Makan Malam perdana ala nge- FC


biasanya minum jus sayuran tunggal seperti tomat, wortel, timun .. tanpa di campur-campur seperti malam ini. ..
setelah beberapa kali lihat di postingan group FCI , para member nya ngejus beberapa sayuran jd satu jadi malam ini coba juga..

biasanya juga cuma di lalap, tapi pengen coba nge-JUS malam ini 😉

 

campuran dari kemangi, tomat, wortel, bayam, brokoli hijau, terong belanda, sawi thailand, slada

campuran dari kemangi, tomat, wortel, bayam, brokoli hijau, terong belanda, sawi thailand, slada

 

sudah jadi jus sayur nya ,, berusaha nelannya di depan cermin sambil tutup hidung *biar berasa enak liat muka sendiri 😛

 

sambil minum, dapat pesan dari Ayah 🙂
“semoga dengan kesabaran menjalani pengobatan menjadi penghapus dosa-dosa dan setiap tetesan keringat bernilai pahala yang akan menjadi pemberat  timbangan pahala di yaumul hizab kelak, amin …

jadi bertambah semangat nelan nya 🙂
semoga segera membaik kesehatan tubuh ini  🙂

10 Hal yang Lebih Baik Daripada Uang


bahagiaaa, ketika sore hari berkumpul bersama mereka, menghabiskan waktu dengan mengkaji Ayat-ayat Allah, menikmati pergantian biru nya langit ke Jingga :)

bahagiaaa, ketika sore hari berkumpul bersama mereka, menghabiskan waktu dengan mengkaji Ayat-ayat Allah, menikmati pergantian biru nya langit ke Jingga 🙂 *TPA plus Insan Madani JAmbi

Uang bukanlah segalanya. Uang bukan satu-satunya sumber kegembiraan. Pernyataan tersebut mengandung kebenaran. Faktanya orang bisa merasakan kebahagiaan baik dalam kondisi kaya maupun tidak berpunya. Sebaliknya, orang berpunya dan tidak berpunya juga bisa mengalami rasa tidak bahagia. Jadi hal lain yang bisa membuat hidup manusia bahagia dan bermakna, selain tentunya uang– tak kita sangkal bahwa kita juga membutuhkan uang.

Geoffry James, kolumnis Inc.com, menyebut 10 hal yang lebih baik dari sekadar uang. Berikut sadurannya:

1. Hidup
Hidup sendiri merupakan hal yang jauh lebih berharga ketimbang uang. Dikaruniai kehidupan di dunia merupakan hal ajaib yang patut disyukuri. Berikut adalah sadurannya:

2. Kesehatan
Hidup sehat merupakan harta yang tak terkira. Bila kita sakit, betapa banyak energi dan waktu yang terkuras, terlebih betapa banyak uang yang harus kita keluarkan untuk proses penyembuhan.

3. Tujuan
Tidak ada sesuatu yang lebih kondusif untuk mendapatkan kegembiraan daripada memahami maksud dan tujuan hidup, khususnya dalam membangun dunia yang lebih baik.

4. Persahabatan
Tidak bisa dibayangkan bila kita hidup seorang diri dan di mana-mana memiliki musuh. Betapa beratnya hidup yang harus kita jalani. Persahabatan adalah harta yang tidak ternilai karena itulah inti kebahagiaan manusia sebagai mahkluk sosial.

5. Keluarga
Salah satu sumber kebahagiaan hidup di dunia adalah keluarga. Keluarga adalah rumah sejati bagi kita untuk menempatkan hati dan hidup kita.

6. Kemandirian
Kemandirian merupakan modal utama orang bisa menjalani hidup yang dianugerahkan kepadanya meskipun dunia ini penuh bahaya dan risiko.

7. Komunitas
Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita juga butuh komunitas sebagai bentuk keluarga yang lebih besar. Dalam komunitas, diri kita bisa diteguhkan, dikuatkan, dan tentunya berkembang.

8. Sikap terimakasih
Salah satu tanda orang bahagia adalah orang itu mudah mengucap syukur. Salah satu ungkapnya adalah ucapan dan sikap terimakasih.

