khasiat kurma untuk wanita HAMIL dan MAU hamil


Kurma sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran, membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

 

by : Bidan herbalholistic

Menjelang Kelahiran si Jabang Bayi


Ketika menjelang kelahiran si jabang bayi, kebanyakan ibu sudah percaya diri dengan keadaan dirinya dan bayinya dalam keadan sehat. Namun banyak ibu yang kurang beruntung yang mendapati kondisi yang kurang baik pada dirinya ataupun janinnya, yang menyebabkan si ibu tidak dapat melahirkan secara normal. Keadaan seperti ini biasanya timbul akibat si ibu yang kurang menjaga kesehatan, jarang periksa hamil dan tidak pernah melakukan USG. Berikut dijabarkan beberapa kendala yang kerap datang menjelang kelahiran tersebut.

Kelainan-kelainan Pada Proses Melahirkan

 

PRE-EKLAMSI
Bahasa awamnya, tekanan darah atau tensi tinggi. Seorang ibu dinyatakan Pre-eklamsi jika tekanan diastole darah lebih dari 90, terdapat kadar protein dalam urine dan mengalami bengkak/oedem pada tubuh (muka, tangan atau kaki). Bila tidak segera di atasi, dapat menyebabkan keadaan Eklamsi, yakni kejang yang dapat menyebabkan kematian atau kerusakan syaraf. Biasanya, jika kondisi tidak membaik setelah diberi obat, si ibu tidak diperkenankan untuk melahirkan normal (dengan cara mengedan), karena dapat menyebabkan kebutaan pada ibu.

 

PLASENTA PREVIA
Yaitu keadaan dimana si plasenta/ari-ari menutupi jalan lahir janin. Jika posisi ari-ari menutupi keseluruhan jalan lahir, Akibatnya si janin mustahil untuk dilahirkan secara normal. Gejalanya biasanya terjadi perdarahan segar yang tidak terasa sakit. Dianjurkan untuk melahirkan secara Caesar. Keadaan seperti ini harusnya bisa diketahui dari jauh hari melalui pemeriksaan hamil dan USG.

 

TALI PUSAT MENUMBUNG
Adalah keadaan dimana tali pusat berada lebih di depan dibanding kepala janin. Akibatnya jika terjadi proses kelahiran, tali pusat akan lahir duluan dari kepala. Keadaan ini membahayakan karena jika di khawatirkan tali pusat nantinya akan terjepit oleh kepala janin itu sendiri, yang mengakibatkan suplay dari ibu melalui tali pusat tidak bisa tersalurkan ke janin. Biasanya di anjurkan untuk dilahirkan Caesar.

 

KETUBAN PECAH DINI
Keadaan dimana air ketuban/air-air banyak yang tidak tertahankan dan berbau sebelum bulannya atau sebelum adanya pembukaan (pada pemeriksaan dalam vagina). Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa terjadi karena volume air ketuban yang di atas normal atau trauma luar seperti dipijat perut oleh dukun. Jika terjadi sebelum 37 minggu (kurang dari 9 bulan) ibu diberi obat tokolitik untuk pematangan paru janin, karena dikhawatirkan janin lahir dengan premature dan belum siap untuk lahir ke dunia. Selain itu janin terancam terkena infeksi akibat cairan ketuban yang melindunginnya sudah tidak ada lagi.

 

DISTOSIA BAHU
Keadaan dimana kepala janin telah lahir, namun bahu tidak dapat lahir. Disebabkan karena ukuran bayi di atas normal. Bisa terjadi karena si ibu tidak memperhatikan pola makan yang mungkin berlebihan serta jarang periksa hamil dan USG. Keadaan seperti ini biasanya diatasi dengan pengeluaran janin dengan agak memaksa dengan cara melebarkan jalan lahir. Dapat menyebabkan trauma bahu pada janin.

 

Tips Bagi Ayah Baru Pasca Istri Melahirkan


Pasca melahirkan, para ayah bisa membantu dengan cara:

* Menelepon para saudara, teman untuk mengabarkan kelahiran sebaiknya siapkan daftar nama sebelum hari H agar tidak ada yang terlewatkan
* Membuat foto lalu kirimkan via email kepada teman dan keluarga besar.
* Mencatat saran dokter dan suster sebelum lupa, kelak anda akan terlalu lelah untuk mengingat itu kembali.
* Menanyakan kondisi isteri anda kepada dokter kandungan dan kondisi anak anda kepada dokter anak.
* Membatasi waktu kunjungan para tamu agar dapat beristirahat dan ingatkan kepada para tamu untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi.
* Pelajari cara memakai popok, memandikan, membedong dan membantu istri menyusui.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika anda pulang kerumah:

