil memeriksa tekanan darah dan lain-lain.

(3)     Biasanya dalam 10-15 menit his akan kuat lagi. Bila anak kedua terletak membujur, ketuban dipecahkan pelan-pelan supaya air tidak mengalir deras keluar. Tunggu dan pimpin persalinan anak kedua seperti biasa.

(4)     Waspadalah atas kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum, maka sebaiknya pasang infus profilaksis.

(5)     Bila ada kelainan letak pada anak kedua, misalnya melintang atau terjadi prolaps tali pusat dan solutio plasenta, maka janin dilahirkan dengan cara operatif obstetrik.

a.       Pada letak lintang coba versi luar dulu, atau melahirkan dengan cara versi dan ekstraksi.

b.      Pada letak kepala, persalinan dipercepat dengan ekstraksi vakum atau forseps.

c.       Pada letak bokong atau kaki, ekstraksi bokong atau kaki.

(6)     Indikasi seksio saesarea hanya pada :

a.       Janin pertama letak lintang

b.      Bila terjadi prolaps tali pusat

c.       Plasenta previa

d.      Terjadi interlocking pada letak janin 69, anak pertama letak sungsang dan anak kedua letak kepala.

Kala IV diawasi terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum berikan suntikan sintro-metrin yaitu 10 satuan sintosinon tambah 0,2 mg methergin intravena.

undefined

BIRTH PLAN (RENCANA PERSALINAN)


Birth Plan (Rencana persalinan) adalah rencana tindakan yang dibuat ibu,anggota keluarganya dan bidan.
Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu.

5 komponen penting dalam rencana persalinan :
Langkah 1: Membuat rencana persalinan Idealnya setiap keluarga seharusnya mempunyai kesempatan untuk membuat suatu rencana persalinan.
Hal-hal dibawah ini harus digali dan diputuskan dalam membuat rencana persalinan tersebut:
• Tempat persalinan
• Memilih tenaga kesehatan yang terlatih
• Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
• Bagaimana transpotasi ke tempat persalinan
• Siapa yang akan menemani pada saat persalinan
• Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut.
• Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada.


Langkah2: Membuat rencana untuk mengambil keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat mengambil keputusan utama tidak ada.
Penting bagi bidan dan keluarga untuk mendiskusikan:
1. Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga
2. Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan?

Langkah 3: Mempersiapkan system transportasi jika kegawatdaruratan
Rencana ini perlu dipersiapkan lebih dini dalam kehamilan dan harus terdiri dari elemen-elemen dibawah ini:
o Dimana ibu akan bersalin (desa,fasilitas kesehatan,rumah sakit)
o Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawat daruratan
o Ke fasilitas kesehatan yang mana ibu tersebut harus dirujuk
o Bagaimana cara mendapatkan dana jika terjadi kegawat daruratan
o Bagaimana cara mencari donor darah yang potensial

Langkah 4: Membuat rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawat daruratan.Banyak sekali kasus ,dimana ibu tidak mencari asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang diperlukan.
Persalinan normal umumnya membutuhkan biaya yang relatif ringan. Namun, bila persalinan diperkirakan harus dilakukan dengan tindakan operatif, maka persiapan dana yang lumayan besar harus segera dilakukan. Untuk mengetahui apakah nanti akan dilakukan sesar, pasangan harus selalu berkonsultasi ke dokter. Lewat konsultasi ini diharapkan, segala kemungkinan yang bakal terjadi bisa lebih dicermati.
Bila diperkirakan lahir dengan sesar, pasangan tentunya sudah bisa berancang-ancang mempersiapkan dananya sejak jauh hari. Bila dana sudah terkumpul, otomatis beban mental suami juga bisa lebih teratasi.

Langkah 5: Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan.
Seorang ibu dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan. Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan anda waktu persiapan akan terasa begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan terjadi kadang tak dapat dipastikan. Adalah lebih baik jika anda sudah mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada saat hari yang ditunggu tersebut tiba.


Setelah kehamilan anda mencapai sekitar 7 bulan atau akhir kehamilan 28 minggu persiapkanlah barang-barang untuk persalinan yang akan dibawa ke rumah sakit dan masukkan kedalam satu tas khusus. Dan anda tidak boleh lupa memberitahukan suami anda mengenai tas khusus yang telah anda persiapkan ini. Sehingga bila harinya tiba semuanya telah siap dan suami andapun tidak lupa untuk membawa serta tas besar yang telah anda persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya ini.

