Tanya Jawab Psikologi Muslimah

Gambar

Bismillaah…

Judul Buku: Tanya Jawab Psikologi Muslimah

Penulis : dr. Sa’ad Riyadh

Penerbit : AQWAM Jembatan Ilmu

 

 

*

 

Al-Quran menaruh perhatian terhadap wanita di berbagai perannya, baik sebagai ibu, istri, saudari, anak, penguasa, istri penguasa, istri nabi, wanita miskin yang mengajukan gugatan atas suaminya, puteri kecil yang dikubur hidup-hidup, dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa wanita adalah ciptaan Allah yang perlu dimuliakan dan dijaga.

Wanita dan pria merupakan dua bagian manusia yang saling terkait. Meski kaum lelaki menciptakan berbagai karya besar di bidang seni dan ilmu pengetahuan, namun wanitalah yang melahirkan dan mendidik orang-orang besar itu.

Berdakwah; Tugas Pria, Wanita, Ataukah Tugas Bersama?

قُـلْ هـٰـذِ هِى سَبِيْـلِى اَدْ عُوا إِلَى اللهِ عَلـٰـى بَصِـيْرَةٍ اَنَاە وَمَنِ اتَّبَـعَنِى وَ سُبْحَنَ اللهِ وَ مَآ اَنَاە مِنَ

المُشْرِكِيْـنَ

“Katakanlah, ‘inilah jalanku,aku dan orang-orang yang mengikutiku untuk mengajak kamu kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Mahasuci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”

(Q.S. Yusuf: 108)

Menurut tafsir ayat ini, berdakwah adalah jalan Rasulullah dan pengikutnya. Dan, pengikut Rasulullah meliputi laki-laki dan perempuan. Kata (مَـن) dalam ayat di atas mencakup semua yang berakal, dan wanita termasuk di dalamnya.

Wanita di zaman Rasulullah sejajar dengan kalangan pria. Mereka ikut peperangan dengan tugas memperban korban yang terluka, menyiapkan makanan, membawa air, merawat pasukan cedera, bahkan ada yang turut berperang, seperti Nasibah binti Ka’ab saat Perang Uhud, ia  membela Rasulullah dengan pedang.

Dikisahkan pula dalam sejarah shahabiyah, di mana tercatat nama seorang wanita yang memiliki mahar paling mulia—mengeluarkan seseorang dari kekufuran menuju keimanan—ialah Ummu Sulaim binti Malhan, wanita yang memiliki kekuatan rihiyah dan dzatiyahyang luar biasa. Ketika Abu Thalhah meminangnya, Ummu Sulaim  berkata: ” Demi Allah, lelaki sepertimu ahai Abu Thalhah, tidaklah tertolak. Hanya saja, engkau orang kafir sementara aku wanita muslimah. Dan aku tidak boleh menikah denganmu. Bila engkau masuk Islam, maka itulah maharku dan aku tidak akan meminta selain itu darimu.”

Subhanallah!

 

Buku ini memuat 133 tanya jawab persoalan wanita dari anak-anak hingga lanjut usia. Berikut akan Saya paparkan sedikit tentang persoalan-persoalan yang dibahas:

1. Masa Kecil Permpuan: Khitanan Anak Perempuan

Tanya:

“Saya memiliki anak perempuan berusia tujuh tahun. Salah seorang kerabat menyarankan agar anak Saya dikhitan. Bagaimana menurut Anda pengaruh khitan terhadap kepribadian dan masa depannya dari sisi psikologi?”

Jawab:

Khitan bagi anak perempuan (clitridectomy) adalah memotong sebagian kulup yang menutupi klitoris (alat reproduksi kecil yang ada di atas liang vagina). Bagian ini berperan penting, yakni membuat wanita merasakan orgasme dan kenikmatan dalam berhubungan intim. Khitan untuk anak perempuan beda jenis dan efeknya.