* Pasang seprei ditempat tidur atau keranjang bayi.
* Pasang dan siapkan meja ganti pakaiannya. Siapkan segala sesuatu yang anda perlukan, washlap, popok, kapas dan lain-lain. Tempatkan ditempat yang mudah dijangkau.
* Siapkan lemari pakaian pertama bayi anda. Keluarkan semua pakaian bayi yang baru anda beli dari kemasannya, lepaskan semua label harga dan cuci dengan sabun cuci yang tidak mengandung bahan pemutih.
* Lengkapi bahan-bahan makanan di lemari es. Satu atau dua minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran, buatlah makanan yang dapat dibekukan. Pastikan anda cukup banyak cadangan makanan, susu, mentega, telur, sereal, beras dan sebagainya. Dengan demikian anda akan makan dengan lebih baik, lebih murah dan terhindar dari perjalanan panik ke toko.
* Jangan membawa terlalu banyak barang kerumah sakit. Ingat anda akan membawa beberapa tas tambahan untuk dibawa pulang.

 

Menu Ibu Menyusui


Gambar

Selain dari cadangan lemak dalam tubuh, enerji yang dibutuhkan untuk produksi ASI ibu menyusui diperoleh dari makanan. Makanya, Anda tetap saja harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam jenis yang bervariasi setiap harinya.

Dengan begitu, kebutuhan energi dan zat-zat gizi selama masa menyusui terpenuhi secara optimal. Selain Anda tetap sehat, kualitas dan kuantitas ASI jadi lebih OK . Lebih dari itu, jangka waktu Anda untuk memproduksi ASI jadi relatif lama.

Menyusun Menu

Saat menyusun menu sehari-hari, sebaiknya perhatikan keberadaan beberapa jenis bahan makanan berikut:

  • Makanan bertepung (kaya karbohidrat), seperti roti, pasta, nasi, breakfast cereal , dan kentang. Selain merupakan sumber enerji, jenis makanan ini kaya vitamin B kompleks dan serat.
    Bahan makanan sumber protein, seperti daging tanpa lemak, daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian. Dibutuhkan tambahan protein sekitar 15 gram/hari.
  • Susu dan produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, adalah sumber kalsium yang amat bagus. Perlu diketahui, 250-300 mg kalsium dikeluarkan pada ASI per hari.
  • Buah-buahan dan sayur-sayuran (paling sedikit 5 porsi sehari) merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat.
  • Lebih banyak cairan, seperti susu, sari buah tanpa gula, atau air. Usahakan minum minimal 8 gelas sehari, atau kira-kira 1-2 liter air selama 24 jam. Selain itu, perbanyaklah sayuran berkuah dan buah-buahan.

Sekilas, tampaknya tidak ada yang aneh pada daftar makanan di atas. Namun, bila diperhatikan lebih cermat, sebenarnya Anda sudah agak mengerem lajunya pertambahan berat badan. Bukankah lemak dan gula yang tidak perlu dan jadi biang keladi dalam menggemukkan tubuh sudah dicoret dalam menu sehari-hari Anda? Ini berarti, Anda juga perlu bersikap selektif dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi.

Jangan lupa, pandai-pandailah dalam memadukan berbagai bahan makanan agar tetap bergizi seimbang, namun sesuai selera Anda. Selamat menyusun menu!

3 Macam Tanda Persalinan


Dengan mengenali apa saja tanda-tanda persalinan, anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda tersebut ada pada anda.

Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda. Tanda-tanda persalinan:

Lendir Bercampur Darah

Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:

Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit.

Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.

Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:

Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.

Kontraksi Yang Teratur

Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Apa yang harus dilakukan:

Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.

Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.

 

 

Bagaimana Mengetahui Masa Subur Wanita?


Gambar

 

Masa subur adalah ketika sel telur wanita telah matang dan siap dibuahi. Ketika sel telur ini dibuahi maka terjadilah kehamilan.

Cara mengetahui masa subur wanita dengan siklus menstruasi 28 hari:
– Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
– Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Misalnya:  Seorang isteri mendapat haid pada tanggal 5 Januari, tanggal 5 Januari ini disebut hari ke-1. Masa subur wanita tersebut adalah hari ke-12 setelah tanggal 5 atau tanggal 16 Januari samapai tanggal 20 Januari. Sehingga ketika suami-isteri berhubungan pada masa ini Insya Allah akan terjadi kehamilan. Begitu juga dengan keluarga yang tidak merencanakan kehamilan atau KB alami, cara ini bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dengan TIDAK melakukan hubungan pada masa subur sang isteri.


