Di Balik Gelar Bidan Muda

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya 
(Q.s At-Tin:4)
Ayat ini mengantarkan saya pada penghayatan yang mendalam ketika saya mendapati diri sedang berdiri disini sebagai mahasiswa kebidanan. Belajar di kebidanan sungguh merupakan kenikmatan yang luar biasa karena disinilah bermula perjalanan ruhiyah yang menjadi titik tolak terhadap perubahan besar terhadap diri ini.
Semester demi semester saya lewati dengan banyak cerita didalamnya. Sarat pengalaman dan pembelajaran didalamnya. Tiap cerita dengan segala warnanya berasosiasi menjadi kisah yang begitu berharga yang mengantarkan pada ketakjuban luar biasa terhadap kebesaran Allah. Lebih Khususnya lagi ketakjuban seorang Wanita, yang Hebat nyimpan Bayi di dalam perut selama 9 bulan (kadang lebih kadang kurang hehehehe :D)saya masih ingat saat memasuki masa orientasi kampus. saya dan seluruh mahasiswa baru lainnya di “latih” baik fisik dan mental. yang latihan fisik cukup menguras tenaga cz di suruh jalan dari kampus ke alun-alun engku putri, enak juga cuma jalan santai ne di bebankan jalan..lari..jalan..lari lagi….. huaaaaaaaaaaaa cukup membuat saya pinsan dan di larikan ke rumah sakit Cassa (suram!!!!😦 ). belum lagi latihan mental, yang kakak-kakak seniornya ngebentak-ngebentak gag karuan, marah sana-sini, plotot sana-sini, pokoknya Horor masa-masa Ospek kampus dan sosialisasi asrama. masuk asramapun setiap ketemu kakak tingkat harus bilang selamat pagi kak, selamat sore kak, selamat malam kak, gag boleh nunduk kalo berjalan, ntar dibilang cari duit receh yang jatuh..

Tahun-tahun pertama perkuliahan. Rasa takjub terhadap kebesaran Allah begitu besar ketika ku melewati masa-masa praktikum anatomi. Ketakjuban tersebut semakin sempurna ketika ku mendapatkan pelajaran fisiologi yang membuka pikiranku betapa sangat indah nan sempurna ciptaan-Nya. Ternyata tubuh manusia merupakan suatu sistem yang maha dahsyat dengan dinamisasi dan harmonisasi yang berjalan menuruti titah Sang Khalik. rasa bangga pun mulai menyelinap dalam diri karna sudah bisa Suntik, tensi, ngasih solusi dan konseling kepada pasien… Bahagia rasanya KuLiah di Bidang kesehatan, karna InsYALLah lebih banyak memberi manfaat ke orang lain.. apalagi pertama kali nolong ibu-ibu bersalin, melihat dengan jelas bagaimana proses keluarnya bayi dari Rahim seorang Wanita.. Subhanallah, memang ALLah itu Maha Besar🙂

Tahun-tahun terakhir perkuliahan. Saat mempelajari ilmu-ilmu klinik dan kemudian melalui masa preklinik juga merupakan saat-saat berharga bagiku. Ku mulai belajar bagaimana Allah yang Maha Cerdas memberikan clue-clue tertentu terhadap setiap keluhan-keluhan ibu-ibu di masa hamil hingga menyusui. apalagi peroses pembuatan Tuga akhir yang menurut saya semua perhatian teruju pada dia (masa-masa puyeng)

Kini, waktu telah mengantarkan saya pada babak baru dalam perjalanan hidup. Amanah itu tersemat dipundak ketika saat wisuda nama asli saya sudah di bekali “Amd. Keb” . Moga amanah baru ini mampu terjalankan dengan baik untuk terus mendekatkan diri pada Allah dengan mentafakuri kebesaran-Nya lewat ciptaan sempurna-Nya bernama manusia.
Dibalik gelar bidan muda, tentunya terdapat perjuangan panjang seorang calon bidan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama dibangku kuliah untuk mendiagnosa dan mengelolah pasien dengan penyakit tertentu khusunya di bidang ibu dan Bayi. Mengamalkan janji yang diucapkan dengan penuh tanggun gjawab dan cinta terhadap profesi ini. Tentu akan banyak kisah menarik yang akan mewarnai perjuangan ini. Dengan basmalah, smoga langkah ini menjadi ringan dan tetap tegar melewatinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s