Asyiknya Jadi Aktivis di Kampus

Just Shareūüôā

Ketika di kampus…

  • Pernahkah kawan disibukkan oleh sesuatu yang bukan karena kuliah?
  • Pernahkah kawan bolos kuliah karena suatu hal kurang penting?
  • Pernahkah kawan merasa fisik kawan drop di kampus tapi bukan disebabkan oleh kegiatan akademis?
  • Pernahkah kawan mengalami yang namanya krisis kepercayaan?
  • Pernahkah kawan dikecewakan sendiri oleh teman baik?

Jadi, apa jawaban kawan atas pertanyaan-pertanyaan di atas??

Kalau saya disuruh menjawab, maka jawaban saya adalah: YA, SAYA PERNAH MENGALAMI ITU SEMUA. Lho, kok bisa?? Di mana mengalaminya?  Di organisasi dong..

Di tahun pertama kuliah saya, sebagian besar waktu saya luangkan untuk organisasi diluar kampus di Rumah Zakat, ikut di setiap acara Baksos (bakti sosial) sebagai tim medis, dari sono saya belajar interaksi dengan masyarakat secara langsung dan mengasah keterampilan men_tensi darah sejak dini di tingkat 1. trus seabrek pengalaman dan JALAN-jalan menjelajahi batam tentunya. kalo bukan karna organisasi belum tentu saya keliling batam dengan gratis + nambah ilmu + nambah UKHUWAH/ persaudaraan. ¬†cz waktu 2007 belum terbentuk LDK (lembaga dakwah kampus seperti forsima sekarang ini ) tahun Ke 4 kuliah baru sibuk ma organisasi dalam kampus BEM, HIMAprodi dan FORSIMA, Kok niat banget sih? Emang apa sih enaknya ikut organisasi? ¬†Salah satu alasan saya ikut organisasi adalah untuk mencari pengalaman. Maklum, pengalaman saya dalam organisasi sangat kurang. Sewaktu SMP dan SMA saya cuma jadi siswa yang SO alias¬†Study-Oriented, tidak pernah ikut kegiatan organisasi. Jadi, di¬†kampus perjuangan¬†inilah saya berusaha “membayar hutang” pengalaman yang telah lalu tersebut.

Kalau ditanya apa enaknya, ya saya jawab enak enak saja. Dalam sebuah organisasi banyaksoftskill yang diasah. , Softskill? Makanan apaan tuh?? Saya juga tidak paham secara mendalam tentang softskill. Yang saya tahu softskill itu adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja atau di manapun kita berada, namun tidak diajarkan di bangku perkuliahan. Gak diajarkan sama dosen di kelas. So, kita harus mencarinya sendiri di luar kelas! #NahLo

Supaya gak bingung, simak dulu deh definisi softskill berikut.

Soft skills merujuk kepada kecemerlangan individu dalam beberapa aspek seperti sikap dan personaliti, kemahiran berbahasa (berkomunikasi), sikap bersopan-santun, memiliki pergaulan yang luas serta bersikap optimis. Soft skills merupakan pelengkap kepada kemahiran lahiriah (hard skills) yang juga merupakan keperluan teknikal untuk mendapatkan pekerjaan. Soft skills dibahagikan kepada dua kategori iaitu kemahiran individu dan kemahiran interpersonal.


Gimana, sudah paham kan tentang softskill?

Kalau gitu kita lanjut ya…

Kembali lagi ke pertanyaan-pertanyaan di awal tadi.

Jika diperhatikan sekilas mungkin seluruh item yang dipertanyakan merupakan hal negatif. Namun kehidupan dalam berorganisasi tidak selalu demikian keadaannya. Semua hal itu tidak mutlak ada di setiap organisasi. Setiap organisasi pasti punya kondisi yang berbeda-beda tergantung dari faktor internal dan faktor eksternalnya.

Nah, kalau di organisasi Forsima sendiri kondisinya gimana tuh?

Di FORSIMA (forum studi islam mahasiswa univ. Batam) sendiri sekarang masih kondisinya masih belum bisa dikatakan ideal untuk sebuah organisasi, karena posisinya masih dalam taraf belajar. Maklumlah, usia HMPL masih muda. Belum genap 2 tahun. Jadi masih banyak hal yang harus dibenahi. Misal: sekretariat forsima yg belum jelas dimana, kadang rapat nebeng di sekre BEM, kadang di lap BAsket pasca di gusur nya musola yg kayanya mau di gantikan mesjid mewah di kampusl, kinerja pengurus forsima yang masih belum optimal kaerena keeterbatasan anggota/ SDM, manajemen anggaran yang masih perlu belajar, keuangan yg minim dan masih banyak lagi yang lainnya.