Ciri-ciri masa subur yang akan dirasakan wanita ketika masa subur

1. Perubahan suhu basal tubuh

Suhu normal tubuh manusia umumnya berkisar 35,5-36 derajat celsius. Ketika terjadi ovulasi suhu tubuh akan turun sejenak dan kemudian naik kembali hingga mencapai 37-38 derajat celsius dan tidak akan kembali pada suhu 35 derajat celsisus. Pada saat itulah terjadi masa subur. Selama menjelang dan sampai akhir masa subur berlangsung 3-4 hari. Saat ovulasi, sel telur dikeluarkan melalui kantong yang matang. Tempat asal sel telur (korpus luteum) akan memproduksi hormon progesteron yang bertugas sebagai penyedia jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Ketika terjadi pembentukan hormon progesteron pada saat ovulasi ini akan mengakibatkan kenaikan suhu tubuh basal.

Cara mengukur suhu tubuh :

Lakukan pengukuran suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum melakukan kegiatan apa pun. Gunakan termometer yang dimasukkan ke dalam mulut atau dubur (bukan yang dijepit di ketiak). Letakkan termometer di bawah lidah selama 5-6 menit. Tututp mulut selama pengukuran. Catatlah perubahan suhu tubuh setiap hari. Lakukan pengukuran suhu tubuh ini setiap hari selama 3 bulan diwaktu yang sama, lalu gabungkan pengukuran hari ini dengan hari berikutnya, hingga membentuk kurva pengukuran suhu tubuh.

Contoh kurva atau grafik dari catatan suhu tubuh

Pada awalnya ketika mengukur suhu tubuh saat ovulasi, catatan grafik akan sedikit menurun dari perhitungan hari sebeumnya. Kemudian akan naik dengan beda paling sedikit hanya 0,2-0,5 derajat celsius. Jika grafik menunjukkan kenaikan, maka grafik tetap akan diatas tidak akan turun lagi.

2. Perubahan sekresi lendir leher rahim (servik).

Ketika masa subur tiba, umumnya wanita akan mengalami perubahan pada cairan lendir serviks. Cairan lendir serviks ini mudah sekali dikenali apabila dilakukan suatu tes atau pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut rahim (serviks). Untuk mengetahui perubahan pada lendir serviks bisa dilakukan dengan tangan sendiri lewat tes jari telunjuk, dengan cara :

– Masukkan jari telunjuk anda hingga ke bibir vagina, jangan terlalu dalam. Ambil sedikit cairan lendir serviks.

– Kemudian perhatikan lendir serviks yang keluar. Lendir serviks pada masa subur terlihat seperti lendir lentur, tidak terputus jika dipegang dan terasa lengket seperti agar-agar.

– Untuk memastikan perubahan lendir serviks dapat dilihat melaui pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop, maka lendir akan terlihat membentuk seperti daun pakis.

 Gambar bentuk lendir serviks

Gambar tanda timbulnya lendir serviks

3. Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender).

Menstruasi yang normal yang terjadi setiap bulannya umumnya berkisar 28-30 hari, namun panjangnya siklus menstruasi tiap wanita berbeda tergantung dari hormon tubuh yang dimiliki, suhu tubuh, berat badan, dan faktor lainnya. Siklus menstruasi dapat dijadikan suatu pedoman penting dalam menentukan masa subur seorang wanita. Masa subur ini penting diketahui adanya agar wanita dan pasangannya mengetahui kapan masa subur yang baik untuk kehamilan atau jika ingin menghindari kehamilan itu sendiri.

4. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.

Faktor lainnya yang ditandai sebagai masuknya masa subur seorang wanita adalah perubahan pada bentuk payudara dan rasa nyeri di bagian perut bawah. Perubahan pada bentuk payudara ini akan terasa lebih kenyal, lebih padat berisi dan rasa nyeri dibagian perut bawah layaknya seperti ketika awal masa menstruasi.

Tujuan adanya masa subur unutk membantu para wanita dan pasangannya untuk merencanakan kehamilan atau ingin menghindari kehamilan (KB alamiah).

Beberapa manfaat mengetahui masa subur, antara lain :

1. Menilai waktu terjadinya ovulasi.
2. Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum.
3. Mengoptimalkan waktu untuk hubungan seksual guna mendapatkan kehamilan.
4. Membantu mengidentifikasi masalah infertilitas.

Menentukan Masa Subur

Menghitung masa subur dapat diketahui dengan cara melihat dari perubahan periode menstruasi, perubahan pada lendir servik maupun perubahan pada suhu basal tubuh.