 

Ibu Bersalin


1. Apa saja tanda-tanda persalinan?

* Mulas-mulas yang teratur timbul semakin sering dan semakin lama. Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.

undefined

* Keluar cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya selaput ketuban.

* Keluar cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya selaput ketuban.

Suami atau keluarga segera menghubungi bidan/dokter jika ada salah satu tanda-tanda diatas.


2. Apa saja yang dilakukan ibu bersalin?

* Proses persalinan berlangsung 12 jam sejak terasa mulas. Jadi ibu masih bisa makan, minum, buang air kecil, dan jalan-jalan.

* Jika mulas-mulas bertambah, tarik napas panjang melalui hidung dan keluarkan malalui mulut.

* Jika ibu merasa ingin buang air besar berarti bayi akan lahir. Segera beritahu bidan/dokter.

* Ikuti anjuran bidan atau dokter kapan ibu harus mengejan waktu bayi akan lahir.

3. Apa saja tanda-tanda bahaya pada ibu bersalin?

* Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.
* Pendarahan lewat jalan lahir.
* Tali pusat atau tangan bayi keluar dari jalan lahir.
* Ibu tidak kuat mengejan atau mengalami kejang.
* Air ketuban keruh dan berbau.
* Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
* Ibu gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.

Suami harus segera membawa ibu hamil kebidan/dokter jika ada salah satu tanda-tanda diatas. Suami mendampingi ibu hamil.

Sumber : Buku KIA “DEPKES”

Ibu Hamil


1. Apa Saja yang perlu dilakukan ibu hamil ?

* Periksa hamil secepatnya dan sesering mungkin sesuai anjuran petugas.
Agar ibu, Suami, dan keluarga dapat mengetahui secepatnya jika ada masalah yang timbul pada keha-milan.

* Timbang berat badan setiap kali periksa hamil.
Berat badan bertambah sesuai dengan pertumbuhan bayi dalam kandungan.

* Minum 1 tablet tambah darah setiap hari selama hamil.
Tablet tambah darah mencegah ibu kurang darah. Minum tablet tambah darah tidak membahayakan bayi.

* Minta imunisasi Tetanus Toksoid kepada petugas kesehatan.
Imunisasi Tetanus Toksoid untuk men-cegah penyakit tetanus pada bayi baru lahir.

* Minta nasihat kepada petugas kese-hatan tentang makanan bergizi selama hamil.
Makan makanan bergizi yang cukup membuat ibu dan bayi sehat.

* Sering mengajak bicara bayi sambil mengelus-elus perut setelah kan-dungan berumur 4 bulan.

Periksa kebidan atau dokter jika sakit batuk lama (TBC), demam menggigil seperti malaria,lemas,berdebar-debar,gatal-gatal pada kemaluan atau keluar keputihan dan berbau.

2. Bagaimana menjaga kesehatan ibu hamil ?

* Mandi pakai sabun sepiat hari, pagi dan sore. Gosok gigi dua kali sehari setelah makan pagi dan sebelum tidur.
Mandi teratur mencegah sakit kulit. Gosok gigi secara teratur mencegah sakit gigi dan gusi.

undefined

* Istirahat berbaring sedikitnya 1 jam pada siang hari dan kurangi kerja berat.
Istirahat yang cukup akan memulihkan tenaga ibu

* Boleh melakukan hubungan suami-istri.
Tanyakan kepada bidan atau dokter tentang hubungan suami-istri yang aman selama hamil.

* Jangan merokok,memakai narkoba, minum jamu atau minum minuman keras.
Minum obat sesuai petunjuk dokter atau bidan.
Hindari asap rokok.
Merokok, minuman keras, narkoba, jamu,dan obat-obatan bisa mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandunagan.

3.Bagaimana makan yang baik selama hamil?

* Makan makanan yang bergizi sesuai dengan anjuran petugas kesehatan.

* Makan 1 piring lebih banyak dari sebelum hamil.

* Untuk menambah tenaga, makan ma-kanan selingan,pagi dan sore hari seperti kolak, bubur kacang hijau, kue-kue dan lain-lain.

* Tidak ada pantangan makanan ibu selama hamil.

4. Apa saja tanda-tanda bahaya pada ibu hamil?

* Pendarahan.

– Pendarahan pada hamil muda dapat menyebabkan keguguran.

– Pendarahan pada hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.

– Bengkak dikaki,tangan dan wajah, atau sakit kepala kadangkala diser-tai kejang.

