HAID (MENSTRUASI)

Gambar

Pendahuluan

Menstruasi adalah “tamu bulanan istimewa” bagi setiap wanita di dunia. Haid (Menstruasi) adalah suatu peristiwa yang normal dan sehat, bukan sesuatu yang menakutkan. Biasanya haid pertama (menarrche) dialami wanita pada usia 13 tahun. Menstruasi menandai seorang gadis sudah memasuki usia akil balig dan ia sudah dapat mengandung. Seorang wanita rata-rata mengalami 500 kali haid dalam seumur hidupnya.

Silahkan pilih menu berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang haid/menstruasi :
Pengertian haid
Proses haid
Gejala pra haid
Mengatasi gejala haid
Hal-hal yang harus diwaspadai

Pengertian

Menstruasi adalah suatu proses pembersihan rahim terhadap pembuluh darah, kelenjar-kelenjar dan sel-sel yang tidak terpakai karena tidak adanya pembuahan atau kehamilan.

Usia normal bagi seorang wanita mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya pada usia 12 atau 13 tahun. Tetapi ada juga yang mengalaminya lebih awal, yaitu pada usia 8 tahun atau lebih lambat yaitu usia 18 tahun. Menstruasi akan berhenti dengan sendirinya pada saat wanita sudah berusia 40-50 tahun, yang dikenal dengan istilah menopause.

Setelah mengalami menstruasi biasanya terlihat perubahan fisik seorang wanita seperti pada pinggul dan payudaranya.


Proses Haid

Pada dasarnya, menstruasi adalah kondisi dimana seorang wanita mengeluarkan darah dari vaginanya. Kondisi yang berlangsung secara reguler (rutin) setiap bulannya ini, berawal ketika rahim yang telah matang menyiapkan diri untuk bertemu dengan sel telur (ovum) yang telah dibuahi.

Proses terjadinya menstruasi melibatkan berbagai komponen yang bekerja sinegris. Organ-organ yang terlibat antara lain otak, alat genetalia, cortex ardenal, gandula thyroidea serta sistem lain yang terkait.

Berikut ini proses menstruasi secara lengkapnya:
1. Lapisan sel rahim, yaitu lapisan yang berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita hamil, mulai berkembang dan menebal. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang.
2. Selanjutnya, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba falopi, terus ke rahim.
3. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina.
4. Periode pengeluaran darah ini disebut menstruasi yang berlangsung selama 3 sampai 7 hari. Jarak antara satu haid ke haid berikutnya antara 21 hari sampai 35 hari.
Jika terjadi pembuahan telur oleh sperma, maka menstruasi akan berhenti. Biasanya kita mengansumsikan terjadi kehamilan. Namun untuk memastikannya perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala Pra Haid


Tidak setiap wanita mempunyai keluhan yang sama pada saat menstruasi datang. Ada wanita yang mengeluh merasa lemas, pegal-pegal, pusing, nyeri perut, sampai timbulnya bintik-bintik jerawat yang datang seiring dengan hadirnya si tamu bulanan. Secara kedokteran peristiwa ini disebut Pre Menstrual Syndrome (PMS) Sebenarnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan, selama kondisi tidak terlalu parah dan sangat menyiksa. Kondisi yang kurang fit seperti lemas, pegal-pegal, dan pusing timbul karena tubuh banyak kehilangan berbagai zat bersamaan dengan keluarnya darah pada saat haid.

Asal Muasal Keluhan Ketika Haid:
1. Perasaan tidak nyaman atau dalam istilah medis disebut Pre-Menstrual Syndrome (PMS) diakibatkan oleh keseimbangan hormon yang bergeser
2. Perasaan lemas, lesu, lelah diakibatkan pada saat haid tubuh banyak kehilangan zat besi
3. Rasa sakit selama haid (dismenorrhoe) diakibatkan oleh kontraksi otot rahim.
Gangguan menstuasi lainnya yang sering dialami wanita yaitu terlambat datang bulan atau yang secara medis disebut amenorhoe

