Asyiknya Jadi Aktivis di Kampus


Just Share 🙂

Ketika di kampus…

  • Pernahkah kawan disibukkan oleh sesuatu yang bukan karena kuliah?
  • Pernahkah kawan bolos kuliah karena suatu hal kurang penting?
  • Pernahkah kawan merasa fisik kawan drop di kampus tapi bukan disebabkan oleh kegiatan akademis?
  • Pernahkah kawan mengalami yang namanya krisis kepercayaan?
  • Pernahkah kawan dikecewakan sendiri oleh teman baik?

Jadi, apa jawaban kawan atas pertanyaan-pertanyaan di atas??

Kalau saya disuruh menjawab, maka jawaban saya adalah: YA, SAYA PERNAH MENGALAMI ITU SEMUA. Lho, kok bisa?? Di mana mengalaminya?  Di organisasi dong..

Di tahun pertama kuliah saya, sebagian besar waktu saya luangkan untuk organisasi diluar kampus di Rumah Zakat, ikut di setiap acara Baksos (bakti sosial) sebagai tim medis, dari sono saya belajar interaksi dengan masyarakat secara langsung dan mengasah keterampilan men_tensi darah sejak dini di tingkat 1. trus seabrek pengalaman dan JALAN-jalan menjelajahi batam tentunya. kalo bukan karna organisasi belum tentu saya keliling batam dengan gratis + nambah ilmu + nambah UKHUWAH/ persaudaraan.  cz waktu 2007 belum terbentuk LDK (lembaga dakwah kampus seperti forsima sekarang ini ) tahun Ke 4 kuliah baru sibuk ma organisasi dalam kampus BEM, HIMAprodi dan FORSIMA, Kok niat banget sih? Emang apa sih enaknya ikut organisasi?  Salah satu alasan saya ikut organisasi adalah untuk mencari pengalaman. Maklum, pengalaman saya dalam organisasi sangat kurang. Sewaktu SMP dan SMA saya cuma jadi siswa yang SO alias Study-Oriented, tidak pernah ikut kegiatan organisasi. Jadi, di kampus perjuangan inilah saya berusaha “membayar hutang” pengalaman yang telah lalu tersebut.

Kalau ditanya apa enaknya, ya saya jawab enak enak saja. Dalam sebuah organisasi banyaksoftskill yang diasah. , Softskill? Makanan apaan tuh?? Saya juga tidak paham secara mendalam tentang softskill. Yang saya tahu softskill itu adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja atau di manapun kita berada, namun tidak diajarkan di bangku perkuliahan. Gak diajarkan sama dosen di kelas. So, kita harus mencarinya sendiri di luar kelas! #NahLo

Supaya gak bingung, simak dulu deh definisi softskill berikut.

Soft skills merujuk kepada kecemerlangan individu dalam beberapa aspek seperti sikap dan personaliti, kemahiran berbahasa (berkomunikasi), sikap bersopan-santun, memiliki pergaulan yang luas serta bersikap optimis. Soft skills merupakan pelengkap kepada kemahiran lahiriah (hard skills) yang juga merupakan keperluan teknikal untuk mendapatkan pekerjaan. Soft skills dibahagikan kepada dua kategori iaitu kemahiran individu dan kemahiran interpersonal.


Gimana, sudah paham kan tentang softskill?

Kalau gitu kita lanjut ya…

Kembali lagi ke pertanyaan-pertanyaan di awal tadi.

Jika diperhatikan sekilas mungkin seluruh item yang dipertanyakan merupakan hal negatif. Namun kehidupan dalam berorganisasi tidak selalu demikian keadaannya. Semua hal itu tidak mutlak ada di setiap organisasi. Setiap organisasi pasti punya kondisi yang berbeda-beda tergantung dari faktor internal dan faktor eksternalnya.

Nah, kalau di organisasi Forsima sendiri kondisinya gimana tuh?

