Sejak ada mereka… karna mereka Amanah …


Heiii.. udah lama gag di apdet blog jadi baru sekarang bisa di ceritain disini.. tpi kalau di FB di apdet terus kok.. karna bawaan lupa (lupa pasword blog 😀 ) dan sinyal di bohok *tempat tinggal baru* yang rada susah kalau mau posting di blog.. tidak sesempurna di TAC ini sinyal modem nya..

Mau menceritakan tentang aktivitas yang udah 2 bulan ini di lalui indah, seru, naluri keibuan nya jd keluar semua..  kalau di rumah TAC punya anak sih .. Raihan dan abid, tpi naluri keibuan nya dak keluar seperti aku punya tasya dan mega ini. cz si raihan sama seperti ku, hobinya ngemil tekwan dak suka yg lain, jd dak semangat mau buat apa-apa.. dak ada yg makan -_-, kalau ayah ibu itu makanan nya terbatas, cz penderita darah tinggi, kolesterol.. kalau aneh-aneh makanan nya bisa sakit. jd yang di makan cuma yg di rebus dan santan nya sedikit, goreng-goreng di kurangi.. nah kalau ABID.. masih bayi.. cuma doyan susu dan bubur 😀

2 bulan ini *hampir , di bohok aku punya 2 anak asuh, titipan donatur sih, mereka yang ngebiayain, aku yang mengasuh 😀 , lumayan dapat anak cewe yang bisa diandalkan kalau sakit * eh ..
emang dari dulu niat banget punya saudara cewe, anak asuh cewe cz sampe 24 tahun ini selalu di besarkan  di lingkungan yang penuh laki-laki, yang ngebuat aku sedikit rada-rada tomboi *kata orang ,, padahal jilbab udah lebar gini, di bilang perkasa tp sakit-sakitan juga … daya sistem imunnya jempol kebawah 😀 , tp selalu punya semangat untuk jd yang bermanfaat lah *positf feelling dan positif thingking 🙂

ayoook balik lagi ngebahas si Mega dan tasya..
Tasya, lengkapnya Nhatasya Juwitri 11 tahun yang merupakan anak putus sekolah, korban perceraian juga, dan banyak kisah trasgis sih kalau di ceritain, nanti yang baca pada mewek pula :p jd tidak perlu di uraikan lah.. dan sampailah di mana pas teman kantor survei dan keluarga nya setuju si tasya melanjutkan sekolah lagi dan tinggal di rumah terpadu insan madani bareng virda 🙂

tepat nya 5 oktober 2013 dia sudah dalam dekapan virda dan insan madani jambi ….

ini hari pertama tasya setelah 3 tahun terombang ambing sekolah nya.. SD insan madani kelas 3

ini hari pertama tasya setelah 3 tahun terombang ambing sekolah nya.. SD insan madani kelas 3

trus seminggu kemudian baru dapat mega, ini hasil survey salah satu guru Sd insan madani juga, korban putus sekolah dan perceraian. tepat 14 Oktober 2013 Mega juga resmi dalam dekapan virda dan menjalani aktivitas nya sbagai siswi SD kelas 3 dan santri di TPA kalau sore bareng tasya..

Mega astuti

Mega astuti

nah sejak mereka ada, aku nya jd betah di dapur, rajin kreasi makanan.. bakat nya sudah ada dari duu, tinggal di asah-asah saja.. untuk ada mereka, tempat menyalurkan naluri heheheh… karna mereka berhak bahagia juga 🙂

ini hasil kreasi selama 2 bulan ini .. lumayan asah-asah biar siap nanti kalau sudah punya anak sendiri.. dan bisa membahagiakan yg benar-benar dari rahim sendiri … untuk semnetara bahagian mereka di jalan Allah dulu 🙂

