Ujianmu Vs Ujian Para Nabi & Rasul. Siapa Lebih Berat?


 When you’re hurt by people who share the same blood as you, then just remember Yusuf (AS), who was betrayed by his own brothers.
Jika engkau dilukai oleh saudara sedarahmu, ingat bagaimana Yusuf (AS) yang pernah dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri. 
 
 
If you find your parents opposing you, remember Ibrahim (AS), whose father led him to the fire.
Jika orang tuamu menentangmu, ingat bagaimana ayah Ibrahim (AS) pernah melemparkannya ke dalam membaranya api.
 
 
If you’re stuck with a problem where there’s no way out, remember Yunus (AS), stuck in the belly of a whale.
Jika engkau terperangkap dalam suatu masalah yang engkau bingung mana jalan keluarnya, ingatlah bagaimana Yunus (AS) pernah terperangkap di dalam perut ikan paus. 
 
 
If you’re ill & your body cries with pain, remember Ayoob (AS) who was more ill than you.
Jika engkau sakit dan tubuhmu penuh dengan rasa sakit, ingat Ayyub (AS) yang pernah merasakan penyakit yang lebih sakit daripadamu. 
 
 
When someone slanders you, remember Ai’sha (RA) who was slandered throughout the city.
Jika ada seseorang yang memfitnahmu, ingatlah bahwa Aisyah (RA) juga pernah diberitakan dengan kabar dusta di serata kota. 
 
 
When you’re lonely, recall Aadam (AS) who was created alone.
Jika engkau merasa sendiri, ingatlah Adam (AS) dulu diciptakan juga dalam keadaan sendiri.
 
 
When you can’t see any logic around you, think of Nuh (AS) who built an ark without questioning.
Jika engkau tak menemukan alasan logis apapun atas apa yang terjadi, ingatlah bagaimana Nuh (AS) tetap membangun kapal tanpa banyak bertanya. 
 
 
If you are mocked by your own relatives then think of Prophet Muhammad (SAW).
Jika engkau diejek-ejek oleh kerabat-keluargamu sendiri, maka pikirkanlah tentang Nabi Muhammad (SAW). 
 
 
Allah (SWT) put these Prophets to trial, so that later generations may learn a lesson of patience & perseverance.
Allah (SWT) memberikan ujian bagi semua nabi dan rasul di atas sehingga generasi kita bisa memetik pelajaran tentang sabar dan keteguhan dalam berjuang. 
 
 
May Allah SWT give us perspective & understanding. Aameen.
Semoga Allah (SWT) memberikan kita pandangan hati yang tajam dan pemahaman yang mendalam. Amin.
Jika langit saja bisa lapang, mengapa dada kita tidak bisa sama lapangnya dalam menghadapi ujian. Langit itu makhluk “mati” sementara kita ini “hidup”, lengkap dengan akal! !!
sumber : dirgantaksara

Kisah Serba Salah Ayah, Anak dan Seekor Keledai


Alkisah di suatu waktu, ada seorang lelaki yang hendak menjual keledainya ke pasar. Dia mengajak anaknya semata wayang untuk berangkat bersama. Berhubung tempat tinggal mereka jauh letaknya, maka dia menyuruh anaknya untuk naik ke atas keledai tersebut, dan sang ayah berjalan di depan sambil memegang tali kekang.

Selang beberapa lama mereka berpapasan dengan tetangga mereka, seorang penebang kayu yang baru pulang dari hutan. Pria tersebut menyapa mereka dan berbincang-bincang tentang tujuan mereka. Di akhir perbincangan, dia berkata :

“Nak, harusnya kamu sadar diri. Ayahmu kan sudah tua, masa dia yang harus berjalan kaki sementara kamu duduk santai di atas keledai. Dasar anak tidak berbakti!”

Orang tersebut pun berlalu. Sang anak merasa tak enak, kemudian turun dari keledainya dan menganjurkan supaya ayah-nya saja yang duduk di atas keledai dan dia berjalan di depan sambil menuntun memegang tali kekang. Sang ayah setuju.