Pandangan sejumlah ahli fikih mengenai hal ini:

  • Khitan hukumnya sunah bagi laki-laki dan perempuan. Pendapat ini dikemukakan Imam Malik dan Imam Hanafi. Diriwayatkan oleh Abu Hanifah,”khitan sunah, tidak wajib.”
  • Khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan. Ini pendapat Imam Syafi’i dan sebagian besar ulama.
  • Khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan sunah bagi perempuan. Pendapat ini dikemukakan sebagian murid Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

Pendapat penulis—dr. Sa’ad Riyadh— tentang hal ini:

Khitan tidak membahayakan selama dilakukan dengancara yang diperbolehkan. Ini tidak merendahkan wanita dan tidak berpengaruh terhadap hubungan seksnya kemudian. Di samping itu, persiapkan mental anak ketika akan dikhitan; tidak dipaksa, tidak ditakut-takuti dan berdasarkan konsultasi dokter. Di satu sisi mungkin sebagian wanita tidak membutuhkan khitan; di sisi lain, sebagian wanita mungkin membutuhkan khitan karena hal ini dapat memperngaruhi kehidupann seksnya kemudian hari.

2. Masa Kecil Perempuan: Perkembangan Anak Laki-Laki dan Perempuan

Tanya:

“Saya ingin tahu, sejak usia berapa terjadi perbedaan antara laki-laki dan perempuan? Apa saja perbedaan pokok di antara keduanya?”

Jawab:

Struktur fisik wanita berbeda dengan struktur fisik pria; dari bentuk fisik, hormon, dan struktur biologisnya. Secara psikologi dan sosial, mungkin tidak terjadi perbedaan anatra anak laki-laki dan perempuan pada masa kecil.

Perbedaan baru terjadi saat anak berusia 9 tahun hingga usia baligh. Setelah berusia 10 tahun, pergaulan dan tempat tidur antara laki-laki dan perempuan harus dipisahkan karena mereka telah memiliki batasan, kewajiban, dan peran berbeda. Orang tua harus memberikan pemahaman akan batasan berinteraksi dan juga memberikan pengertian bahwa Allah memberikan kepada masing-masing—laki-laki dan perempuan—kelebihan dan kekurangan untuk saling melengkapi.

3. Gadis Remaja: Peran Ibu Pasca Baligh

Tanya:

“Saya memiliki anak gadis remaja, sudah ada tanda-tanda baligh pada dirinya. Hal apa saja yang harus Saya lakukan kepadanya dalam tahapan ini?”

Jawab:

Saat melihat tanda-tanda baligh pada anak, ibu harus melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan anak secara bertahap
  2. Anda harus menenangkannya ketika ia melihat darah di pakaiannya dan memberitahukannya bahwa itu takdir Allah untuk semua wanita. Beritahukan juga bahwa mulai saat itu, ia adalah wanita yang matang sempurna, sudah baligh, siap menikah, dan wajib menunaikan seluruh kewajiban Islam
  3. Menjelaskan kepada anak bahwa darah tersebut akan datang setiap bulan dalam jangka waktu 4 hingga 7 hari
  4. Mengajarinya menggunakan pembalut
  5. Menjaga daerah kemaluannya secara kontinu serta sering mengganti pembalutnya untuk menjaganya dari peradangan kulit dan bakteri. (tambahan dari Sanggemintang): Anjurkan anak untuk menggunakan pembalut herbal, yang terbuat bukan dari kertas bekas—layaknya pembalut yang beredar luas di pasaran—karena selain dilengkapi dengan zat terapi, pembalut herbal dianggap lebih aman dalam pencegahan kanker serviks :) )
  6. Memberitahukan kepada anak bahwa darah yang keluar adalah najis yang menghalangi shalat dan puasa. Ia juga tidak diwajibkan meng-qadha shalat yang ditinggalkan, sementara puasa Ramadhan yang ditinggalkan harus di-qadha
  7. Jangan mengkonsumsi pil penunda menstruasi khususnya bulan Ramadhan karena dapat memperngaruhi keseimbangan hormon
  8. Tidak menyentuh mushaf saat haid. (tambahan dari Sanggemintang: Untuk hal ini, perkenalkan kepada anak pada perbedaan-perbedaan pendapat tentang boleh-tidaknya berinteraksi dengan Al-Quran—termasuk memegang mushaf—ketika haid)
  9. Memberitahukan pada anak bahwa siklus bulanan biasanya disertai rasa sakit pada perut, punggung, dan kaki. Ia juga akan merasa mual dan kadang disertai muntah. Ajari ia mengkonsumsi minum-minuman hangat, seperti: kayu wangi, susu, dan  lainnya.
  10. Pada kondisi tertentu, anak akan merasakan sakit pada bagian perut sembari mengeluarkan darah kira-kira sepuluh hari pasca erakhirnya siklus bulanan. Hal itu disebabkan pembentukan sel telur bulanan; itu tidak perlu dikhawatirkan.
  11. Anak perlu diberi dorongan moriil dan materiil agar merasa lega dan tenang dalam menjalani kondisi-kondisi barunya.