Bengkak/sakit kepala pada ibu hamil membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Demam tinggi.
Biasanya karena infeksi atau ma-laria. Demam tinggi bisa memba-hayakan keselamatan jiwa ibu, menyebabkan keguguran atau kela-hiran kurang bulan.

* Keluar air ketuban sebelum waktunya.
Merupakan tanda adanya gangguan pada kehamilan dan dapat mem-bahayakan bayi dalam kandunagan.

* Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak.
Keadaan ini merupakan tanda bahaya pada janin.

* Ibu muntah terus dan tidak mau makan.
Keadaan ini akan membahayakan kesehatan ibu.

Suami atau keluarga harus segera membawa ibu hamil kebidan/dokter jika ada salah satu tanda bahaya diatas. Suami mendampingi ibu hamil.

5. Apa tanda persiapan keluarga menghadapi persalinan ?

* Sejak awal, ibu hamil dan suami menentukan persalinan ini ditolong oleh bidan atau dokter.

* Rencanakan bersalin dipolindes, puskesmas, ruah bersalin,rumah sakit,rumah bidan atau dirumah.

* Suami/keluarga perlu menabung untuk biaya persalinan.

* Siapkan donor darah, jika sewaktu-waktu diperlukan ibu. 

* Ibu dan suami menanyakan ke bidan/dokter kapan perkiraan tanggal persalinan.

* Suami dan masyarakat menyiapkan kendaraan jika sewaktu-waktu ibu dan bayi segera ke Rumah Sakit.

* Jika bersalin di rumah, suami atau keluarga perlu menyiapkan:

– Ruangan yang terang, tempat tidur dengan alas kain yang bersih.
– Air bersih dan sabun untuk cuci tangan.
– Kain, handuk, dan pakaian bayi yang bersih dan kering.
– Kain dan pakaian ganti yang bersih dan kering bagi ibu setelah me-lahirkan.

Sumber : Buku KIA “DEPKES”

 

Bayi dan Anak (umur 1 bulan sampai 5 tahun)


1. Apa saja tanda-tanda bayi dan anak sehat?

* Setiap bulan berat badan anak bertambah mengikuti pita hijau pada KMS.

* Perkembangan dan kepandaian anak bertambah sesuai umur.

* Anak jarang sakit, gembira, ceria, aktif, lincah, dan cerdas.

2. Bagaimana ibu menjaga kesehatan bayi dan anak?

* Amati pertumbuhan anak secara teratur
– Timbang berat badan anak sebulan sekali mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu.
– Tanya hasil penimbangan dan minta kepada kader mencatat di KMS.

Tanda-tanda anak tumbuh sehat :
* Berat badan anak naik setiap bulan.
* Pada KMS garis pertumbuhan naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya

Tanda-tanda anak tumbuh kurang sehat :
* Berat badan tidak naik.
* Pada KMS garis pertumbuhan turun, datar, pindah ke pita warna dbawahnya atau ada dibawah garis merah.

– Jika anak tumbuh kurang sehat, minta nasihat gizi ke petugas kesehatan.
– Bermain dan bercakap-cakap dengan anak, sangat pentingbagiperkembangan anak.

* Minta imunisasi sesuai jadwal di Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit atau praktek swasta.
– Anak harus diimunisasi lengkap sebelum berumur 1 tahun.
– Imunisasi mencegah penyakit TBC, Hepatitis (sakit kuning), Polio, Difteri, B100 hari, Tetanus, Campak.
– Sakit ringan seperti batuk pilek, diare dan sakit kulit bukan halangan untuk imunisasi.

3. Bagaimana ibu memberi makan dan merangsang perkembangan anak?
UMUR 0-6 BULAN

* Anjuran pemberian makan
Sampai umur 6 bulan

– Beri ASI setiap kali bayi menginginkan sedikitnya 8 kali sehari, pagi, siang, sore maupun malam.
– Jangan berikan makanan atau minuman lain selain ASI (ASI eksklusif).
– Susui/teteki bayi dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian.

* Anjuran rangsangan perkembangan :

undefined

Sampai umur 4 bulan
– Peluk dan timang bayi dengan penuh kasih saying.
– Gantung benda bergerak warna cerah agar bayi dapat melihat benda tersebut
– Ajak bayi tersenyum, bicaralah dengan bayi serta dengarkan music.