Beberapa jauh kemudian, mereka berpapasan dengan rombongan pengelana dan kali ini sang ayah mendapat umpatan :

“Orang tua kejam, anaknya disuruh berjalan sementara dia sendiri enak-enakan duduk di atas keledai. Dasar orang tua tidak berperasaan!”

Ayah dan anak itu pun tertegun. Setelah rombongan pengelana itu berlalu, sang ayah pun memutuskan kalau lebih baik mereka berdua naik bersama di atas keledai tersebut. Sang anak pun menurut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan harapan tidak akan ada orang lain yang mencela mereka.

Setelah mendekati daerah pasar, mereka melihat seorang ibu yang sedang dalam perjalan pulang dari pasar. Dari kejauhan mereka dapat melihat kalau ibu itu memperhatikan mereka, tetapi sang ibu tidak melontarkan satu kata pun. Merasa kali ini mereka sudah membuat keputusan yang tepat, mereka terus berjalan hingga berpapasan dengan sang ibu. Tiba-tiba ibu itu dengan lantang berkata :

“Eee, kalian benar-benar manusia gak berprihewanan. Keledai sudah kecil begitu masih aja dipaksa ngangkut kalian berdua! Heran deh gue???”

Jengkel dengan komentar orang-orang, maka ayah dan anak itupun turun dari keledai, dan mereka berjalan di samping menuntun keledai. Melihat hal itu, orang-orang pun tak hentinya bekomentar lagi :

“Lihatlah, betapa bodohnya mereka. Mereka punya keledai untuk dikendarai, malah mereka hanya menuntun keledainya tidak ditunggangi. Dasar ayah dan anak sama-sama o’on!”

Akhirnya mereka berdua hanya bisa diam.

Kisah ini adalah kiasan, bukankan hal seperti itu sering terjadi dalam kehidupan kita? Memang sulit untuk memuaskan keinginan semua orang karena sering kali selalu salah dimata mereka. Yakinlah akan perbuatan dan tujuan baik yang dilakukan, jangan tergantung pada pandangan dan pendapat orang lain. Jika itu tujuan dan cara yang benar, maka lakukanlah.

Mari Berbagi



Memberi itu ekspresi cinta. Memberi itu air mata ketulusan. Memberi itu sebuah pengorbanan dan keikhlasan. Memberi itu sebuah kekayaan. Memberi itu indah, seindah sungai-sungai cantik di surga dan tenangnya hati ketika bermunajat kepada Rabb Semest Alam. Bagaimana tidak, ketika Allah menjanjikan dalam AlQuran surat Saba ayat 39 yang berbunyi ”Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.”

Keindahan yang hadir tidak dapat diekspresikan dengan untaian kata. Ia adalah abstrak, hadirnya di hati dan relung jiwa. Ia adalah ungkapan syukur dan gejolak cinta kepada sesama. Memberi itu ekspresi cinta. Cinta itu indah. Keindahan itu hadir karena adanya rasa saling sayang dan memberikan yang terbaik.

Lihatlah ke sekeliling. Lihatlah barangkali ada teman-temanmu yang sedang kesulitan. Dekati temanmu yang wajahnya murung. Tanyakan kepadanya apa yang membuatnya bersedih. Sebab, tak semua orang bisa langsung mengungkapkan apa yang menjadi masalahnya.

Kepekaan sosial, itulah intinya. Sejauh mana kepekaan sosialmu terhadap lingkungan sekitar. Terhadap teman-teman di sekolah, terhadap tetangga-tetangga, juga terhadap sahabat-sahabat yang selalu membantumu. Karena, semua orang tahu, tak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Tak ada manusia yang tidak membutuhkan sesamanya.