9. Tertawa
Bayangkan bila sepanjang hidup, kita tidak bsia tertawa. Tertawa adalah anugerah lebih besar ketimbang uang karena kita bisa melihat dunia ini tidak serta merta sebagai tempat derita, tapi kehidupan yang unik, lucu, dan pantas ditertawakan.

10. Cinta
Cinta adalah puncak kebahagiaan. Betapa menyedihkannya bila kita tanpa cinta, mencintai, dan dicintai

By |

Ujianmu Vs Ujian Para Nabi & Rasul. Siapa Lebih Berat?


 When you’re hurt by people who share the same blood as you, then just remember Yusuf (AS), who was betrayed by his own brothers.
Jika engkau dilukai oleh saudara sedarahmu, ingat bagaimana Yusuf (AS) yang pernah dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri. 
 
 
If you find your parents opposing you, remember Ibrahim (AS), whose father led him to the fire.
Jika orang tuamu menentangmu, ingat bagaimana ayah Ibrahim (AS) pernah melemparkannya ke dalam membaranya api.
 
 
If you’re stuck with a problem where there’s no way out, remember Yunus (AS), stuck in the belly of a whale.
Jika engkau terperangkap dalam suatu masalah yang engkau bingung mana jalan keluarnya, ingatlah bagaimana Yunus (AS) pernah terperangkap di dalam perut ikan paus. 
 
 
If you’re ill & your body cries with pain, remember Ayoob (AS) who was more ill than you.
Jika engkau sakit dan tubuhmu penuh dengan rasa sakit, ingat Ayyub (AS) yang pernah merasakan penyakit yang lebih sakit daripadamu. 
 
 
When someone slanders you, remember Ai’sha (RA) who was slandered throughout the city.
Jika ada seseorang yang memfitnahmu, ingatlah bahwa Aisyah (RA) juga pernah diberitakan dengan kabar dusta di serata kota. 
 
 
When you’re lonely, recall Aadam (AS) who was created alone.
Jika engkau merasa sendiri, ingatlah Adam (AS) dulu diciptakan juga dalam keadaan sendiri.
 
 
When you can’t see any logic around you, think of Nuh (AS) who built an ark without questioning.
Jika engkau tak menemukan alasan logis apapun atas apa yang terjadi, ingatlah bagaimana Nuh (AS) tetap membangun kapal tanpa banyak bertanya. 
 
 
If you are mocked by your own relatives then think of Prophet Muhammad (SAW).
Jika engkau diejek-ejek oleh kerabat-keluargamu sendiri, maka pikirkanlah tentang Nabi Muhammad (SAW). 
 
 
Allah (SWT) put these Prophets to trial, so that later generations may learn a lesson of patience & perseverance.
Allah (SWT) memberikan ujian bagi semua nabi dan rasul di atas sehingga generasi kita bisa memetik pelajaran tentang sabar dan keteguhan dalam berjuang. 
 
 
May Allah SWT give us perspective & understanding. Aameen.
Semoga Allah (SWT) memberikan kita pandangan hati yang tajam dan pemahaman yang mendalam. Amin.
Jika langit saja bisa lapang, mengapa dada kita tidak bisa sama lapangnya dalam menghadapi ujian. Langit itu makhluk “mati” sementara kita ini “hidup”, lengkap dengan akal! !!
sumber : dirgantaksara

Kisah Serba Salah Ayah, Anak dan Seekor Keledai


Alkisah di suatu waktu, ada seorang lelaki yang hendak menjual keledainya ke pasar. Dia mengajak anaknya semata wayang untuk berangkat bersama. Berhubung tempat tinggal mereka jauh letaknya, maka dia menyuruh anaknya untuk naik ke atas keledai tersebut, dan sang ayah berjalan di depan sambil memegang tali kekang.

Selang beberapa lama mereka berpapasan dengan tetangga mereka, seorang penebang kayu yang baru pulang dari hutan. Pria tersebut menyapa mereka dan berbincang-bincang tentang tujuan mereka. Di akhir perbincangan, dia berkata :

“Nak, harusnya kamu sadar diri. Ayahmu kan sudah tua, masa dia yang harus berjalan kaki sementara kamu duduk santai di atas keledai. Dasar anak tidak berbakti!”