Di FORSIMA (forum studi islam mahasiswa univ. Batam) sendiri sekarang masih kondisinya masih belum bisa dikatakan ideal untuk sebuah organisasi, karena posisinya masih dalam taraf belajar. Maklumlah, usia HMPL masih muda. Belum genap 2 tahun. Jadi masih banyak hal yang harus dibenahi. Misal: sekretariat forsima yg belum jelas dimana, kadang rapat nebeng di sekre BEM, kadang di lap BAsket pasca di gusur nya musola yg kayanya mau di gantikan mesjid mewah di kampusl, kinerja pengurus forsima yang masih belum optimal kaerena keeterbatasan anggota/ SDM, manajemen anggaran yang masih perlu belajar, keuangan yg minim dan masih banyak lagi yang lainnya.

yook bagi yg berminat gabung, bangun bersama forsima yg telah di perjuangkan secara bersama-sama ini 🙂

kalo di HIMAPRODI cakupan nya memang kebidanan saja.. trapi ini merupakan wadah persaudaraan dengan adek-adek tingkat dan teman sejawat sesama jurusan Kebidanan

kalo di BEM, itu organisasi Menyeluruh. paling tidak kita mengerti ttg Kampus, dan kenal dengan pejabat-pejabat tinggi di kampus. karena acara2 di Buat BEM, sedikit banyaknya membuat kita berinteraksi dengan beliau-beliau. kalo soal Pengalaman, jangan di tanya. di BEM ini segudang pengalaman di tawarkan. dan cakupan pergaulan kita nambah LUAS. karena di BEM ini berasal dari seluruh Aspek Jurusan yang ada di fakultas. yang tadinya saya mahasiswi kebidanan jadi kenal dengan anak hukum, anak IT jadi kalo benari / instal leptop gag perlu BAYAR jadi Gratis :D, anak perawat, ekonomi, manajement, sipil, elektro de el el lah 🙂

Tapi ya seperti itulah kehidupan berorganisasi. Ada susahnya, ada senangnya. Susahnya ya pas kayak keadaan di atas. Senangnya, kita bisa dapet pengalaman baru, teman baru, keluarga baru, dapat ilmu baru

Satu trik yang saya peroleh dari pengalaman organisasi, kalau ingin menguji sebaik apakah teman kita, sesolid atau seloyal apakah mereka, maka salah satu caranya adalah dengan mengamati tindak-tanduk mereka dalam berorganisasi. Mungkin kalau boleh saya bilang, kita bisa melihat sifat asli seseorang melalui kehidupan berorganisasinya. Kok bisa?? Ya bisa lahh.

Dalam organisasi kan sering terjadi ketegangan-ketegangan jika ada suatu masalah. Nah, pada saat itulah biasanya emosi dari masing-masing pribadi bermain. Sifat seseorang bisa nampak jelas dari sikap dan perbuatan pada saat ketegangan berlangsung. ! Insyaallah, cara tersebut 99% berhasil dalam mengetes seseorang.Trust me, it works!  Wah, kok serem gitu ya kehidupan berorganisasi? Enggak kok, justru itulah nilai plus-nya. Dinamisasi dalam hidup itu sangat diperlukan, biar gak membosankan. Nah, salah satu jalan untuk mempelajarinya adalah dengan berorganisasi. Keadaan yang dinamis dalam sebuah organisasi sedikit banyak bisa merepresentasikan kehidupan kita nanti. Dengan belajar dari situ, kita terlatih untuk menjadi pribadi yang semakin dewasa sehingga lebih punya kesiapan lebih untuk menyongsong hari esok yang lebih menantang.

banyak tugas kuliah jadi gag sempat mau ikut organisasi, apalagi di kebidanan ada jadwal dinas di rumah sakit, eitttsssss itu alasan klasik ah.. basi.. kalo ada niat ada jalan intinya. sampai-sampai waktu untuk SKRIPSI saya harus saya bagi Dua untuk organisasi. di saat teman-teman di asrama sibuk ngolah data, ngerjain penelitian saya malah sibuk dengan kegiatan MTQ BEM. rapat sana rapat sini. bertemu dengan aktivis-aktivis lainnya mengurangi kepenatan otak saya yg mumet dengan SKIRPSI alhamdulillah endingnya tidak mengecewakan. skripsi saya selesai tepat waktunya, dan acara MTQ berjalan dengan baik, dan tanpa saya lewati sedikitpun momentnya. 