Bila masa siklus menstruasi teratur (28 hari)

Cara mudah menentukan masa subur jika memiliki siklus menstruasi yang teratur 28 hari dengan perhitungan sebagai berikut :

Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur (28 hari), pertengahan siklusnya hari ke-14 (28:2). Berarti masa suburnya 3 hari sebelum hari ke-14, yaitu hari ke-11 (14-3) dan 3 hari setelah hari ke- 14, yaitu hari ke-17 (14+3). Jadi, masa subur berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-17 (7 hari) dari siklus menstruasi yang normal setiap bulannya.

Maka hari pertama dalam siklus menstruasi dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus menstruasi.

Contoh:
Seorang wanita mendapat haid mulai tanggal 9 September. Tanggal 9 September ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 September dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 September. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 September hingga tanggal 24 September.

Jika siklus menstruasi tidak teratur

Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.
Rumus :
Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18
Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Contoh:
Seorang wanita mendapat haid dengan siklus terpendek 25 hari dan siklus terpanjang 30 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).
Langkah 1 : 25 – 18 = 7
Langkah 2 : 30 – 11 = 19
Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-7 sampai hari ke-19.

Jadi penting sekali bagi wanita untuk mengetahui kapan masa suburnya. Selain untuk merencanakan kehamilan, hal ini bisa digunakan sebagai KB alami atau yang biasa disebut KB Kalender

 

Jenis-jenis cara Melahirkan


Menjelang masa persalinan, ibu hamil tentulah menginginkan persalinan dilakukan dengan cara normal. Karena persalinan normal merupakan cara terbaik untuk melahirkan si buah hati ke dunia, dimana resiko dan efek yang dihasilkan sangat minim bahkan mungkin tidak ada. Namun meskipun demikian, jika persalinan tidak berjalan sesuai yang diharapkan, maka petugas medis akan melakukan beberapa tindakan dengan menggunakan peralatan guna mendukung kelancaran proses persalinan. Berikut jenis-jenis persalinan yang biasa dilakukan yang perlu diketahui oleh para ibu hamil dan tindakan seperti apa saja yang dilakukan dari tiap-tiap jenis persalinan tersebut.

Persalinan Normal

Persalinan normal adalah bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala/ubun-ubun kecil, tanpa memakai alat bantu, serta tidak melukai ibu maupun bayi (kecuali episiotomi). Proses persalinan normal biasanya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.

Terjadinya persalinan membutuhkan tiga faktor penting, yaitu kekuatan ibu saat mengejan, keadaan jalan lahir, dan keadaan janin. Ketiganya harus dalam keadaan baik, sehingga bayi dapat dilahirkan. Dengan adanya kekuatan mengejan ibu, janin dapat didorong kebawah, dan masuk kerongga panggul. Saat kepala janin memasuki ruang panggul,posisi kepala sedikit menekuk sehingga dagu dekat dengan dada janin. Posisi ini akan memudahkan kepala janin lolos melalui jalan lahir, yang diikuti dengan beberapa gerakan selanjutnya. setelah kepala keluar, bagian tubuh janin yang lain akan mengikuti, mulai dari bahu, badan, dan kedua kaki.

Persalinan Dibantu Alat

Jika pada fase kedua/ kala dua persalinan tidak maju dan janin tidak juga lahir, sedangkan Anda sudah kehabisan tenaga untuk mengejan, maka dokter akan melakukan persalinan berbantu, yaitu persalinan dengan menggunakan alat bantu yang disebut forsep atau vakum. Jika tidak berhasil maka akan dilakukan operasi caesar.

Persalinan dibantu Vakum (Ekstrasi Vakum)

Disebut juga ekstrasi vakum. Vakum adalah seatu alat yang menggunakan cup ppenghisap yang dapat menarik bayi keluar dengan lembut.

Cara kerjanya sangat sederhana, yaitu vakum diletakan diatas kepala bayi, kemudian ada selang yang menghubungkan mangkuk ke mesin yang bekerja dengan listrik atau pompa. Alat ini berpungsi membantu menarik kepala bayi ketika Anda mengejan. Jadi tarikan dilakukan saat Anda mengejan, dan saat mulut rahim sudah terbuka penuh (FASE KEDUA) dan kepala bayi sudah berada dibagian bawah panggul.