Umur 4-6 bulan
– Sering menengkurapkan bayi.
– Menggerakkan benda ke kiri dan ke kanan di depan mata bayi.
– Dengarkan berbagai bunyi-bunyian.
– Beri benda berwarna dan besar agar diraih oleh bayi.

Pada umur 3 bulan bayi bisa :
– Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap
– Tertawa
– Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan
– Mengamati tangannya

Pada umur 6 bulan bayi bisa :
– Meniru bunyi
– Meraih benda yang ada di dekatnya
– Tengkurap sendiri
– Menoleh kearah sumber suara


Makin bertambah umur, makin bertambah berat, dan makin bertambah kepandaiannya.

Periksakan kesehatan sedikitnya 2 kali :
* Tanyakan ke petugas jika perkembangan bayi agak lambat.
* Minta nasihat tentang:
– Cara pemberian ASI eksklusif.
– Cara merangsang perkembangan bayi.

UMUR 6 – 12 BULAN
Anjuran pemberian makan
* Teruskan pemberian ASI sampai umur 2 tahun.
* Umur 6-9 bulan, kenalkan makanan pendamping ASI dalam bentuk lumat dimulai dari bubur susu sampai nasi tim lumat, 2 kali sehari. Setiap kali makan diberikan sesuai umur :
– 6 bulan : 6 sendok makan
– 7 bulan : 7 sendok makan
– 8 bulan : 8 sendok makan
* Umur 9-12 bulan, beri makanan pendamping ASI, dimulai dari bubur nasi sampai nasi tim, 3 kali sehari. Setiap kali makan diberikan sesuai umur:
– 9 bulan : 9 sendok makan
– 10 bulan: 10 sendok makan
– 11 bulan: 11 sendok makan
* Beri ASI terlebih dahulu kemudian makanan pendamping ASi.
* Pada makanan pendamping ASI, tambahkan telur ayam / ikan / tahu / tempe / daging sapi / wortel / bayam / kacang hijau / santan / minyak pada bubur nasi.
* Bila menggunakan makanan pendamping ASI dari pabrik, baca cara memakainya, batas umur dan tanggal kadaluwarsa.
* Beri makanan selingan 2 kali sehari di antara waktu makan, seperti : bubur kacang hijau, pisang, biscuit, nagasari, dsb.
* Beri buah-buahan atau sari buah seperti air jeruk manis, air tomat saring.
* Mulai mengajari bayi minum dan makan sendiri menggunakan gelas dan sendok.

Anjuran rangsangan perkembangan :
– Bantu dan latih bayi duduk.
– Ajak bayi bermain CI LUK BA.
– Beri bayi biscuit dan ajari cara meme-gang biscuit.
– Main dengan bayi, ajari menjimpit benda kecil menggunakan dua jari. Latih bayi berjalan berpegangan. 
– Ajak bayi bicara sesering mungkin.
– Latih bayi menirukan kata-kata ma… ma… pa… pa.
– Bantu bayi berdiri.
– Jika sudah bisa berdiri, bantu dan latih bayi berjalan berpegangan. Beri bayi mainan yang bersih dan aman untuk bermain dan dipukul.

Pada umur 9 bulan bayi bisa :
– Duduk sendiri
– Mengucapkan ma.. ma.. ma, da.. da.. da.. da.
– Senang bermain sendiri dan bertepuk tangan
– Memegang biskuit

Pada umur 12 bulan bayi bisa :
– Bermain CI LUK BA
– Menjimpit benda kecil
– Meniru kata sederhana papa, dada
– Berdiri dan jalan berpegangan

Bayi belajar dengan cara melihat, meraba, merasa, meniru serta mencoba.
Ajak bayi bermain. Dampingi bayi jika perlu bantuan ibu.

* Periksakan kesehatan sedikitnya 2 kali : 
– Tanyakan ke petugas jika perkembangan bayi agak lambat.
– Minta nasihat tentang :
@ Cara pemberian makanan pendamping ASI.
@ Cara merangsang perkembangan bayi.

UMUR 1 – 2 TAHUN
Anjuran pemberian makan
* Teruskan pemberian ASI sampai umur 2 tahun.
* Beri nasi lembik 3 kali sehari.
* Tambahkan telur/ayam/ikan/tem-pe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacang hijau/santan/minyak pada nasi lembik.
* Beri makanan selingan 2 kali sehari di antara waktu makan, seperti: bubur kacang hijau, pisang, bis-cuit, nagasari, dsb.
* Beri buah-buahan atau sari buah.
* Bantu anak untuk makan sendiri.