Mau Ujian tengah semester/ Ujian semester jadi pada nolak kalo di ajak pengajian Ahad , atau rapat tentang organisasi. itu JUGA BUKAn alasan untuk menghindari kegiatan di oragnisasi. satu lg pengalaman saya. di saat UAS semester 8 dalam waktu yg bersamaan saya ikut di kemah Juara Rumah zakat 3 hari 3 malam. siang nya saya ujian di kampus. sore, malam mpe pagi saya berada di engku putri menghhadiri kemah juara anak asuh rumah zakat. Alhamdulillah UAS ikut, Organisasi jalan 🙂 walaupun setelah itu saya harus TEPAR di kamar selama 2 hari DEMAM  don’t worry i’am heppy dan banyak hal lagi pengalaman-pengalaman seru yang hanya terjadi di ORGANISASI 🙂 

Plus/minus dalam sebuah organisasi sudah pasti ada. Namun yang terpenting bukanlah keuntungan apa saja yang kita dapatkan atau kerugian apa saja yang telah kita alami dari kehidupan berorganisasi. Tetapi PELAJARAN apa saja yang bisa kita gali dari sana. Saya percaya, dengan berorganisasi kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang secara manajerial dan juga matang secara emosional. Ya minimal, kita dapet 2 hal positif dalam satu aksi. Intinya, ikut organisasi itu gak ada ruginya.

jangan mau jadi mahasiswa/i yang cuma 3 K

-KAMAR

-KAMPUS

-KANTIN 

Terakhir..

Maju terus organisasi-organisasi !

Maju terus pemuda/inya!

Ubah dunia dengan tanganmu!

Belajarlah dari sekarang!

Jadilah aktivis muda!!!

Iklan

Tips Membuat Kehamilan Jadi Menyenangkan


Gambar

Selamat! Akhirnya Anda dinyatakan hamil. Bagi kebanyakan orang, positif hamil merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu semenjak dimulainya ikatan pernikahan. 

Kini saatnya Anda memulai masa 9 bulan yang menakjubkan. Bayangan akan hadirnya anggota baru keluarga dalam 9 bulan ke depan pasti akan membuat Anda dan seluruh anggota keluarga bergembira. 

Hanya saja, terkadang masa kehamilan bisa saja menjadi masa yang tidak menyenangkan karena tubuh Anda mau tidak mau akan mengalami perubahan. Jika mental Anda tidak siap, maka Anda akan merasa berat menjalani masa kehamilan. Berikut ini beberapa tips agar masa kehamilan Anda menyenangkan:
1. Mendekatkan diri pada Allah
Perubahan yang terjadi bisa jadi membuat Anda stress. Anda yang tadinya mobile, kini harus mengerem segala aktivitas. Mungkin Anda tadinya seorang wanita karir yang memutuskan berhenti dari pekerjaan demi menyambut kehadiran si kecil. Semua itu bisa saja membuat Anda stres dan merasa ada yang hilang. Mendekatkan diri pada Allah akan membantu Anda berdamai dengan segala perubahan dan bisa menyikapi segala perubahan dengan lebih menyenangkan.

2. Mengingat bahwa hamil adalah anugerah
Ingatlah bahwa kehamilan Anda adalah karunia yang luar biasa, tidak semua wanita bisa diberikan kesempatan untuk memelihara kehidupan dalam rahimnya selama 40 minggu. Tidak ada anugerah dari Tuhan yang malah menyusahkan umatnya. Apapun kondisi Anda saat hamil, entah itu mual atau bengkak di mana-mana, anggaplah itu sebagai pertanda bahwa Anda adalah wanita pilihan yang diberi keistimewaan.

3. Hamil = sexy
Bentuk tubuh Anda tidak lagi langsing. Itu sudah pasti. Tapi jangan pernah berpikir bahwa Anda kini menjadi tidak menarik. Justru perut yang buncit, pipi yang tembem malah membuat Anda semakin sexy dari sebelumnya. Anda beruntung karena kini telah banyak busana hamil dengan desain modern dan unik, sehingga Anda tetap bisa tampil atraktif walaupun dengan perut membuncit.