Persalinan dengan vakum dilakukan bila ada indikasi membahayakan kesehatan serta nyawa ibu atau anak, maupun keduanya. Jika proses persalinan cukup lama sehingga ibu sudah kehilangan banyak tenaga, maka dokter akan melakukan tindakan segera untuk mengeluarkan bayi, misalnya dengan vakum. Keadaan lain pada ibu, yaitu adanya hipertensi (preeklamsia) juga merupakan alasan dipilihnya vakum sebagai alat bantu persalinan. Daam keadaan demikian, Anda tidak boleh mengejan terlalu kuat karena mengejan dapat mempertinggi tekanan darah dan membahayakan jiiwa Anda. Vakum juga dikerjakan apabila terjadi gawat janin yang ditandai dengan denyut jantung janin lebih dari 160 kali permenit atau melambat mencapai 80 kali permenit yang menandakan bahwa bayi telah mengalami kekurangan oksigen (HIPOKSIA).

Proses persalinannya sendiri menghabiskan waktu lebih dari 10 menit. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menjalani seluruh prosedur.

EFEK SAMPING

Selain sesuai dengan keadaan diatas, vakum baru boleh dikerjakan bila sarat-saratnya terpenuhi. Sarat tersebut yaitu panggul ibu tidak sempit, artinya dapat dilewati oleh janin, janin tidak terlalu besar, pembukaan sudah lengkap, dan kepala janin sudah memasuki dasar panggul ibu. Jika sarat tersebut tidak terpenuhi, misalnya janin terlalu besar dan kepala janin masih terletak tinggi didalam panggul, maka operasi seksio caesaria adalah pilihannya.

Efek samping dari persalinan dengan dibantu vakum ini adalah terjadi perlukaan yang lebih luas pada jalan lahir, juga pendarahan dijalan lahir. Sedangkan pada bayi, resiko vakum secara umum adalah terjadinya luka atau lecet dikulit kepala. Inipun dapat diobati dengan obat anti septik. Kondisi ini biasanya akan hilang sendiri setelah bayi usia seminggu. Resiko yang lebih berat adalah terjadinya pendarahan diantara tulang-tulang kepala (cephal hematome), juga terjadi pendarahan dalam otak.

Persalinan Dibantu forsep (ekstrasi forsep)

 

Forsep merupakan alat bantu persalinan yang terbuat dari logam menyerupai sendok. Berbeda dengan vakum, persalinan yang dibantu forsep bisa dilakukan meski Anda tidak mengejan, misalnya saat terjadi keracunan kehamilan, asma, atau penyakit jantung. Persalinan dengan forsef relatip lebih beresiko dan lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan vakum. Namun kadang terpaksa dilakukan juga apabila kondisi ibu dan anak sangat tidak baik.

Dokter akan meletakan forsep diantara kepala bayi dan memastikan itu terkunci dengan benar, artinya kepala bayi dicengkram dengan kuat dengan forsep. Kemudian forsep akan ditarik keluar sedangkan ibu tidak perlu mengejan terlalu kuat. Persalinan forsep biasanya membutuhkan episiotomi.

Forsep digunakan pada ibu pada keadaan sangat lemah, tidak ada tenaga, atau ibu dengan penyakit hipertensi yang tidak boleh mengejan, forsep dapat menjadi pilihan. Demikian pula jika terjadi gawat janin ketika janin kekurangan oksigen dan harus segera dikeluarkan. Apabila persalinan yang dibantu forsep telah dilakukan dan tetap tidak bisa mengeluarkan bayi, maka operasi caesar harus segera dilakukan.

Pada bayi dapat terjadi kerusakan saraf ketujuh (nervus fasialis), luka pada wajah dan kepala, serta patah tulang wajah dan tengkorak. Jika hal itu terjadi, bayi harus diawasi dengan ketat selama beberapa hari. Tergantung derajat keparahannya, luka tersebut akan sembuh sendiri. Sedangkan pada ibu, dapat terjadi luka pada jalan lahir atau robeknya rahim (ruptur uteri).

Persalinan Dengan Operasi Caesar

operasi caesarTindakan operasi caesar ini hanya dilakukan jika terjadi kemacetan pada persalinan normal atau jika ada masalah pada proses persalinan yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Keadaan yang memerlukan operasi caesar, misalnya gawat janin, jalan lahir tertutup plasenta (plasenta previa totalis), persalinan meacet, ibu mengalami hipertensi (preeklamsia), bayi dalam posisi sungsang atau melintang, serta terjadi pendarahan sebelum proses persalinan.