Orang tersebut pun berlalu. Sang anak merasa tak enak, kemudian turun dari keledainya dan menganjurkan supaya ayah-nya saja yang duduk di atas keledai dan dia berjalan di depan sambil menuntun memegang tali kekang. Sang ayah setuju.

Beberapa jauh kemudian, mereka berpapasan dengan rombongan pengelana dan kali ini sang ayah mendapat umpatan :

“Orang tua kejam, anaknya disuruh berjalan sementara dia sendiri enak-enakan duduk di atas keledai. Dasar orang tua tidak berperasaan!”

Ayah dan anak itu pun tertegun. Setelah rombongan pengelana itu berlalu, sang ayah pun memutuskan kalau lebih baik mereka berdua naik bersama di atas keledai tersebut. Sang anak pun menurut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan harapan tidak akan ada orang lain yang mencela mereka.

Setelah mendekati daerah pasar, mereka melihat seorang ibu yang sedang dalam perjalan pulang dari pasar. Dari kejauhan mereka dapat melihat kalau ibu itu memperhatikan mereka, tetapi sang ibu tidak melontarkan satu kata pun. Merasa kali ini mereka sudah membuat keputusan yang tepat, mereka terus berjalan hingga berpapasan dengan sang ibu. Tiba-tiba ibu itu dengan lantang berkata :

“Eee, kalian benar-benar manusia gak berprihewanan. Keledai sudah kecil begitu masih aja dipaksa ngangkut kalian berdua! Heran deh gue???”

Jengkel dengan komentar orang-orang, maka ayah dan anak itupun turun dari keledai, dan mereka berjalan di samping menuntun keledai. Melihat hal itu, orang-orang pun tak hentinya bekomentar lagi :

“Lihatlah, betapa bodohnya mereka. Mereka punya keledai untuk dikendarai, malah mereka hanya menuntun keledainya tidak ditunggangi. Dasar ayah dan anak sama-sama o’on!”

Akhirnya mereka berdua hanya bisa diam.

Kisah ini adalah kiasan, bukankan hal seperti itu sering terjadi dalam kehidupan kita? Memang sulit untuk memuaskan keinginan semua orang karena sering kali selalu salah dimata mereka. Yakinlah akan perbuatan dan tujuan baik yang dilakukan, jangan tergantung pada pandangan dan pendapat orang lain. Jika itu tujuan dan cara yang benar, maka lakukanlah.

“Kamu selama ini ngapain aja?”


Yoyoh Yusroh, anggota DPR dari PKS, bercerita kepada Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Indonesia bahwa dia pernah bertemu dengan Ummu Mus’ab dan Ummu Hamzah, wanita Palestina.

Hari Sabtu 9 Januari lalu, dia bercerita pernah ditanya oleh salah satu wanita Palestina itu. “Anak saya 13 orang,” jawab Yoyoh. “Hah tiga belas,” bisik para aktifis LDK yang kaget mendengar jumlah tersebut. Kedua wanita Palestina itu biasa saja mendengar jawaban Yoyoh. “Karena anak mereka minimal 14 orang,” kata Yoyoh yang membuat para mahasiswa semakin kaget lagi.

Pertanyaan kedua muncul untuk Ibu anggota DPR ini. “Kamu hafal al-Qur’an?” tanya Ummu Mus’ab. “Belum sampai 20 juz,” jawabnya. Kemudian ditanya lagi berapa usianya. Yoyoh menjawab 41 tahun. “Kamu selama ini ngapain aja?” tanya Ummu Mus’ab. [erdy]

dari Kolom Silaturahim Majalah SABILI No.14 TH. XVI 3 Shafar 1430

http://rabytah.multiply.com/journal/item/81

Sampai Akhir


Terimalah,
Bahwa semua orang itu datang dan pergi
Waktu akan terus berputar
Dan lehermu kan lelah jika selalu menoleh ke belakang
Di depan sana jalan masih panjang
Panjaang sekali

Tak perlu takut,
Meski panjang, kau boleh juga istirahat sesekali
Setelah itu, ayo jalan lagi
Selangkah, dua langkah
Tak apa pelan-pelan
InsyaAllah nanti juga sampai

Kadang kakimu tersandung,
Luka, sakit,
Tak perlu gengsi untuk sekedar bilang sakit
Ayo menangis saja, sekerasnya juga boleh
Setelah habis air mata,
Ayo jalan lagi

Hey, finish sudah dekat
Sudah mulai terlihat
Apa?? Kamu mau menyerah?
Silakan saja..