4. Hamil = makan time
Selama kehamilan, Anda dilarang keras berdiet (kecuali jika sebelumnya Anda mengalami obesitas atau terkena diabetes). Jadi mumpung sedang hamil, Anda tak perlu merasa bersalah jika menikmati makanan atau kudapan dengan porsi yang agak ekstra dibanding biasanya.

5. Mencari alternatif kegiatan
Jika sebelum hamil Anda termasuk wanita yang banyak melakukan gerakan fisik yang ekstrim, kini saatnya Anda rehat sejenak dan mencari alternatif kegiatan lain untuk menggantikan rutinitas Anda sebelumnya. Mencoba hal baru bisa menjadi sangat menyenangkan. Cobalah memasak, membuat kue, merajut, menulis, menata puzzle, merangkai bunga atau kegiatan apapun yang tidak memerlukan gerak fisik yang berlebihan. Kelelahan akan membuat Anda mudah marah yang nantinya akan berpengaruh pada si jabang bayi.

6. Mempersiapkan nama
Mencari nama merupakan hal yang paling menyenangkan. Sebaiknya jangan tanyakan jenis kelamin bayi Anda pada dokter kandungan, sehingga biarkan itu menjadi kejutan. Kini, Anda harus persiapkan baik nama laki-laki maupun perempuan sehingga saat si dia lahir, Anda tidak perlu lagi kebingungan mencari nama.

7. Belanja perlengkapan bayi
Mengisi kamar dengan perabot dan perlengkapan bayi bisa jadi menyenangkan. Anda pun tidak jenuh karena kini wajah rumah Anda berubah. Percayalah, pernak-pernak bayi yang lucu dengan warna-warni yang ceria akan membuat mood Anda berubah dan semakin excited menanti saat perjumpaan pertama dengannya.

Kehamilan Anda adalah anugerah yang tiada tara. Selamat menjalani masa kehamilan yang menyenangkan…. Ingat lo…not every woman can be pregnant, so enjoy your pregnancy

Beginilah gambaran wanita menggunakan jilbab PUNUK ONTA


Hijab Punuk unta

Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,

1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],

2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.

(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:

Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:

“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.

Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.

Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.

Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.

Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.

Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.

“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.

“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.

“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah:

Pertanyaan :
Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Jawaban :
Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.
Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“
Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161.

Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:

Pertanyaan :
Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Jawaban :
Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.
Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.
Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27:
Pertanyaan:
Apakah boleh kita berkeyakinan tentang kafirnya para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali” (Al-Hadits)?.

Siapa saja yang meyakini akan halalnya hal itu dari kalangan para wanita padahal telah dijelaskan kepadanya [kalau tidak halal] dan diberi pengertian tentang hukumnya, maka ia kafir.
Adapun yang tidak menghalalkan hal itu dari kalangan para wanita akan tetapi ia keluar rumah dalam keadaan berpakaian tapi telanjang, maka ia tidak kafir, akan tetapi ia terjerumus dalam dosa besar, yang harus melepaskan diri darinya dan taubat daripadanya kepada Allah, semoga Allah mengampuninya. Jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosanya itu maka ia berada dalam kehendak Allah sebagaimana layaknya para ahli maksiat; sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48). Selesai. Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27.
Kesimpulan:
Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .
Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.
Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”

[Q.S. Al Hujaraat : 15]
Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?

Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:

“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).

Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya, bahkan tanpa mengenakan sehelai kainpun juga boleh, tidak haram, bahkan berpahala.

doa Robithah pelepas rindu dan semoga Allah selalu mengikat hati kita


Bismillahirahmanirahim…

sakit rindu datang lagi… 
Rindu suasana ukhuwah di pulau
Rindu suasana di asrama bareng teman dan adek-adek asrama

Rindu mau manja-majaan ma aida dan delia

Rindu mau menadah ilmu dengan mba ilin…
Rindu duduk bersama & bergelak tawa bersama wita, salina, aida, yani
Rindu cerita-cerita bareng windy, yanda, dahlia, fenny
Rindu ma ukhuwah di KAMMI Batam bareng mely, nadia, nadra, masita, tika, puri
Rindu dengan kegiatan-kegiatan baksos di Rumah Zakat