Pada beberapa keadaan, tindakan operasi caesar ini bisa direncanakan atau diputuskan jauh-jauh hari sebelumnya. Operasi ini disebut operasi caesar elektif. Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah kesehatan pada ibu atau ibu menderita suatu penyakit, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Misalnya ibu menderita diabetes, HIV/AIDS, atau penyakit jantung, caesar bisa dilakukan secara elektif atau darurat (emergency). Elektif maksudnya operasi dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh hari sebelum waktu persalinan. Sedangkan emergency berarti caesar dilakukan ketika proses persalinan sedang berlangsung, namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi caesar harus segera dilakukan.

Operasi Caesar Terencana (elektif)

Pada operasi caesar terencana (elektif), operasi caesar telah direncanakan jauh hari sebelum jadwal melahirkan dengan mempertimbangkan keselamatan ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang menjadi pertimbangan untuk melakukan operasi caesar secara elektif, antara lain :

1. Janin dengan presentasi bokong : Dilakukan operasi caesar pada janin presentasi bokong pada kehamilan pertama, kecurigaan janin cukp besar sehingga dapat terjadi kemacetan persalinan (FETO PELPIC DISPROPORTION), janin dengan kepala menengadah (DEFLEKSI), janin dengan lilitan tali pusat, atau janin dengan presentasi kaki.

2. Kehamilan kembar : Pada kehamilan kembar dilihat presentasi terbawah janin apakah kepala, bokong, atau melintang. Masih mungkin dilakukan persalinan pervaginam jika persentasi kedua janin adalah kepala-kepala. Namun, dipikirkan untuk melakukan caesar pada kasus janin pertama/terbawah selain presentasi kepala. pada USG juga dilihat apakah masing-masing janin memiliki kantong ketuban sendiri-sendiri yang terpisah, atau keduanya hanya memiliki satu kantong ketuban. Pada kasus kehamilan kembar dengan janin hanya memiliki satu kantong ketuban, resiko untuk saling mengait/menyangkut satu sama lain terjadi lebih tinggi, sehingga perlu dilakukan caesar terencana.Pada kehamilan ganda dengan jumlah janin lebih dari dua (misal 3 atau lebih), disarankan untuk melakukan operasi caesar terencana.

3. Plasenta previa : artinya plasenta terletak dibawah dan menutupi mulut rahim. Karena sebelum lahir janin mendapat suplai makanan dan oksigen, maka tidak mungkin plasenta sebagai media penyuplai lahir/ lepas terlebih dulu dari janin karena dapat mengakibatkan kematian janin. Plasenta terdiri dari banyak pembuluh darah, lokasi plasenta yang menutupi jalan lahir, sangat rawan dengan terjadinya pendarahan. Apabila terjadi kontraksi pada rahim, maka sebagian plasenta yang kaya pembuluh darah ini akan terlepas dan menimbulkan pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa janin dan ibu.

4. Kondisi medis ibu : preeklamsia, kencing manis (diabetes militus), herpes, penderita HIV/AIDS, penyakit jantung, penyakit paru kronik, atau tumor rahim (mioma) yang ukurannya besaratau menutupi jalan lahir, kista yang menghalangi turunnya janin, serta berbagai keadaan lain merupakan hal-hal yang menyebabkan operasi caesar lebih diutamakan.

5. Masalah pada janin : Misanya pada janin dengan oligohidramnion (cairan ketuban sedikit) atau janin dengan gangguan perkembangan.

Opereasi Caesar Darurat (Emergency)

Yang dimaksud operasi caesar darurat adalah jika operasi dilakukan ketika proses persalinan telah berlangsung. Hal ini terpaksa dilakukan karena ada masalah pada ibu maupun janin. Beberapa keadaan yang memaksa terjadinya operasi caesar darurat, antara lain :

Persalinan macet

Keadaan ini dapat terjadi pada fase pertama (fase lilatasi) atau fase kedua (ketika Anda mengejan). Jika persalinan macet pada fase pertama, dokter akan memberi obat yang disebut oksitosin untuk menguatkan kontraksi otot-otot rahim. Dengan demikian mulut rahim dapat membuka. Ada teknik lain, yaitu memecahkan selaput ketuban atau memberikan cairaan infus intrafena jika Anda kekurangan cairan /dehidrasi. Jika cara-cara itu tidak berhasil, maka operasi caesar akan dilakukan.

  Jika persalinan macet pada fase kedua, dokter harus segera memutuskan apakah persalinan dibantu dengan vakum atau forsep atau perlu segera dilakukan operasi caesar. Hal yang menjadi   pertimbangan untuk melanjutkan persalinan pervaginam dengan alat (berbantu) atau operasi caesar, tergantung pada penurunan kepala janin didasar tanggul, keadaan tanggul ibu, dan ada tidaknya kegawatan pada janin.