Tak ada salahnya, jika mulai dari sekarang kamu mulai mengasah kepekaan sosial. Coba tanya kabar teman-teman yang kamu temui hari ini. Berikanlah senyuman termanis. Bantulah siapapun yang membutuhkan bantuanmu. Jadilah shabat yang terbaik untuk teman kita. Dengarkan segala keluh kesah mereka. Berikan solusi yang terbaik. Jika memang tidak bisa memberikan solusi, setidaknya kamu bisa mendengarkan keluhan mereka dengan setulus hati. Cobalah ini dan hidupmu akan menjadi lebih indah. InsyaAllah..

sumber: 99 ideas for happy teens

Anemia, Si Biang Futur


Pernahkah Anda merasa menjadi orang yang paling semangat, selalu mengawali hari dengan senyuman dan sangat siap melaksanakan setumpuk kegiatan? Atau sebaliknya, setiap bangun pagi Anda merasa loyo, capek, pegal dan bahkan lupa tugas-tugas yang harus diselesaikan? Ketika suatu pagi Anda mengalami keadaan buruk ini, Anda merasa malas melakukan apapun. Kajian tidak datang, ke kampus terlambat, tilawah hanya beberapa ayat, shalat dhuha libur dulu, dan rapat organisasi absen saja. Teman-teman mengidentifikasi Anda sedang futur, sedang mengalami kemunduran ruhiyah dan penurunan spiritualitas. Lalu, Anda kebanjiran SMS motivasi dan tausiyah dari sana-sini. Anehnya, puluhan SMS dan tausiyah itu hanya sedikit atau tak membuat Anda berubah. Kaki tetap berat melangkah untuk menyambut berbagai amanah mulia itu.

Benarkah Anda sedang futur? Mungkin benar. Tetapi yang lebih penting penting adalah mengetahui penyebabnya. Tanpa tahu penyebabnya, Anda tak akan tahu cara mengatasinya.

Jangan-jangan, Anda hanya kekurangan zat besi (anemia) saja. Jika ini segera Anda sadari, sebelum teman-teman memberondong Anda dengan SMS indah dan tausiyah, Anda telah bangkit ceria dan menyapa mereka.

Mari kita hitung, manakah yang lebih banyak kita rasakan, ketika pagi tiba. Pagi adalah awal sebuah hari, biasanya kualitas hari kita akan ditentukan oleh kondisi kita di pagi hari. Jika setelah bangun tidur Anda merasakan tubuh yang segar, dan pikiran yang fresh, maka Anda akan siap mengisi hari dengan aktifitas yang penuh manfaat. Menyelesaikan semua amanah yang diemban tanpa keluhan. Selalu siap berlama-lama menjadi relawan di daerah bencana.

Kesegaran tubuh di pagi hari sangat tergantung pada kualitas tidur dan asupan nutrisi di hari sebelumnya. Tidur yang berkualitas akan membuat badan kembali segar, namun bukan berarti harus memperbanyak jam tidur. Asupan nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan pun sangat menentukan kesegaran tubuh di pagi hari. Ada 5 zat gizi yang harus diterima tubuh dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Kelima zat gizi tersebut adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral Jika tubuh kekurangan kelima zat gizi yang seharusnya diterima tubuh, maka akan berdampak pada defisiensi atau kekurangan zat gizi. Bahkan bisa jadi terkena defisiensi beberapa zat gizi seperti kurang gizi (akibat kekurangan kalori dan protein) dan anemia gizi besi (kekurangan Fe atau zat besi).

Bayangkan, Anda adalah relawan Merapi yang harus mendampingi para pengungsi. Atau aktifis dakwah kampus yang sedang memimpin rapat penting, atau juga seorang panitia tabligh akbar yang sedang menjemput pembicara, tiba–tiba saja pingsan. Tubuh lemah dan tidak kuat melanjutkan amanah. Semua aktifitas itu harus dihentikan dan Anda harus bad-rest. Di-cancel-lah beberapa agenda penting. Setelah diperiksakan, Anda mengalami Anemia Gizi Besi (AGB), juga memiliki status gizi yang kurang alias kurang gizi.

Penyebab utama anemia adalah kurangnya zat besi dalam tubuh. Kurangnya zat besi dalam tubuh bisa dikarenakan kurang asupan makan sumber zat besi, bisa pula karena penyakit seperti malaria, infeksi penyakit karena cacing, dan gangguan patologis.

Tanda yang sangat mudah dikenali jika terkena anemia adalah 5 L : Lemah, Letih, Lesu, Loyo dan Lunglai. Seolah tubuh sangat berat untuk digerakan, berkunang-kunang, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini sangat terasa jika berubah posisi, ketika jongkok kemudian Anda berdiri, atau ketika beranjak dari tempat tidur.