Ohh… segalanya galanya aku rindu

Rindunya menikmati manisnya sentuhan tarbiyahmu

Rindunya menghirup semangat bidadari mu

Rindunya bermadu kasih kerana ALLAH denganmu

Rindunya menggapai tanganmu tatkala ku jatuh tersungkur

Rindu pada tangan yang mengesat deraian air mataku tatkala ku jatuh…

Apa khabar kalian di sana?
Bagaimana iman dan perjuangan kalian? Syukurku padaMu ya ALLAH… kerana ENGKAU telah mempertemukan diriku dengan bidadari-bidari yang menjadi nadi kekuatan ku…

Perpisahan ini antara yang paling getir dalam hidupku… berpisah dengan insan insan yang mencorak tarbiyah dan nadi perjuangan… Namun

Ku yakini perpisahan ini adalah sementara sebelum dirimu dan diriku dijemput bertemu dengan KEKASIH AGUNG

Jika ditakdirkan olehNYA tidak bertemu di dunia.. tetapi berjanjilah kita akan saling bertemu di syurga… riang menari dan bernyanyi bersama… menikmati janji ALLAH SWT.. maka terubatlah kerinduanku padamu..
ya ALLAH … jadikanlah kami bidadari syurga!

 

Dalam setiap nadi perjuangan dan doa rabithah ku!

 

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa..

hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihi Mu
Bertemu untuk mematuhi perintah Mu
Bersatu memikul beban dakwah Mu
Hati-hati ini telah mengikat janji setia..
untuk mendaulat dan menyokong syariatMu

 

Maka eratkan lah ya Allah akan ikatannya
Kekalkan kemesraan antara hati-hati ini
Tunjukkanlah kepada hati-hati ini..
akan jalannya yang sebenar
Penuhkanlah piala hati ini..
dengan limpahan iman, keyakinan dan keindahan tawakkal kepada Mu
Hidup suburkanlah hati-hati ini..
dengan makrifat, pengetahuan sebenar tentangMu

 

Jika Engkau mentakdirkan mati
Maka matikanlah pemilik hati-hati ini..
sebagai para syuhada’ dlm perjuangan agama Mu

 

Engkau lah sebaik-baik sandaran..
dan sebaik-baik penolong ya Allah
Perkenankanlah permintaan ini
Amin ya rabbal A’alamin..

 

sahabat semoga kita selalu berada dalam naunganNya..
meskipun jarak,desa,kecamatan,kota,propinsi,negara,benua,bahkan kematian yg memisahkan kita,,
aku percaya kita akan dipertemukkan kembali olehNya,,
karna kita bertemu karna ALLAH dan berpisah jua karna Nya,,
kini kejarlah citamu ,,
gapailah mimpimu ,,
perpisahan bukanlah akhir dr segalanya ,,
tapi perpisahan merupakan awal untuk mencapai apa yg kita inginkan ,,
dan awala bagi pertemuan kita di JANNAH-Nya (amiinn insyaALLAH) ..
tetaplah menjadi 

 yg menyebarkan keharumannya dimanapun kalian berada,,
HAMASAHHHHHHHHH ….. 
 

… dan semoga Allah terus mengikat hati kita dalam cinta hanya pada-NYA…

 

 

dan dengan doa rabithah ini sebagai latar belakangnya…

 

maka tak bisa cegah otak saya melayang mengenang wajah saudara-saudara terkasih. wajah keluarga ku di pulau Batam, fase 2007-2012 saat meniti bersama susah-senang dakwah di Forsima kita…

 

ah, saya jadi mendesah.

 

bertanya-tanya.

 

apa kabarkah?

 

dan saya jadi tertampar sendiri.

 

bukankah tidak ada excuse untuk memutuskan atau melonggarkan tali silaturrahim? bukankah akan terasa kebahagiaanya ketika kita bisa sekedar berjumpa, mungkin takbisa dengar suara, tapi hanya membaca sms, dari teman-teman seperjuangan yang nunjauh di sana, mendapatkan kabar bahwa baik-baik saja, bahwa masih ada keinginan untuk bersua?

 

ah.

 

aku rindu…

 

maka semoga kalian semua tetap terucap dalam setiap doa rabithah yang aku panjatkan setiap harinya… wajah-wajah kalian semua tetap terbayang di pelupuk mata…

 

dan semoga Allah terus ikat hati kita…

Gambar