  Persalinan macet merupakan penyebab tersering operasi caesar. Beberapa alasan yang dijadikan pertimbangan ialah kontraksi tidak lagi efektif, janin terlalu besar semantara jalan lahir ibu sempit, dan posisi kepala janin yang tadak memungkinkan dilakukan penarikan dengan vakum maupun forsep.

Stres pada janin

 Ketika janin stres, dia akan kekurangan oksigen. Pada pemeriksaan klinik tanpak bahwa denyut jantung janin menurun. Secara normal, selama terjadi kontraksi denyut jantung      janin menurun sedikit, namun akan kembali ke prekwensi asalnya, jika :

– Prolaps tali pusat: jika tali pusat keluar melalui mulut rahim, dia bisa terjepit, sehingga suplai darah dan oksigen kejanin berkurang. Keadaan ini berbahaya jika janin dilahirkan secara normal lewat vagina, sehingga memerlukan tindakan operasi caesar segara.

– Perdarahan : Jika Anda mengalami perdarahan yang banyak akibat plasenta terlepas dari rahim, atau karena alasan lain, maka harus dilakukan operasi caesar.

– Stres janin berat : Jika denyut jantung janin menurun sampai 70x per menit, maka harus segera dilakukan operasi caesar. Normalnya denyut jantung janin adalah 120/160x per menit.

Teknik Pembiusan

Sebelumnya, Anda akan dibius oleh dokter ahli anestesi agar tidak merasakan nyeri. Cara pembiusan ada dua macam, yaitu secara regional atau bius umum.

Pertama, pembiusan secara regional dilakukan pada daerah tulang belakang. Cara ini disebut anestesi spinal. Anda masih sadar namun bagian perut hingga kaki tidak dapat merasakan apapun. Kemudian, sayatan pada bagian perut pun dimulai. Pertama adalah menyayat dinding perut bagian bawah sepanjang kurang lebih 20 cm. Dilanjutkan dengan menyayat dinding rahim sampai bayi tampak. Bayi pun dikeluarkan perlahan dilanjutkan dengan plasenta dan tali pusat. Jika tidak ada komplikasi,semua proses ini memerlukan waktu kurang lebih 20/30 menit. Anda segera pulih pasca operasi.

Kedua, pembiusan secara umum, pada keadaan ini Anda tidak sadar. Pembiusan dilakukan dengan cara memasang alat bantu napas yang disebut intubasi. Selama pembiusan, sistim pernapasan Anda dibantu dan dimonitor dengan alat. Pembiusan secara umum dilakukan jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk dilakukan bius regional/spinal.

Cara Operasi Caesar Dilakukan

Paling sering dibuat sayatan horizontal (mendatar) pada kulit diperut bagian bawah, kadang dilakukan sayatan vertikal, tergantung situasi dan penyulit saat operasi dilakukan, biasanya otot perut tidak perlu dipotong. Selanjutnya dilakukan insisi/sayatan pada rahim, cairan amnion diisap, dan bayi ditarik keluar dengan hati-hati. Biasanya oprasi ini dilakukan oleh dua orang dokter, seorang dokter ahli obstetri dan seorang dokter asisten. Ketika bayi keluar, tali pusat dijepit dan dipotong, lalu plasenta dikeluarkan, dan rahim diperiksa secara menyeluruh. Jika tidak ada riwayat operasi caesar yang menyebabkan perletakan pada rahim atau pengangkatan tumor dirahim sebelumnya, maka sampai pada tindakan ini diperlukan sekitar waktu 15 menit. setelah bayi lahir, plasenta dikeluarkan. Setelah bayi dan plasenta lahir, dokter akan menjahit jaringan yang dipotong tadi. Diperlukan waktu sekitar 30 menit, total tindakan memakan waktu sekitar 60 menit. Jika Anda pernah dioperasi caesar sebelumnya waktu yang dibutuhkan lebih lama, tergantung situasi dan dokter yang menangani Anda. Pada persalinan kembar, butuh waktu 5 menit setiap kali mengeluarkan bayi.

Proses Penyembuhan

Pada hari pertama setelah melahirkan, jika diperlukan, Anda diberikan obat dalam dosis rendah. Beberapa dokter akan membolehkan Anda mulai makan padat dalam 24 jam pertama. Adapula yang menunggu sampai Anda buang angin (kentut) yang menandakan bahwa usus sudah berfungsi normal.

Pada hari kedua, Anda akan merasa tidak nyaman pada perut. Hal ini terjadi karena organ pencernaan kembali beraktipitas secara normal setelah mendapat obat penghilang rasa sakit yang menghentikan aktipitasnya.