Anemia lebih banyak diderita oleh wanita karena wanita mengalami masa haid setiap bulannya. Fe pun hilang bersamaan keluarnya darah haid. Sehingga pengeluaran zat besi ini harus diimbangi dengan asupan makanan sumber Fe, dan suplemen pil besi. Selain itu asupan vitamin C harus dupenuhi karena mendukung penyerapan zat besi. Bahan makanan yang merupakan sumber Fe adalah sumber protein hewani seperti hati daging sapi, dan daging kambing. Sayuran berwarna hijau seperti bayam hijau, bayam merah, dan daun singkong.

Jujur saja kita akui bahwa para aktivis jarang yang memperhatikan makanannya. Pagi-pagi pergi tak sempat sarapan. Siang makan dengan asupan seadanya, dan malam menyantap mie instan tanpa hijauan atau daging.

Anda perlu mengevaluasi kembali kebiasaan makan selama ini karena ini sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Makan tidak hanya sekedar ingin makan dan tidak sekedar kenyang. Diperlukan kecerdasan untuk memilih makanan, mempertimbangkan manfaat dan dampak positifnya. Pola makan sehat dan memakan makanan sehat harus menjadi kebiasaan para aktifis dawah. Amanah yang diemban tidak hanya untuk sekarang dan esok hari, namun sampai ajal menjelang.

Bagi seorang ahkwat atau ummahat, makanan tidak hanya untuk sekedar sehat tapi juga untuk kecantikan dirinya. Kulit yang halus, mata bersinar serta otak yang cerdas dapat dimulai dari makanan. Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah menyiapkan diri untuk menghadapi kehamilan. Bayi sehat hanya akan berasal dari rahim yang kuat dan sehat. Begitu juga dengan ASI yang berkualitas, akan mengalir dari tubuh Ibu yang memiliki status gizi normal, berperilaku sehat, penyabar dan qanaah. Semua itu hanya bisa terwujud jika Anda mempersiapkannya dari sekarang. Mulailah dari makanan sehat dan pola makan sehat. Jangan sampai kita futur, hanya gara-gara kurang Fe.

Fimadani 

Lihatlah Cobaan ku ini….


Cobaan selalu diberikan kepada siapa saja. Baik orang-orang terdahulu, manusia yang hidup di masa sekarang, maupun manusia yang hidup di masa mendatang.

 

Sering kali kita merasa bahwa masalah ini selalu menimpa kita. Ingin rasanya orang lain merasakan masalah yang kita alami. Memang hidup adalah peralihan masalah satu ke masalah lainnya. Itu lah hidup, penuh dengan masalah. Bukan hidup namanya jika tanpa masalah.

 

Sebagian kita merasa, masalah itu terlalu berat. Ya masalah memang berat. Namun bukan berarti tidak bisa kita selesaikan. Ia diciptakan untuk kita. Agar kita terus beripikir dan merenungi hakikat hidup ini. Agar kelak kita menjadi orang-orang yang bersyukur.

 

Sebagian kita menyelesaikan masalah dengan mengeluh. Padahal mengeluh bukti kita tidak bersyukur. Jika ada masalah tersenyumlah dan ucapkanlah Alhamdulillah. Bersyukurlah kita ketika masalah datang, kita mash bisa hidup, masih bisa merasakan cinta dan kasih sayang.

 

Ingatlah masalah itu tidak hanya menimpa diri kita sendiri. Orang lain pasti juga punya masalah. Orang-orang sudah meninggal dulunya pun ketika hidup punya banyak masalah. Anak-anak kita yang belum lahir saat ini pun nantinya pasti ada masalah. Jadi wajar jika kita hidup tidak bisa lepas dari masalah.

 

Saat itu lah kita diuji. Bagaimana kita menghadapi masalah. Apakah kita merasa yakin dan kuat untuk menyelesaikannya. Atau apakah kita bersegera minta pertolongan kepada Yang Maha Kuat.

 

Sahabat..