Anjuran rangsangan perkembangan :
* Jika anak sudah bisa berjalan,latih dan damping anak ketika menaiki tangga.
* Ajak anak melakukan pekerjaan sederhana misalnya membersihkan meja, membereskan mainan, manyapu, dan lain-lain.
* Ajarkan anak mencoret-coret di kertas.
* Tunjukkan dan sebutkan bagian tubuh anak. Minta anak menyebutkan kembali.
* Ajak anak bercerita. Dongengkan cerita anak. Ajarkan anak menyanyi. Ajak anak bermain bersama.

Pada umur 2 tahun anak bisa :
– Menunjukkan dan menyebutkan nama bagian tubuh
– Naik tangga dan berlari-lari
– Menirukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mengelap
– Mencoret-coret di kertas

Beri pujian setiap kali anak berhasil melakukan kegiatan rangsangan yang sesuai dengan tingkat umurnya.

Periksakan kesehatan sedikitnya 2 kali:
* Tanyakan ke petugas jika perkembangan anak agak lambat.
* Mintakan nasihat tentang:
– Cara pemberian makanan pendamping ASI.
– Cara merangsang perkembangan anak.
– Cara merawat kebersihan gigi anak.

UMUR 2 – 3 TAHUN
Anjuran pemberian makan
* Beri makanan yang biasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur dan buah.
* Beri makanan selingn 2 kali sehari diantara waktu makan seperti bubur kacang hijau, biscuit, nagasari.
* Jangan berikan makanan yang manis dan lengket diantara waktu makan.

Anjuran rangsangan perkembangan :
* Ajari anak berpakaian sendiri.
* Perlihatkan buku bergambar, bacakan dan ceritakan kepada anak.
* Beri anak makanan dari mangkok atau piringnya sendiri.
* Ajari anak cuci tangan, buang air kecil dan air besar pada tempatnya.

Pada umur 3 tahun anak :
– Berdiri di atas satu kaki tanpa ber-pegangan
– Berbicara dengan kata-kata yang dapat dimengerti
– Menyebut warna dan angka
– Makan sendiri tanpa dibantu
– Memeluk dan mencium orang yang terdekat dengan anak
– Melempar bola

UMUR 3 – 5 TAHUN

Anjuran pemberian makan : sama dengan anak umur 2 – 3 tahun

Anjuran rangsangan perkembangan :
– Minta anak menceritakan apa yang sedang dilakukan.
– Dengarkan anak ketika ia berbicara.
– Jika anak gagap, bantu anak bicara lebih lambat.
– Beri kesempatan anak bermain dan mencoba sesuatu yang baru. Awasi anak.

Pada umur 5 tahun anak bisa :
– Melompat-lompat
– Menggambar orang 3 bagian (kepala, badan, tangan/kaki)
– Menceritakan pengalamannya
– Mengerti lawan kata seperti panas-dingin, tinggi-rendah
– Bermain bersama anak lain
– Menjawab pertanyaan sederhana
– Menghitung sampai 10
– Mencuci dan mengeringkan tangannya sendiri
– Memakai pakaian sendiri
– Menyebut nama teman bermainnya.

Periksa kesehatan dan perkembangan anak umur 3 – 5 tahun, sedikitnya 2 kali setiap tahun.

4. Bagaimana menjaga kebersihan agar anak tidak sakit?
* Mandikan anak setiap hari, pagi dan sore, pakai sabun mandi
* Cuci rambut anak dengan sampo 2-3 kali dalam satu minggu.
* Cuci tangan anak dengan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar.
* Gunting kuku tangan dan kaki anak jika panjang.
* Bersihkan rumah setiap hari dari sampah dan genangan air.
* Jauhkan anak dari asap rokok dan asap dapur.
* Ajarkan anak untuk buang air besar di kakus.
* Jika belum tumbuh gigi, bersihkan gusi bayi sesudah diberi ASI dengan kain yang dibasahi air matang hangat.

undefined

* Jika sudah tumbuh gigi, gosok gigi pakai odol sehari 2 kali, sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam.
* Minta penjelasan ke petugas kesehatan cara menggosok gigi yang baik dan benar.
* Pada umur 2 tahun, ajari anak gosok gigi sendiri.
* Anak jangan dibiasakan makan makanan yang manis dan lengket.

Periksa kesehatan gigi anak setiap 6 bulan setelah anak berumur 2 tahun.

Sumber:Buku KIA “DEPKES”