Pre Menstrual Syndrome
PMS (pre menstrual syndrome) atau gejala pre-menstruasi, dapat menyertai sebelum atau saat menstruasi. Antara lain:
1. Perasaan malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah.
2. Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam.
3. Emosi menjadi labil. Biasanya kita mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan-perasaan negatif lainnya.
4. Mengalami kram perut (dismenorrhoe).
5. Kepala nyeri.
6. Pingsan.
7. Berat badan bertambah, karena tubuh menyimpan air dalam jumlah yang banyak.
8. Pinggang terasa pegal.
Nyeri Haid (dismenerrhoe)
Beberapa perempuan mengalami sakit atau kram di daerah perut bagian bawah saat haid berlangsung, bahkan ada yang sampai pingsan karena tidak dapat menahan sakit. Keadaan tersebut tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari kita.
Nyeri haid ada dua macam:
1. Nyeri haid primer, timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. Tepatnya saat lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid ini normal, namun dapat berlebihan bila dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan.
2. Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista/polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang dapat mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.
Akan tetapi, nyeri haid (dismenorrhoe) juga bertanda positif. Artinya jika seorang wanita mengalami nyeri pada siklus haidnya itu merupakan siklus ovulatoir atau siklus subur. Jadi wanita tersebut mempunyai kemungkinan cukup besar untuk mempunyai anak. Biasanya nyeri saat haid akan berkurang/hilang setelah seorang wanita melahirkan anak.
Terlambat Datang Bulan (amenorrhea)
Ada dua jenis amenorrhea yaitu primer dan sekunder. Amenorrhea primer adalah kejadian dimana seorang wanita yang sudah berusia sampai 18 tahun belum juga mengalami haid. Hal tersebut disebabkan oleh terhambatnya perkembangan pubertas, tidak terbentuknya hormon atau tidak terbentuknya sel telur.

Sedangkan bila perempuan tidak mendapatkan haid selama 3-4 kali semenjak haid terakhir, gejala itu disebut amenorrhea sekunder. Penyebabnya adalah penurunan berat badan yang drastis, olahraga yang berlebihan, stress atau depresi, kehamilan, efek dari obat tertentu dan tumor. Apabila terjadi kondisi seperti ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mengatasi Gejala Haid

Cara mengatasinya adalah:
1. PMS dan dismenerrohoe bisa dikurangi dengan meningkatkan kadarserotin, yaitu dengan cara banyak mengkonsumsi karbohidrat (nasi, singkong, roti).
2. Lemas, pusing dan gejala anemia dapat diatasi dengan meningkatkan asupan zat besi. Caranya banyak-banyaklah mengkonsumsi sayuran hijau (daun singkong, kangkung, katuk, bayam, dll). Susu juga dapat meningkatkan zat besi dalam tubuh.
3. Mengkonsumsi suplemen penambah darah juga bermanfaat dilakukan saat menstruasi.
4. Kurangi komsumsi garam.
5. Asupan protein (daging, ikan) dan vitamin B12 perlu untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
6. Lesu dan tidak bergairah dapat diatasi dengan vitamin C (jeruk)
7. Air dan minyak penghangat bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri (kram perut).
8. Bila penghangat dirasa tidak cukup ampuh, parasetamol bisa digunakan asal dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari.
9. Konsultasikan dengan dokter apabila keluhan dirasa sangat mengganggu.

Roti, Singkong, Nasi

Sayuran hijau, Susu

Daging, Ikan

Jeruk (Vitamin C)

Hal-hal yang harus diwaspadai


Waspadailah bila kita menemukan hal-hal ganjil yang mencurigakan seputar haid. Tanyakan dan mintalah pertolongan dokter bila Anda mengalami hal-hal sebagai berikut:
1. Apabila menstruasi yang pertama (menarche) mulai keluar sebelum usia 8 tahun, atau belum mengalami menstruasi setelah usia melewati 18 tahun.
2. Apabila siklus menstruasi kurang dari 14 hari, atau lebih dari 35-40 hari sekali.
3. Apabila lamanya menstruasi lebih dari 14 hari.
4. Apabila volume darah haid sangat banyak (ganti pembalut 10 kali per hari).
5. Sakit perut sampai tidak bisa mengerjakan aktivitas sehari-hari atau bahkan sampai pingsan. Atau jika rasa nyeri itu semakin lama semakin bertambah intensitasnya.
6. Muncul noktah darah (spotting) di antara dua siklus haid.
7. Warna darah kelihatan tidak seperti biasanya, menjadi lebih kecoklatan atau merah muda segar atau kalau darah mens keluar sampai bergumpal-gumpal.
8. Darah mens berbau anyir, bahkan berbau busuk.

Penutup


Menstruasi terjadi hampir setiap bulan terhadap sebagian besar perempuan. Itulah sebabnya mengapa ia sering disebut tamu bulanan. Jika kita telah mengetahui seluk-beluk tentang haid, tentunya kita tidak akan risau lagi menghadapinya. Haid adalah proses alamiah, yang menjadi kodrat seorang wanita. Haid bisa menjadi salah satu tolah ukur kesuburan seorang wanita. Jagalah selalu kesehatan reproduksi Anda untuk menciptakan generasi yang baik di masa yang akan datang. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s