4. Gadis Remaja: Pentingnya Jilbab

Tanya:

“Usia berapakah seorang gadis seharusnya mengenakan jilbab? Bagaimana cara Saya mendidiknya agar senang mengenakan jilbab?”

Jawab:

Jilbab itu wajib, bukan formalitas atau penampilan yang bisa dipilih. Permasalahannya, wajibkah anak mengenakan jilbab? Tentu tidak, jilbab mulai wajib dikenakan ketika anak memasuki usia balig. Anak bisa dilatih berjilbab sejak usia 9 atau 10 tahun.

Awal mengenakan jilbab bisa dimulai dengan motif dengan penutup kepala yang berbentuk indah warna-warni, dan menawan. Tahap selanjutnya, kita beritahu anak dengan tenang dan membuatnya merasa yakin akan pentingnya berjilbab. Juga, jelaskan bahwa jilbab ajan menjaga dan memelihara kecantikannya dari orang yang bermaksud jahat.

Jika masa jilbab tiba, penutup kepala itu diubah menjadi jilbab syar’i yang menjaga dirinya agar tidak terjatuh dalam hal yang membahayakan agama dan dunianya. Ada beberapa penjelasan yang bisa disampaikan terkait manfaat jilbab:

  1. Menjaga diri dari laki-laki hidung belang yang senantiasa mengintai
  2. Menjaga dari gangguan setan
  3. Agar bisa menjauhi kemaksiatan dan menambah keimanan
  4. Allah mewajibkan jilbab kepada semua wanita
  5. Jilbab adalah keindahan dan hiasan yang hanya bisa dimengerti oleh orang yang berakal
  6. Jilbab akan menjaga kemuliaan dan harga diri wanita
  7. Saat mengenakan jilbab, wanita akan menajdi teladan bagi wanita lain. Ia akan mendapatkan pahala
  8. Membuatnya aman, tenang dan terhormat di tengah-tengah masyarakat

5. Wanita, Pria, dan Pernikahan: Wanita Karier

Tanya:

“Adakah perbedaan antara wanita karier dengan ibu rumah tangga dari sisi kemampuan?”

Jawab:

Sebagai pengetahuan, wanita mesir mulai bekerja di luar rumah kira-kira pada paruh kedua abad 20. Sebelumnya, kegiatan ini dianggap sebagai sifat buruk pria yang mengizinkan istrinya bekerja.

Menurut Islam, wanita tidak dilarang bekerja. Dalam Al-Quran disebutkan: “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nahl: 97)

Adapun syarat-syarat wanita bekerja di luar rumah adalah sebagai berikut:

  1. Niat mencari ridha Allah
  2. Berperilaku sopan, menjaga identitas muslimah serta mengenakan pakaian islami
  3. Batasi hubungan sosial terhadap rekan-rekan kerja sesuai syariat
  4. Tidak menjadikan kerja sebagai alasan untuk melalaikan tugas rumah tangga dan kewajiban merawat anak
  5. Pilih pekerjaan yang tidak terlalu berat dan hindari banyak madharat-nya


6. Wanita, Pria, dan Pernikahan: Peran Wanita di Masyarakat

Tanya:

“Apa dan bagaimana peran wanita di masyarakat?”

Jawab:

Wanita adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipisahkan dari berbagai problematika sosial yang dihadapi masyarakat. Wanita dalam hal ini harus mencermati berbagai permasalahan masyarakat yang ada dan memilih peran di sana.

Berikut ini adalah berbagai masalah masyarakat yang memerlukan  peran serta wanita:

  • pemberantasan buta huruf
  • pemberantasan buta Al-Quran
  • pengangguran
  • perang melawan gerakan anti-jilbab
  • KDRT dan perceraian
  • eksploitasi anak
  • dan masalah-masalah lain

Untuk itu, wanita harus banyak membaca, belajar, dan mencermati lingkungannya. Sebab, wanita ibarat guru yang mengajari anak-anaknya. Bila gurunya tidak terpelajar, maka kelak ia akan mencetak generasi cuek dan individualis.

*

Ya itulah sebagian tanya jawab dalam buku yang terdiri dari 5 bab dan membahas problematika di tiap tahapan kehidupan seorang wanita, mulai dari anak hingga ketika berusia senja. Bacaan ringan tapi bermanfaat untuk mengisi waktu istirahat Anda:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s