Kesembuhan masing-masing ibu berbeda tergantung dari daya tahan dan efek obat bius yang digunakan. Jika selama pemantauan kondisi Anda stabil, maka dokter akan mengijinkan Anda pulang. Jangan lupa kontrol kembali kedokter, kira-kira setelah dua minggu.

Melahirkan Di Dalam Air (Waterbirth)

melahirkan di airMelahirkan di dalam air atau Water Birth mulai populer di Eropa, terutama Rusia dan Prancis pada tahun 1970-an. Tujuannya saat itu adalah untuk memudahkan lahirnya bayi. Melahirkan dalam air dapat mengurangi rasa sakit pada ibu. Idenya berawal dari pemikiran bahwa janin yang selama sembilan bulan berenang dalam air ketuban dapat lebih nyaman memasuki dunia baru yang juga air. Setelah itu bayi akan bernapas dan menghirup udara.

Namun, ada beberapa resiko pada water birth, misalnya adanya komplikasi pada paru. Kadang bayi kesulitan bernapas ketika berada dalam air. Maka jika ingin melahirkan dalam air, Anda harus dulu berkonsultasi dengan dokter.

Manfaat Melahirkan di Air

Manfaat bagi ibu :

Para pakar kesehatan dibidang ginekologi mengakui bahwa melahirkan didalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain, yaitu:

. Ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot yang berkaitan dengan persalinan menjadi lebih elastis

. Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.

. Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.

  Manfaat bagi bayi :

. Menurunnya resiko cedera kepala bayi.

. Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.

Proses Melahirkan Di Air

Proses dan melahirkan dalam air sama saja dengan melahirkan normal, hanya tempatnya yang berbeda. Dilakukan didalam sebuah kolam cukup besar (berukuran 2 meter) yang terbuat dari plastik atau bath tube dengan benjolan-benjolan pada alasnya agar posisi Anda tidak merosot. Selain kolam plastik, fasilitas pendukung lainnya adalah pompa pengatur air agar tetap bersikulasi, pengatur suhu (water heater) untuk menjaga air tetap hangat, serta termometer untuk mengukur suhu. Kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh, yaitu sekitar 36-37 Celcius. Ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara didalam perut dan diluar, dan agar bayi tidak mengalami hipotermia.

Selanjutnya Anda mengejan seperti biasa. Mengingat tempatnya di air, bayi yang baru keluar otomatis berendam dulu selama beberapa saat didalam air (sekitar 5-10 detik). Ini tidak masalah karena suhu air hampir sama dengan suhu cairan ketuban tempat bayi “berenang” sebelum dilahirkan. Itu sebabnya ketika baru keluar, bayi tidak menangis, mungkin dia merasa seolah seperti belum lahir karena kondisinya sama antara didalam dan diluar.

Batasan Melahirkan Di Air

Melahirkan diair tetap ada batasan dan pertimbangan medis untuk diperkenankan. Beberapa faktor yang tidak membolehkan persalinan dalam air, antara lain panggul ibu kecil, bayi lahir sungsang atau melintang, ibu yang sedang dalam perawatan medis, ibu memiliki penyakit herpes, serta beberapa keadaan lainnya. Ibu yang mengindap herpes disarankan untuk tidak melahirkan dengan metode ini, karena kuman herpes tidak mati didalam air sehingga dapat menular kepada bayi melalui mata,selaput lendir,dan tenggorokan bayi.

Syarat lainnya, proses melahirkan didalam airtidak bisa dilakukan sembarangan, kendati terlihat mudah. Pengawasan dari pihak medis tetap diperlukan untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Resiko Melahirkan di Air

Resiko yang terjadi adalah bayi menelan air. Maka dari itu, air kolam dibuat steril sehingga walaupun tertelan bayi tidak membahayakan. Bayi juga mengalami temperatur shock jika suhu air tidak sama dengan suhu ibu saat dilahirkan, yaitu 36-37 celcius. Resiko pada ibu adalah hiportemia(suhu tubuh terlalu rendah) akibat proses melahirkan yang lebih lama dibandingkan waktu yang diperkirakan.

TIPS :

. Buatlah keputusan yang tepat setelah berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda memastikan melahirkan di dalam air, yakinlah itu cara terbaik bagi Anda.

. Mengikuti senam hamil. Senam hamil berguna untuk melatih pernapasan dan melenturkan lubang vagina sehingga memudahkan kelahiran si bayi.

. Pilihlah rumah sakit yang memiliki fasilitas water birth dengan tenaga dpkter dan perawat yang terlatih.