Alternatif Jawaban dari Allah…

Apa cita-cita mu?

Pertanyaan itu sekarang mulai mengganggu lagi didalam benak , apakah aku sudah menjadi apa yang aku inginkan? Apakah sudah sesuai dengan cita-cita waktu itu? Apakah aku sekarang adalah gambaran dari imajinasi ku saat itu?
hahahahhahahhaha dan hanya terus bisa tertawa.

Waktu itu aku perhah menjawab, aku ingin menjadi presiden? Apa iya aku sekarang sudah menjadi presiden? Waktu itu aku juga pernah menjawab menjadi dokter? Apakah aku sekarang sudah menjadi dokter? Dan yang paling gila waktu itu aku menjawab, aku ingin menjadi tukang potong rumput karena melihat tetangga yang sedang merapikan halamannya, namun apakah aku sudah menjadi tukang potong rumput?  hee

Inilah kehidupan, cita-cita waktu kecil, kini tinggallah sesuatu yang patut ditertawakan..

Cita-cita itu lucu, cita-cita itu menggelitik dan cita-cita itu mampu dengan mudah mengeluarkan tawa..

Anak kecil yang polos selalu berkata jujur didalam setiap mengungkapkan keinginannya, EeeHhhh jadi waktu masih kecil aku polos dan jujur dong ya? heee kayaknya sih enggak… [sambil ngaca]

Ok, menjalani kehidupan tidak sesuai cita-cita itu sangatlah biasa sekali di Indonesia ini, malah bisa di bilang 90% cita-cita anak Indonesia tidak bisa terwujud.. aduhhhh duhhh ngenes sekali yak lo memang bener itu anggka persenannya ga ngawur  hee

Berapa ribu anak Indonesia yang punya keinginan menjadi pemain sepak bola hebat, namun apakah fasilitas di negara kita sudah memadai? Jangankan fasilitas waktu buat menyalurkan hobi aja harus dijual kok demi uang recehan.. klo ga di jual ya ga bisa makan  #tragis

Kasus lain..

Berapa ribu anak Indonesia yang ingin menjadi pilot, dokter, polisi atau menjadi pejabat-pejabat pemerintah yang hingga detik ini saya tidak tau mengapa cita-cita selalu identik dengan profesi atau jabatan.. [bingungggggg… ]

Jadi polisi itu enak kakkkaakkk tiap kali ada yang salah kita dikasih dwit.. jadi dokter itu enak kakkkakakk setiap ada yang butuh surat dokter dikasih dwit.. jadi pilot itu enakk kakakakk bias terbang kemana aja seperti elang… alias lupa daratan…

Mencari kambing hitam itu sangat mudah, menyalahkan sistem, fasilitas dan tentu saja pemimpin bangsa ini, bagaimana mungkin bisa berubah kalau yang dilihat hanya keburukan saja?

Mental.. Moral.. kemana mereka pergi?? Mereka ke negri sebelah kakakkk… karena di negri sebelah hukum lebih adil.. jangankan nyolong sandal meludah sembarangan aja dapet hukuman..  heee
*lirik negara sebrang batam 

Coba deh dibandingin ama republik ini.. memang “Adil itu tidak berarti sama” namun apa sih sulitnya melakukan evaluasi jika dirasa masih banyak kekurangan dengan yang ada sekarang?

Sulit kakkkakkk ruang rapatnya tidak nyaman, banyak banget yang musti dikerjakan, gajinya terlalu dikit..

Hallooooo…

Mereka dipilih bukan di lotre.. mereka dipilih ya karena mereka dirasa mampu untuk mengatasi permasalahan yang ada ini..

Aduhh ini tulisan apa? kacaunya super parah..