Jika kita tahu, sebenarnya, masalah orang lain itu lebih berat dari masalah-masalah kita. Jika anda yang mengalaminya, pasti anda tidak akan sanggup menyelesaikan masalah mereka. Bersyukurlah kita diberi masalah dan pasti mampu menyelesaikannya.

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)

 

Jadi untuk apa kita mengeluh ?

membaur tanpa melebur…


ketika kain penutup yg lebar ini menjadi pembatas antara komitmen kami terhadap kebenaran dengan kebebasan kalian dalam bertindak…
ketika rasa kepedulian kami yang tak pernah jenak dengan sesuatu yg terserak lagi sia-sia memisahkan kita dengan kebiasaan kalian berfoya-foya lagi semaunya dlm bekerja…
ketika ghiroh dan kesiapsiagaan kami yg telah biasa tersulut memisahkan kita dengan segala sesuatumu yg lamban lagi tertunda-tunda…

walana a’maluna walakum a’malukum….
ikhwah…

 

inilah kehidupan nyata, bukan lagi dunia kampus yang smuanya ada dibawah kendali kita…
ikhwah…

 

diluar sana dunia nyata menanti kita, dakwah pasca kampus yg penuh dg dinamika…
Tersikut, tersudutkan, terhempas, terkucilkan dan semua tantangan itu menanti kita…
Siapkah kita untuk menghadapinya dg tetap menjaga kebersihan hati, kepedulian terhadap skitar dan profesionalitas…???

Jadilah Bagian Dari Orang-orang Yang Terpilih


-eramuslim-

“Kamu tahu siapakah penghuni surga itu?”

“Tidak!” Jawabku.

“Lihatlah mereka yang berjalan memenuhi panggilan adzan untuk rukuk dan sujud kepada Tuhannya. Mereka mengabaikan aktivitasnya meskipun aktivitas tersebut dapat memberikan dunia yang berlimpah.”

Di usia senjanya semangat untuk menjadi muslim yang kaffah semakin kental pada dirinya. Rambut putih yang tumbuh di kepala tidak menghalangi dirinya untuk bersujud di barisan pertama disetiap waktu adzan dikumandangkan.

“Shalat berjamaah warisan nabi dan sahabat. Di dalamnya penuh dengan ruh dan kekuatan umat islam. “

Saya mendengarkan nasihatnya dengan seksama. Suaranya yang tenang dan terdengar sejuk menusuk qalbu. Sinar wajahnya sangatlah tampak sebagai akibat cucuran air wudhu yang sering membasuhi wajahnya.

“Nak, semua muslim itu Insya Allah shalat. Tapi, shalat berjamaah itu pilihan. Tidak semua orang terpanggil untuk melaksanakannya. Bahkan, ada sebagian manusia yang enggan untuk dipanggil untuk memenuhi seruan muadzin. Nasihatku untukmu jadilah bagian dari orang-orang yang terpanggil meski terkadang hatimu enggan untuk memenuhinya.”

Bergetar hati ini mendengar nasihatnya. Ada sebuah dorongan di kedua pelupuk mata ini yang memaksa untuk keluar namun aku tahan.

“Nak, tahukah kamu bahwa umar pernah mewakafkan kebunnya kepada Nabi? Kala itu Umar sedang sibuk berkebun hingga ia tertinggal shalat ashar berjamaah. Perhatikanlah, para sahabat nabii akan mengorbankan dunia untuk akhiratnya. Tapi kamu lihat juga manusia-manusia saat ini. Berapa banyak dari mereka yang mengorbankan akhirat untuk dunianya.

Banyak orang sibuk mengerjakan aktivitasnya dengan mengabaikan shalat di awal waktu. Padahal shalat berjamaah itu adalah bukti kepatuhan kita kepada Allah Azza Wajalla.”

“Terima kasih atas nasihatnya. Apa yang Bapak sampaikan sangat membekas di hati saya.”

“Jadilah bagian dari orang-orang yang terpilih itu. Karena mereka itu sedikit sekali jumlahnya.”

Setelah mengucapkan salam kami pun berpisah di persimpangan jalan.