sarapan pertama tasya roti bakar

sarapan pertama tasya roti bakar

Nasi goreng telur ceria

Nasi goreng telur ceria

Nasi goreng tedy bear

Nasi goreng tedy bear

roti coklat smile

roti coklat smile

bronies ala bohok * ciri khas bebek nya

bronies ala bohok * ciri khas bebek nya

tasya dan bronies

tasya dan bronies

bola-bola coklat cinta , ini untuk mereka belajar di siang hari

bola-bola coklat cinta , ini untuk mereka belajar di siang hari

IMG-20131024-01973 IMG-20131026-02031

Tedy bear di selimuti jerami

Tedy bear di selimuti jerami

sarapan pisang bakar coklat

sarapan pisang bakar coklat

IMG-20131101-02068 IMG-20131113-02237 IMG-20131114-02241

ini waktu ada si tufa , pagi ceria with astor , milo, dan koko kruch

ini waktu ada si tufa , pagi ceria with astor , milo, dan koko kruch

mau niru ala restorant, biar mereka tertarik. ayam crispy saus teriyaki

mau niru ala restorant, biar mereka tertarik. ayam crispy saus teriyaki

kreasi bunda *virda* setalah 1 minggu terbaring di rumah sakit

kreasi bunda *virda* setalah 1 minggu terbaring di rumah sakit

mangka nya lagi rajin hunting peralatan kue, dan resep2 kratif… biar makin inovatif di bidang makanan ringan 🙂
alhamdulillah.. selalu ada teriakan kegembiraaan kalau udah habis masak dan di hidang kan..
alhamdulillah mereka sukaaaa…

Iklan

“Kamu selama ini ngapain aja?”


Yoyoh Yusroh, anggota DPR dari PKS, bercerita kepada Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Indonesia bahwa dia pernah bertemu dengan Ummu Mus’ab dan Ummu Hamzah, wanita Palestina.

Hari Sabtu 9 Januari lalu, dia bercerita pernah ditanya oleh salah satu wanita Palestina itu. “Anak saya 13 orang,” jawab Yoyoh. “Hah tiga belas,” bisik para aktifis LDK yang kaget mendengar jumlah tersebut. Kedua wanita Palestina itu biasa saja mendengar jawaban Yoyoh. “Karena anak mereka minimal 14 orang,” kata Yoyoh yang membuat para mahasiswa semakin kaget lagi.

Pertanyaan kedua muncul untuk Ibu anggota DPR ini. “Kamu hafal al-Qur’an?” tanya Ummu Mus’ab. “Belum sampai 20 juz,” jawabnya. Kemudian ditanya lagi berapa usianya. Yoyoh menjawab 41 tahun. “Kamu selama ini ngapain aja?” tanya Ummu Mus’ab. [erdy]

dari Kolom Silaturahim Majalah SABILI No.14 TH. XVI 3 Shafar 1430

http://rabytah.multiply.com/journal/item/81

Memahami Orang Lain, Bagaimanakah Caranya..?


 
Ilustrasi kasus..
Suatu hari Juli datang ke sekolah dengan wajah murung. Hanya mendung yang menggayut di wajahnya. Salah seorang teman sekelasnya, Tina, yang mejanya berseberangan tepat di depannya, bertanya ”Ada apa, Jul?”. Tidak banyak jawaban yang dia dengar dari Juli. ”Tidak ada apa-apa, hanya masalah keluarga”. Sepanjang pagi sampai waktu makan siang tiba, Juli tetap dengan wajah murungnya. Saat makan siang, rekan sekelasnya yang lain, Dini, mengajaknya ke kantin untuk makan siang. Dan Juli menolak. Masih dengan tersenyum, Dini menawarkan untuk membungkuskan makanan. Dan Juli tetap menolak. Perlahan Dini mendekat, ditariknya sebuah kursi dan langsung duduk tepat di samping Juli, tetapi tidak lagi menawarkan makan siang. Dia hanya duduk dan memperhatikan Juli. Sikap Dini membuat Juli merasa tidak enak. Ujungnya mereka pergi ke kantin untuk makan siang. Saat itulah Juli menceritakan semua yang menimpanya, tanpa diminta. Ternyata urusan cinta yang menjadi permasalahannya.

Empati, apaan sih itu? 
Berkaitan dengan tema kali ini, Memahami Orang Lain, yaitu bagaimana kita dapat memahami orang lain, perasaan mereka, permasalahan yang menimpa mereka. Inilah yang disebut empati. Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Misalnya ketika teman kita sedang senang maka kita paham dan bisa merasakan kegembiraannya dan kita pun ikut tersenyum. Begitu pula ketika teman kita mengalami kesulitan atau sedan sedih karena kehilangan orang yang dicintainya maka kita bisa juga merasakan bagaimana perasaan kehilangan tersebut.

