Jadilah Bagian Dari Orang-orang Yang Terpilih

-eramuslim-

“Kamu tahu siapakah penghuni surga itu?”

“Tidak!” Jawabku.

“Lihatlah mereka yang berjalan memenuhi panggilan adzan untuk rukuk dan sujud kepada Tuhannya. Mereka mengabaikan aktivitasnya meskipun aktivitas tersebut dapat memberikan dunia yang berlimpah.”

Di usia senjanya semangat untuk menjadi muslim yang kaffah semakin kental pada dirinya. Rambut putih yang tumbuh di kepala tidak menghalangi dirinya untuk bersujud di barisan pertama disetiap waktu adzan dikumandangkan.

“Shalat berjamaah warisan nabi dan sahabat. Di dalamnya penuh dengan ruh dan kekuatan umat islam. “

Saya mendengarkan nasihatnya dengan seksama. Suaranya yang tenang dan terdengar sejuk menusuk qalbu. Sinar wajahnya sangatlah tampak sebagai akibat cucuran air wudhu yang sering membasuhi wajahnya.

“Nak, semua muslim itu Insya Allah shalat. Tapi, shalat berjamaah itu pilihan. Tidak semua orang terpanggil untuk melaksanakannya. Bahkan, ada sebagian manusia yang enggan untuk dipanggil untuk memenuhi seruan muadzin. Nasihatku untukmu jadilah bagian dari orang-orang yang terpanggil meski terkadang hatimu enggan untuk memenuhinya.”

Bergetar hati ini mendengar nasihatnya. Ada sebuah dorongan di kedua pelupuk mata ini yang memaksa untuk keluar namun aku tahan.

“Nak, tahukah kamu bahwa umar pernah mewakafkan kebunnya kepada Nabi? Kala itu Umar sedang sibuk berkebun hingga ia tertinggal shalat ashar berjamaah. Perhatikanlah, para sahabat nabii akan mengorbankan dunia untuk akhiratnya. Tapi kamu lihat juga manusia-manusia saat ini. Berapa banyak dari mereka yang mengorbankan akhirat untuk dunianya.

Banyak orang sibuk mengerjakan aktivitasnya dengan mengabaikan shalat di awal waktu. Padahal shalat berjamaah itu adalah bukti kepatuhan kita kepada Allah Azza Wajalla.”

“Terima kasih atas nasihatnya. Apa yang Bapak sampaikan sangat membekas di hati saya.”

“Jadilah bagian dari orang-orang yang terpilih itu. Karena mereka itu sedikit sekali jumlahnya.”

Setelah mengucapkan salam kami pun berpisah di persimpangan jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s