Tips Bagi Ayah Baru Pasca Istri Melahirkan


Pasca melahirkan, para ayah bisa membantu dengan cara:

* Menelepon para saudara, teman untuk mengabarkan kelahiran sebaiknya siapkan daftar nama sebelum hari H agar tidak ada yang terlewatkan
* Membuat foto lalu kirimkan via email kepada teman dan keluarga besar.
* Mencatat saran dokter dan suster sebelum lupa, kelak anda akan terlalu lelah untuk mengingat itu kembali.
* Menanyakan kondisi isteri anda kepada dokter kandungan dan kondisi anak anda kepada dokter anak.
* Membatasi waktu kunjungan para tamu agar dapat beristirahat dan ingatkan kepada para tamu untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi.
* Pelajari cara memakai popok, memandikan, membedong dan membantu istri menyusui.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika anda pulang kerumah:

* Pasang seprei ditempat tidur atau keranjang bayi.
* Pasang dan siapkan meja ganti pakaiannya. Siapkan segala sesuatu yang anda perlukan, washlap, popok, kapas dan lain-lain. Tempatkan ditempat yang mudah dijangkau.
* Siapkan lemari pakaian pertama bayi anda. Keluarkan semua pakaian bayi yang baru anda beli dari kemasannya, lepaskan semua label harga dan cuci dengan sabun cuci yang tidak mengandung bahan pemutih.
* Lengkapi bahan-bahan makanan di lemari es. Satu atau dua minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran, buatlah makanan yang dapat dibekukan. Pastikan anda cukup banyak cadangan makanan, susu, mentega, telur, sereal, beras dan sebagainya. Dengan demikian anda akan makan dengan lebih baik, lebih murah dan terhindar dari perjalanan panik ke toko.
* Jangan membawa terlalu banyak barang kerumah sakit. Ingat anda akan membawa beberapa tas tambahan untuk dibawa pulang.

 

Iklan

Daddy Don’t Cry


Ayah, janganlah nangis!
karena engkau selalu ada untukku
Aku juga pernah banyak menetaskan air mata
yang mungkin saja tak kau lihat

Ayah, sungguh aku menyayangimu
simpan baik-baik kata-kata ini dalam hatimu
Aku tahu jika engkau pasti menyayangiku
meskipun saat ini kita berjauhan

Ayah, ibu pun menyayangimu
meskipun ia menyembunyikan kesedihannya
Aku sungguh pernah melihatnya duduk melamun seorang diri
dan air matanya pun menetes dari pipinya

Ayah, suatu hari nanti, engkau akan kembali
dan kita akan kembali berkumpul bersama lagi
Aku masih menyimpan kenangan kita saat berpisah
dan terus menatapnya sampai kita pun bersua

Ayah, ketika engkau tidur
mimpikanlah ibu dan aku
Aku akan tunjukkan senyum manis di wajah mungilku
aku pun berharap engkau bisa menyaksikannya

Ayah, lengan  sekarang membentang
aku tahu tanganmu pun demikian, membentang ingin memelukku
Ini adalah satu pelukan untukmu.

 

 

Cinta ayah….


Ada cinta yang kadang terabaikan, bukan karena tak berarti besar tapi karena cara pengungkapan yang berbeda..

Kita semua tahu, cinta Ibu tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, tapi bukankah cinta Ayah pun juga tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, meski Rasulullah dalam hadisnya hanya mengucapkan Ayah satu kali tapi sungguh cinta Ayah pun sesungguhnya tak pernah pudar..

Ingat, ketika Ibu sedang mengandung, Ayah yang paling khawatir akan kesehatan Ibu dan anaknya, Ayah yang setianya menunggu Ibu, meringankan tugas Ibu, memijit pinggang dan kaki Ibu, mengelus perut Ibu, menenangkan hati Ibu, dan menemani Ibu, itu semua dilakukannya ditengah kesibukan-kesibukannya, ditengah kantuk dan lelahnya, dan ditengah
giat-giatnya mencari nafkah untuk buah hati yang akan segera lahir..

Ingat, ketika kita lahir dan mulai tumbuh berkembang, Ayah yang paling protektif menjaga kita, Ayah yang membantu Ibu mengganti popok kita di tengah malam meski baru pulang malam dan esoknya harus kembali mencari nafkah, memijit punggung Ibu yang menurut dokter itu dapat meningkatkan ASI, menemani Ibu dalam setiap kerepotannya, setidaknya baginya itu dapat menyenangkan dan membahagiakan istrinya kalau ia tidak sendiri..

Ingat, seorang Ayah, dengan cintanya, pergi pagi pulang malam mungkin malah ada yang beberapa minggu atau bulan sekali baru kembali pada keluarganya, tak ada yang lain karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..setiap tetes peluh yang membasahi tubuhnya tak akan dihelanya karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..keluh kesah jauh darinya hanya ingin melihat istri dan anak-anaknya tersenyum kala ia berjumpa dengan mereka..

Ingat, seorang Ayah, dengan lelahnya, ia sempatkan bermain dengan anak-anaknya, menjadi kambing jalan merangkak pun ia lakukan hingga anak-anaknya pun tertawa bahagia, sosoknya yang selalu dinantikan oleh istri juga anak-anaknya, tak ada lelah yang ia tampakkan..

Ingat, seorang Ayah, dengan kesabarannya, ia turutkan semua permintaan istri dan anak-anaknya, meski ada kecewa hampiri diri mereka, dengan kesabarannya ia hadapi dengan senyuman, hingga syukur itu selalu ada..

Ingat, seorang Ayah, dengan harapnya, hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya, hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berharap rejeki yang halal untuk keluarganya, rejeki yang berlimpah untuk keluarganya, yang tentu saja datangnya dari ALLOH Yang Maha SegalaNya..

Cinta Ayah begitu berarti besar, ia yang mencari nafkah, menghidupi keluarga, ia lakukan dengan ikhlas dan lapang..dengan penuh kesadaran akan tanggungjawabnya..

Cinta Ayah begitu berarti indah, ia selalu berusaha untuk selamatkan keluarganya dari segala pintu neraka, ia didik dan jaga istri dan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi tangguh yang selalu ingat akan Tuhannya, ALLOH Yang Maha SegalaNya, dan RasulNya..

Ayah dan Ibu, adalah sosok cinta yang berbeda, namun mereka berpadu satu dalam ikatan rumah tangga, menjadi indah, menjadi bermakna, Ayah dengan kekuatannya, Ibu dengan kelembutannya..

 

Cinta Ayah tak akan pernah pudar meski Rasulullah hanya mengucapkan sekali dalam hadistnya, meski negara tak menetapkan hari Ayah, cintanya tetap mengalir indah, mengajarkan banyak hal..