So…
Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Juli bisa bercerita dengan lancar pada Dini? kenapa pada Tina dia merasa cukup mengatakan mempuyai masalah keluarga? Padahal mereka sama-sama satu kelas. Yang sering menjadi masalah adalah kitakurang dapat berempati pada orang lain. Kita sering merasa kalau kita sudah memahami orang lain tetapi sebenarnya kita hanya mengetahui tanpa pernah berusaha untuk mengerti.
Bagaimana bentuk empati itu sebenarnya?
Dalam ilustrasi di atas, Dini berusaha memahami dan mengerti perasaan Juli dengan tidak bertanya langsung apa yang menjadi permasalahan Juli. Berbeda dengan apa yang dilakukan Tina yang terang-terangan bertanya apa yang menjadi masalah Juli.
Bagaimana Juli menanggapi sikap keduanya?
Jawaban singkat padat tapi tidak menjelaskan apa-apa diterima Tina dari Juli. Sedangkan Dini menjadi tahu permasalahan yang sebenarnya karena dia mencoba memahami Juli bahwa Juli mempunyai masalah. Apapun masalah yang menimpanya, Dini hanya memahami Juli sebagai teman yang sedang membutuhkan orang lain untuk berbagi. Mencoba memahami dan mengerti perasaan orang lain. Sedang yang dilakukan Juli adalah salah satu bentuk simpati. Perbedaannya, simpati hanya mengetahui apa terjadi tidak disertai pemahaman dan merasakan bagaimana perasaan orang lain.
Pada dasarnya kita akan senang berada di sekitar orang yang mau dan bisa mengerti permasalahan yang sedang kita hadapi. Seseorang akan lebih mudah bercerita ketika dia merasa aman dengan orang yang akan mendengar ceritanya. Aman dalam artian cerita tersebut hanya untuk mereka berdua (just for us, katanya), bukannya menjadi konsumsi publik (rahasia umum). Apapun masalahnya.
Kenapa kita berempati, buat apa gitu loh..?
Selain kita bisa memahami, mengerti perasaan orang lain, empati bisa menjadi latihan supaya kita bisa lebih pandai menyesuaikan diri secara emosional. Seseorang yang bisa memahami orang lain (berempati), akan lebih mudah diterima orang lain.Sikapnya yang apa adanya, tidak dibuat-buat membuat orang lain merasa nyaman dan tidak merasa kalau dirinya sedang dinilai. Walaupun baru kenal atau di lingkungan yang cenderung baru mereka lebih cepat diterima dan disenangi orang lain dibanding mereka yang kurang memahami perasaan orang lain.
Lebih mudah bergaul. Jika bisa menyesuaikan diri dengan mudah dengan lingkungan baru maka tentunya akan mempunyai banyak teman karena memang mempunyai teman idak menjadi hal yang sulit bagi mereka yang empatinya tinggi. Lebih populer. Siapa yang tidak mau populer. Bukan berarti populer harus menjadi artis atau bintang ngetop seperti artis-artis Idol atau berbagai ajang pencarian bakat di televisi loo. Populer yang kita dapat karena kita tidak pernah tidak memperhatikan teman, dan lebih peka. Perlu diingat bahwa perhatian dan mengerti perasaan orang lain, masalah orang lain bukan berarti kita ikut campur dan turun tangan langsung dalam kehidupannya atau mengurusi masalah yang menimpanya. Jangan sampai karena terlalu perhatian malah membuat teman atau saudara kita jengah karena terlalu usil mengurusi hal-hal yang tidak perlu.
Apa yang bisa kita lakukan untuk teman kita?
Baca pesan nonverbal mereka (nada bicara, gerak gerik, ekspresi wajah). Orang sedang menangis jangan langsung ditanya “ada masalah ya.?” Ada yang menanggapi dengan anggukan tapi tanpa sadar pertanyaan tersebut bisa membuat orang lain bertambah kesal. Sudah tahu ada masalah kok malah ditanyain ada masalah. Jika sudah mulai bicara dengan nada tinggi berarti orang tersebut memang sudah berada di titik tinggi kemarahannya. Yang jelas dari sikap atau gesturenya pasti suda terlihat.
Imbangi bahasa tubuh dan ekspresi wajah mereka. Bukan berarti kita ikutan marah-marah dan senewen jika teman kita sedang marah karena tidak bisa mengejar deadline tugasnya. Kita bisa bersikap lunak dan lebih lembut menghadapi orang yang sedang marah. Begitu pula saat teman kita sedang sedih kita juga bukan berarti harus ikut menangis. Setelah bisa mengimbangi bahasa tubuh mereka maka selanjutnya beri isyarat bahwa kita memahami pesan mereka, bisa mengangguk, tersenyum tergantung masing-masing orang.
Yang terakhir dengarkan mereka dengan penuh perhatian. Ini bagian paling sulit. Terkadang kita mendengarkan dan hanya mendengarkan tanpa bisa mengerti apa yang dikatakan teman kita. Mengapa bisa demikian? Kita sering tidak bisa fokus dengan masalah yang dihadapi orang lain. Selain itu mendengarkan adalah pekerjaan sulit karena kita pada umumnya jarang mau berfungsi sebagai telinga. Intinya kita harus fokus pada teman kita yang sedang curhat. Biasanya orang bisa lebih terbuka saat mereka telah menemukan orang yang benar-benar bersedia mendengarkan ”cerita” mereka.