Udah random ga beralur lagi.. heee

Tapi ga apa-apalah namanya juga belajar menjadi penulis… kan kan jadi ketahuan deh klo cita-citanya sekarang jadi penulis.. :p

Bukannnn itu masalahnyanya…

kayak kisah ku neee… dari mulai kelas 1 SMA udah meng-gembar-gemborkan kesana-kemari tentang ingin jadi apa nanti setelah kuliah…. pada awalnya tetarik banget jadi guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) karena masih labil, lihat anak-anak yg rada “unik” jadi pengen kenal mereka lebih dekat. tapi orang Tua melarang keras, karena alasan mereka tempat kuliah nya jauh di pulau jawa, gag punya keluarga di sana. dan akhirnya cita-cita tersebut di kubur dalam-dalam. trus beralih ke profesi GURU TK karena melihat tetangga yg profesi nya guru TK, kerja nya enak nyanyi-nyanyi doank. pergi jam 8 pagi ntar pulang jam 12 siang… huaaaaaaaaaaaaaa enak yaaa ngebayangin kerja sesingkat itu.. awet mudaa pulaa karena tiap hari gaulnya sama anak TK, nyanyi, ketawa, senyum selalu, maen….  alhasil sampe kelas 3 SMA kalo di tanya mau kuliah dimana, selalu jawabannya di PGTK UNJA.

tapiiii, pada kenyataan setelah coret-coret baju SMA, orang Tua menyarankan kuliah di Kesehatan,, hahahhaahahaha pupuslah sudah harapan jadi guru TK.
awalanya menjalani kuliah jadi penolong orang bersalin ini ogah-ogahan…. tapi mengingat, menimbang dan memutuskan bahwa ibu telah berkorban materi dan perasaan, masak sih aku harus menyia-nyiakan amanah mereka.. dengan mengumpulkan semua semangat dan motivasi, aku selesaikan kuliah di “pulau” selama kurang lebih 4 tahun.
ternyata walau pun tidak bisa jadi guru TK, tapi melalui ilmu kesehatan, aku juga bisa merasakan jadi guru TK, berinteraksi dengan anak-anak TK lewat penyuluhan kesehatan🙂

untuk pertama kalinya pengalaman berbicara di depan anak TK kurasakan ketika tgl 27 juli 2011 di panti asuhan taman belajar di daerah tanjung Uma Batam. di situ jadi team penyuluhan cara gosok gigi yang benar, di tambah penimbangan berat badan, periksa gigi dan pemberian vitamin.
rasa nya ngomong di depan anak TK?????? huaaaaaaaaaaaaaaaaa nerves jugaaa ternyata.. tetap aja grogi dan kringatan. mana mereka pada bengong diam seribu bahasa. jadi salah tingkah waktu ngasih penyuluhan…^_^

 

trus di masa kerja sekarang ini, kebetulan di tempat ku kerja ada program setiap bulan untuk mengadakan penyuluhan di panti sosial asuhan anak alyatama di daerah talang bakung yang di bawah naungan Departemen Sosial Republik Indonesia., hari ini Selasa 20 Maret 2012, Team RST Insan Madani memberikan Penyuluhan perdananya dengan Materi “ ” cara mencuci tangan yang baik dan benar menurut kesehatan dan menurut Rasulullah SAW. di Panti Sosial Asuhan Anak Alyatama” . dan nanti setiap Bulan nya akan ada Materi-materi yang berbeda yang akan di sampaikan oleh team RST kepada anak-anak di sini.  
kesannya nya????? sama jugaa sech.. tapi ini lebih aktif daripada yang di batam duluuu… pas di duruh tepuk anak sholeh, pada semangat… ada yang berani maju kedepan juga untuk mempraktekin cara cuci tangan yang telah di ajarkan ^_^

olehkarena itu judul dari postingan ini alternatif jawaban dari ALLAH, karena walaupun dak jadi guru TK tapi bisa merasakan berdiri menyampaikan”sesuatu” di depan anak-anak TK🙂

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah Al-Baqarah ayat 216 )
 

Ketika hidup mu tidak sesuai harapan atau cita-cita mu waktu kecil jangan bersedih kemudian putus asa 

Kehidupan tidak kenal naskah skenario yang harus kamu perankan, jadi wajar sekali kalau kenyataan tidak sesuai harapan.

Jalani dengan senyuman nikmati dengan kebahagiaan🙂

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s