yook bagi yg berminat gabung, bangun bersama forsima yg telah di perjuangkan secara bersama-sama iniūüôā

kalo di HIMAPRODI cakupan nya memang kebidanan saja.. trapi ini merupakan wadah persaudaraan dengan adek-adek tingkat dan teman sejawat sesama jurusan Kebidanan

kalo di BEM, itu organisasi Menyeluruh. paling tidak kita mengerti ttg Kampus, dan kenal dengan pejabat-pejabat tinggi di kampus. karena acara2 di Buat BEM, sedikit banyaknya membuat kita berinteraksi dengan beliau-beliau. kalo soal Pengalaman, jangan di tanya. di BEM ini segudang pengalaman di tawarkan. dan cakupan pergaulan kita nambah LUAS. karena di BEM ini berasal dari seluruh Aspek Jurusan yang ada di fakultas. yang tadinya saya mahasiswi kebidanan jadi kenal dengan anak hukum, anak IT jadi kalo benari / instal leptop gag perlu BAYAR jadi GratisūüėÄ, anak perawat, ekonomi, manajement, sipil, elektro de el el lahūüôā

Tapi ya seperti itulah kehidupan berorganisasi. Ada susahnya, ada senangnya. Susahnya ya pas kayak keadaan di atas. Senangnya, kita bisa dapet pengalaman baru, teman baru, keluarga baru, dapat ilmu baru

Satu trik yang saya peroleh dari pengalaman organisasi, kalau ingin menguji sebaik apakah teman kita, sesolid atau seloyal apakah mereka, maka salah satu caranya adalah dengan mengamati tindak-tanduk mereka dalam berorganisasi. Mungkin kalau boleh saya bilang, kita bisa melihat sifat asli seseorang melalui kehidupan berorganisasinya. Kok bisa?? Ya bisa lahh.

Dalam organisasi kan sering terjadi ketegangan-ketegangan jika ada suatu masalah. Nah, pada saat itulah biasanya emosi dari masing-masing pribadi bermain. Sifat seseorang bisa nampak jelas dari sikap dan perbuatan pada saat ketegangan berlangsung. ! Insyaallah, cara tersebut 99% berhasil dalam mengetes seseorang.Trust me, it works!  Wah, kok serem gitu ya kehidupan berorganisasi? Enggak kok, justru itulah nilai plus-nya. Dinamisasi dalam hidup itu sangat diperlukan, biar gak membosankan. Nah, salah satu jalan untuk mempelajarinya adalah dengan berorganisasi. Keadaan yang dinamis dalam sebuah organisasi sedikit banyak bisa merepresentasikan kehidupan kita nanti. Dengan belajar dari situ, kita terlatih untuk menjadi pribadi yang semakin dewasa sehingga lebih punya kesiapan lebih untuk menyongsong hari esok yang lebih menantang.

banyak tugas kuliah jadi gag sempat mau ikut organisasi, apalagi di kebidanan ada jadwal dinas di rumah sakit, eitttsssss itu alasan klasik ah.. basi.. kalo ada niat ada jalan intinya. sampai-sampai waktu untuk SKRIPSI saya harus saya bagi Dua untuk organisasi. di saat teman-teman di asrama sibuk ngolah data, ngerjain penelitian saya malah sibuk dengan kegiatan MTQ BEM. rapat sana rapat sini. bertemu dengan aktivis-aktivis lainnya mengurangi kepenatan otak saya yg mumet dengan SKIRPSI alhamdulillah endingnya tidak mengecewakan. skripsi saya selesai tepat waktunya, dan acara MTQ berjalan dengan baik, dan tanpa saya lewati sedikitpun momentnya. 

Mau Ujian tengah semester/ Ujian semester jadi pada nolak kalo di ajak pengajian Ahad , atau rapat tentang organisasi. itu JUGA BUKAn alasan untuk menghindari kegiatan di oragnisasi. satu lg pengalaman saya. di saat UAS semester 8 dalam waktu yg bersamaan saya ikut di kemah Juara Rumah zakat 3 hari 3 malam. siang nya saya ujian di kampus. sore, malam mpe pagi saya berada di engku putri menghhadiri kemah juara anak asuh rumah zakat. Alhamdulillah UAS ikut, Organisasi jalanūüôā walaupun setelah itu saya harus TEPAR di kamar selama 2 hari DEMAM ¬†don’t worry i’am heppy dan banyak hal lagi pengalaman-pengalaman seru yang hanya terjadi di ORGANISASI :)¬†

Plus/minus dalam sebuah organisasi sudah pasti ada. Namun yang terpenting bukanlah keuntungan apa saja yang kita dapatkan atau kerugian apa saja yang telah kita alami dari kehidupan berorganisasi. Tetapi PELAJARAN apa saja yang bisa kita gali dari sana. Saya percaya, dengan berorganisasi kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang secara manajerial dan juga matang secara emosional. Ya minimal, kita dapet 2 hal positif dalam satu aksi. Intinya, ikut organisasi itu gak ada ruginya.

jangan mau jadi mahasiswa/i yang cuma 3 K

-KAMAR

-KAMPUS

-KANTIN 

Terakhir..

Maju terus organisasi-organisasi !

Maju terus pemuda/inya!

Ubah dunia dengan tanganmu!

Belajarlah dari sekarang!

Jadilah aktivis muda!!!

4 thoughts on “Asyiknya Jadi Aktivis di Kampus

  1. Tambahan 1 lg organisasi jgk melatih untuk bisa ngomong di depan umum.alna ngk semudah yng kita bayangkan..
    Cmn itu aja sih tambahan…
    Alna semuanya da di borong kak virda…
    Dan semuanya da jelas….
    Hehehehehehhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s