How To Be “A Great Friend”


Berteman itu menyenangkan. Siapapun menyangkal hal indah ini. Bayangkan betapa sedihnya tidak punya teman, kamu pasti menjadi pribadi yang kesepian dan merana, jauh dari rasa bahagia yang membuatmu lebih bersemangat dalam hidup.
Kehadiran seorang teman, memang amat dibutuhkan oleh seseorang. Akan tetapi, acapkali kamu gagal mengikat sebuah pertemanan yang bertahan lama. Boleh jadi, penyebabnya justru datang dari dirimu sendiri. Oleh karena itu, cobalah instropeksi diri. Jangan-jangan, kamulah faktor penyebab kegagalan pertemanan tersebut. Intinya, pertemanan adalah saling memberi dan saling menerima. Jadi, mengapa tidak kamu yang memberi terlebih dahulu? Memulai kebaikan, insya Allah akan membuatmu lebih bahagia.

Tips Menjadi Teman yang Baik:

1. Jadilah Pendengar yang Baik. Jangan pernah sekalipun kamu bersikap menggurui. Memberi nasihat boleh-boleh saja, tetapi lakukan berlahan-lahan. Yang terpenting, pastikan temanmu itu mendengarkannya.

2. Hormati Pendapatnya. Cobalah mengerti bagaimana karakter temanmu. Hormatilah pendapatnya. Walau terkadang kalian saling berbeda pedapat, pasti ada jalan tengah yang bisa ditempuh. Jangan ingin menang sendiri.

3. Pelihara Kepercayaan. Jangan pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu kepada oraang lain. Saling menjaga rahasia, anggap saja diantara kalian ada permainan yang hanya bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu.

4. Lihat Sisi Baik. Sebagaimana setiap orang memiliki kekurangan, setiap orang pun pasti memiliki kelebihan. Pasti ada saja kelebihan seseorang dibandingkan orang lainnya. Kamu bisa melihat kelebihan temanmu, jika kamu memperhatikannya dengan baik. Nah, lihatlah selalu sisi baik temanmu.

5. Jangan Pernah Merasa Iri. Islam tidak membenarkan kedengkian. Dengki berarti tidak mempercayai pembagian karunia Allah kepada hamba-hambaNya. Karunia Allah kepada setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang dilebihkan, ada pula yang tidak. Itulah sunatullah. Nah, ikut berbahagialah atas keberhasilan temanmu. Rasakanlah bahwa kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu juga.

6. Pertolongan yang Wajar. Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah “jarak” yang wajar. Mundurlah sedikit jika kau rasa petemanan sudah terlampau dekat. Sebalinya, mendekatlah ketika pertemanan terlampau renggang.

7. Refreshing Bersama. Carilah waktu luang bersama temanmu untuk sekedar jalan-jalan bersama atau refreshing. Dengan demikian, kalian bisa mengembangkan sikap toleransi, fleksibilitas, asertif, empati, dan belajarlah saling memahami.

8. Jangan Ragu Meminta Maaf. Saat kamu melakukan suatu kesalahan kepadanya, jangan ragu untuk meminta maaf. Setelah itu, berusahalah memperbaiki kesalahanmu. Begitu pula sebaliknya, berikan maaf dan lupakan kesalahannya jika ia bersalah.

sumber: 99 ideas for happy teens

Mari Berbagi



Memberi itu ekspresi cinta. Memberi itu air mata ketulusan. Memberi itu sebuah pengorbanan dan keikhlasan. Memberi itu sebuah kekayaan. Memberi itu indah, seindah sungai-sungai cantik di surga dan tenangnya hati ketika bermunajat kepada Rabb Semest Alam. Bagaimana tidak, ketika Allah menjanjikan dalam AlQuran surat Saba ayat 39 yang berbunyi ”Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.”