Aku mau selesaikan ini sampai akhir
Betapapun itu sulit
Meski harus merangkak, tak apa
Pergilah, aku akan menyelesaikan ini

Sampai akhir
Bersama Allah.

semoga kita diberikan akhir yang baik ya,
amin amin amin.

Manajemen Sakit Hati


Tidak sedikit orang yang jatuh sakit, bahkan mati karena terus menerus menyimpan sakit hati dan kekecewaan di dalam hati mereka. Rasa kecewa tidak pernah membawa keuntungan bagi orang yang merasakan.

Kekecewaan justru akan menghilangkan semangat hidup dan mengusir ketenangan dalam hati orang tersebut. Orang yang menyakitimu, mungkin tidak memikirkan apa yang diperbuatnya untukmu, sementara tubuhmu semakin merana, setiap hari karena memikirkan perbuatan orang itu.

 

Mungkin setiap orang pernah mengalami rasa sakit hati dalam hidupnya. Sebagaimana sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam kehidupan manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah makhluk sosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.

 

Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya, berwal dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga rasa iri dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol di dalam hati, maka hati n=bisa menjadi sakit. Pemiliknya pun akan stress dan mungkin saja menjadi jauh dari Rabb-nya. Naudzubillahi min dzaalik.

 

Ada dua hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan rasa sakit hati dan kecewa ini. Pertama, jangan berikan tempat di hatimu untuk rasa kecewa yang berkepanjangan. Biar bagaimanapun kamu tetap harus bersikap dan berfikir positif terhadap orang dan lingkungan sekitar.

Kedua, berhati-hatilah dalam berbicara dan bertindak. Jangan sampai kamu membuat sakit hati orang lain. Jagalah sikap dan perkataanmu dalam pergaulan sehari-hari, sebab kekecewaan timbul karena perkataan, pendapat, atau sikap yang salah. Tidak semua orang dapat menerima perkataan, pendapat, atau sikap yang mungkin dianggap sebagai hal yang benar atau biasa-biasa saja, karena itu berhati-hatilah.

 

Apa yang harus kita lakukan..???

Muhasabah (Koreksi Diri). Cobalah mengoreksi diri. Jangan-jangan kitalah penyebab dari timbulnya masalah. Atau, bisa jadi kita merasa tersakiti oleh orang lain, padahal ia tak bermaksud menyakiti

 

Menjauhkan diri dari sifat Iri, Dengki, dan Ambisi. Bila tidak dilandasi iman, seorang yang ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk memenuhi ambisinya. Demikian pula sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia tak akan bisa tenang bila dalam hatinya ada sifat ini.

 

Jauhkan Amarah dan Keras Hati. Bila marah telah timbul dalam hati manusia, kadanag manusia bertindak tanpa pertimbangan akal. Jika akal sudah melemah, tinggalah hawa nafsu.

 

Menumbuhkan sifat Pemaaf. Tak peduli sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seseorang, maafkanlah. Kita sebagai manusia tak sepantasnya berperilaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Kalau perlu, maafkanlah orang lain, sebelum ia meminta maaf. InsyAllah, dengan begitu hati akan lebih terasa lapang.

 

Husnuzhan (Berprasangka Baik). Ada kalanya seseorang berburuk sangka terhadap orang lain sehingga ia melecehkan saudaranya. Ia mengatakan yang macam-macamtentang saudaranya dan menilai dirinya sendiri lebih baik. Tentu, itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Akan tetapi, hendaknya setiap manusia harus mawas diri terhadao titik-titik rawan yang memancing tuduhan agar orang lain tidak berburuk sangka.

 

Menumbuhkan sikap ikhlas. Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya karena Allah SWT. Orang yang ikhlas akan lebih mudah memenej qalbunya, untuk selalu menyerahkan segalanya kepada Allah. Hanya kepada-Nya lah ia menggantungkan harapan.

sumber : 99 Ideas for Happy Teen