Ketika Kita Tak Bertumbuh Sama..

 

Meski dalam satu tempaan. Meski dalam satu halaqoh, Meski dalam satu suasana tarbiyah. Murabbi kita sama, atau mungkin murabbimu jauh lebih tinggi kualitasnya dari murabbi saya, tetap akan melahirkan kualitas yang berbeda. Tidak semua kita bertumbuh dengan sama meski dalam bimbingan yang sama. Apa salahnya? Di mana kenanya?

Dalam buku Iman dan Mahabatullah Ustadz Cahyadi Takariawan mencontohkannya dengan indah soal ini.

“Taruhlah kita menanam sebuah tunas pohon di dua tempat. Jenis pohonnya sama, pemberiaan pupuknya sama, kedalaman cangkulnya sama dan kualitas tunasnya juga sama. Namun ternyata kedua tunas itu tumbuh secara berbeda. Pohon yang satu begitu cepat tumbuh dan segera berdaun rimbun serta berbuah lebat, sedangkan pohon yang lainnya tumbuh juga tetapi begitu lambat, daunnya tidak begitu rimbun dan buahnya pun hanya muncul satu dua. Mengapa bisa terjadi? Karena kualitas tanahnya memang berbeda. Tanah yang satu subur hingga mudah menumbuhkan dan menyuburkan tanaman, sedangkan yang lain gersang hingga tidak menumbuhkannya dengan baik.”

Begitupun hati kita. suasana tarbiyah yang sama belum tentu melahirkan kader yang sama kualitasnya. Tergantung bagaimana hatinya. Hati yang subur dan baik dapat menerima nasehat dengan baik dan melahirkan amal shaleh, sementara hati yang gersang sulit menumbuhkan amal shaleh, seperti masuk dari telinga kanan lalu keluar ke telinga kiri. Bahkan ada yang bandel kayak Bani Israel.

Agar kita bisa bertumbuh secara bersama, bisa menerima nasehat dengan baik, lalu melahirkan amal shaleh dengan baik juga, maka kita harus memperbaiki hati. membeningkannya dari noda dan kotoran hitam dosa kita sehari hari. Ibarat tanah yang subur yang bisa menumbuhkan beragam tanaman.

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (HR. Al-Bukhari)

Jika hati kita masih bernoda, tentu ini akan menyulitkan kita dalam menerima nasehat, hati semakin sempit dan membuat pikiran kita juga ikutan sempit dan pastinya akan menghambat kita dalam melakukan amal shaleh. Jangan sampai hati kita menjadi laksana tanah yang gersang, yang bahkan sampai tidak bisa menumbuhkan tanaman seperti padang pasir yang tandus.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita hati yang selamat (qalbun salim) karena Allah hanya menerima hati yang selamat,

“…(yaitu) pada hari di mana tidaklah bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” (Asy-Syu’ara: 88-89)

Mari selalu membeningkan hati, agar cahaya ilahi dapat menyinari hati..

2 thoughts on “Ketika Kita Tak Bertumbuh Sama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s