Keindahan yang hadir tidak dapat diekspresikan dengan untaian kata. Ia adalah abstrak, hadirnya di hati dan relung jiwa. Ia adalah ungkapan syukur dan gejolak cinta kepada sesama. Memberi itu ekspresi cinta. Cinta itu indah. Keindahan itu hadir karena adanya rasa saling sayang dan memberikan yang terbaik.

Lihatlah ke sekeliling. Lihatlah barangkali ada teman-temanmu yang sedang kesulitan. Dekati temanmu yang wajahnya murung. Tanyakan kepadanya apa yang membuatnya bersedih. Sebab, tak semua orang bisa langsung mengungkapkan apa yang menjadi masalahnya.

Kepekaan sosial, itulah intinya. Sejauh mana kepekaan sosialmu terhadap lingkungan sekitar. Terhadap teman-teman di sekolah, terhadap tetangga-tetangga, juga terhadap sahabat-sahabat yang selalu membantumu. Karena, semua orang tahu, tak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Tak ada manusia yang tidak membutuhkan sesamanya.

Tak ada salahnya, jika mulai dari sekarang kamu mulai mengasah kepekaan sosial. Coba tanya kabar teman-teman yang kamu temui hari ini. Berikanlah senyuman termanis. Bantulah siapapun yang membutuhkan bantuanmu. Jadilah shabat yang terbaik untuk teman kita. Dengarkan segala keluh kesah mereka. Berikan solusi yang terbaik. Jika memang tidak bisa memberikan solusi, setidaknya kamu bisa mendengarkan keluhan mereka dengan setulus hati. Cobalah ini dan hidupmu akan menjadi lebih indah. InsyaAllah..

sumber: 99 ideas for happy teens

Kaca Spion


Seorang Instruktur stir mobil tampak begitu serius memperhatikan seorang muridnya yang sedang mengemudikan mobil. Sesekali, sang Instruktur memberikan isyarat agar sang murid fokus ke arah depan.

“Jangan terlalu sering memperhatikan kaca spion,” ucap sang Instruktur ketika sang Murid kerap menoleh ke kiri atau ke kanan, juga ke atas di mana kaca spion mobil berada. Padahal, jalan yang mereka lalui lurus, tanpa belokan. Sang Murid pun kembali fokus. Tapi, hasrat untuk menoleh ke spion lagi-lagi secara spontan muncul. Dan saat itu pula, sang Instruktur kembali mengingatkan.

Bagi sang Murid, menoleh ke arah spion seperti perpaduan antara rasa ingin tahu terhadap kendaraan yang berada di belakang atau sampingnya, dengan rasa khawatir kalau-kalau ada kendaraan lain yang akan menabraknya.

“Muridku, gunakan spion hanya untuk berbelok atau pindah jalur. Karena spion hanya pelengkap, bukan yang utama. Terlalu sibuk dengan spion bisa membuat kita lalai dan selalu was was,” ucap sang Instruktur sambil terus memperhatikan sang Murid yang mulai tenang memperhatikan arah depan.Sang Murid pun mengangguk pelan.

***

Melalui jalan hidup kadang tak ubahnya seperti mengendarai kendaraan seperti mobil atau motor. Dengan kendaraan itulah, tujuan hidup akan kita raih dengan baik. Pada kendaraan itu, setidaknya ada tiga titik yang bisa menjadi perhatian kita yang disimbolkan dengan sebuah kaca spion: depan yang menjadi fokus utama, kiri, kanan, dan juga belakang.

Pandangan arah depan adalah tujuan utama kita hidup yaitu ibadah dan akhirat. Sementara, pandangan arah kiri, kanan, dan belakang adalah tawaran aksesoris hidup yang diperlihatkan keindahan duniawi.

Terkadang, tidak sedikit dari kita yang lebih sibuk untuk memperhatikan spion kiri, kanan, atau belakang. Sehingga melupakan fokus di arah depan.Seperti dikatakan sang instruktur stir mobil, “Gunakan spion hanya sekedarnya!” Fokuslah ke arah depan, dan jangan tunggu sampai kendaraan hidup ini menabrak atau bahkan terguling ke jurang.

 

Sumber: http://www.eramuslim.com

Cerita inspiratif – Indahnya kebersamaan


Anto adalah salah satu pegawai yang cukup sibuk yang bekerja untuk salah satu perusahaan swasta terkemuka, sehingga seringkali ia pulang kerja hingga larut malam. Suatu ketika Anto pulang kerja, ternyata Budi (anaknya) yang masih kelas 2 SD membukakan pintu untuknya, dan sepertinya Budi memang sengaja menunggu ayahnya tiba di rumah. “Kok kamu belum tidur?”, sapa Anto setelah mencium keningnya. Budi menjawab,“Aku memang sengaja menunggu ayah pulang karena aku ingin bertanya, berapa sih gaji ayah?”. “Lho, kok kamu nanya gaji ayah sih?”, “Nggak, Budi cuma mau tahu aja ayah..”, timpal Budi. Ayahnya pun menjawab, “Kamu hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja 10 jam dan dibayar Rp.400.000, dan tiap bulan rata-rata ayah bekerja 25 hari. Hayoo.. jadi berapa gaji ayah dalam 1 bulan?”. Budi langsung bergegas mengambil pensilnya, sementara ayahnya melepas sepatu. Ketika Anto beranjak menuju kamar, Budi berlari mengikutinya.

Kemudian Budi menjawabnya, “Kalo 1 hari ayah dibayar Rp.400.000 untuk 10 jam, berarti 1 jam ayah digaji Rp.40.000 donk?”. “Pinter anak ayah sekarang ya.., sekarang kamu cuci kaki dan tidur ya”, jawab ayahnya. Tetapi, Budi tidak juga beranjak. Sambil memperhatikan ayahnya ganti pakaian, Budi kembali bertanya, “Ayah, boleh pinjam uang 5rb nggak?”. “Sudah, buat apa uang malam-malam begini?! Ayah capek, mau mandi dulu, sekarang kamu tidur!”, jawab ayahnya. Dengan wajah melas Budi menjawab, “Tapi ayah..”, ayahnya pun langsung menghardiknya, “Ayah bilang tidur!!”. Anak kecil itupun langsung berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Anto menyesali perbuatannya yang telah menghardik anaknya tersebut. Ia pun melihat kondisi anaknya tersebut. Dan ternyata, anak kesayangannya itu belum tidur. Ternyata Budi dilihatnya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000 di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala anaknya itu, Anto berkata, “Maafkan ayah ya nak. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kita beli ya. Jangankan minta 5rb, lebih dari itupun ayah kasih”. Budipun menjawab, “Ayah, aku nggak minta uang. Aku cuma mau minjem. Nanti aku kembalikan lagi setelah aku nabung minggu ini”. “Iya iya, tapi buat apa?”, tanya Budi dengan lembut. “Aku nunggu ayah dari jam 8 tadi, aku mau ngajak ayah main ular tangga. Cuma tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang, kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ternyata cuma ada Rp.15.000. tapi, karena ayah bilang ayah tiap 1 jam ayah digaji Rp.40.000, jadi setengah jamnya ayah digaji Rp.20.000. Uang tabunganku kurang 5rb, jadi makanya aku mau pinjam uang ayah 5rb”, jawab Budi dengan polos.

Anto pun terdiam, dan dipeluknya anak kecil itu erat-erat.. [the end]

Tulisan diatas saya dapatkan ketika lagi ngotak-ngatik komputer seorang teman saya, sayangnya teman saya itu lupa sumber tulisan tersebut. Menurut saya itu adalah ceritainspiratif, karena fenomena tersebut bisa saja terjadi diantara kita. Apalagi sulitnya kehidupan sekarang ini membuat kita harus bekerja extra keras (meskipun saya belum jadi orang tua, tapi saya bisa membayangkan betapa lelah dan susahnya cari uang), hingga kadang-kadang kita lupa terhadap sesuatu hal, atau orang-orang yang membutuhkan keberadaan kita ditengah-tengah mereka.

Kebersamaan bukanlah apa-apa dibanding dengan segalanya. Namun, kebersamaan tidak dapat di tukar dengan segalanya yang telah kita miliki .

Semoga bagi yang pernah, atau memang sedang mengalami kondisi tersebut (dalam posisi sebagai orang tua) bisa membuka mata lebar-lebar dan segera menyadari bahwa ada orang yang membutuhkan kasih sayangkomunikasi, perhatian dan kebersamaan. Dan jika posisinya sebagai si anak, kalaupun memang memiliki orang tua seperti cerita inspiratif diatas, “Tetaplah berfikir positif”. Karena bagaimanapun orang tua kamu bekerja mati-matian adalah hanya untuk untuk keluarga (termasuk kamu). Tetaplah menjalin komunikasi, kedekatan serta keterbukaan dengan orang tua agar kamu tetap bisa merasa nyaman, serta kamu menganggap bahwa “Keluarga saya adalah keluarga yang terindah!”.