Bocah Kecil Tanpa Kaki:. Jangan Menyerah


tak ada manusia yang terlahir sempurna, 
jangan kau sesali sgala yang telah terjadi.. 

undefined

 

..kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat,
seakan hidup ini tak ada artinya lagi,
undefined

 

syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah..
tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik

 

Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya,

..bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa

s.

 

 Jangan Menyerah

..

 

tips bagi yang doyan pakek Kaos kaki ….


 

Pernah merasa begitu kesusahan dalam mencuci kaos kaki? Ups, jangan-jangan sering nih! Hehehe… memang barang yang satu ini tuh barang yang gampang banget kotor dan sebaliknya, susah banget buat dibersihin. Padahal, bagi seorang akhwat nih, kaos kaki tuh barang yang puenting banget, bagaikan selendang milik sang bidadari dalam cerita Joko Tingkir (he????)… Maksudnya nih, jika tanpa selendang sang bidadari ga bisa terbang ke kahyangan. Maka tanpa kaos kaki, sang akhwat pun ga bisa keluar kemana-mana. Wah, sebegitunya ya? ya iyalah, masa ya iya dong. Pernah nih ada sebuah cerita, saat itu ada seorang akhwat yang kehilangan kaos kaki di tempat wudhu masjid kampus, ga tau gimana ceritanya kok bisa sampe tuh barang ilang (ada yang pake double kali ya.. :p) tapi yang pasti tuh akhwat bingung ga karuan nunggu ada akhwat lain yang datang ke tempat wudhu buat dimintain tolong, apalagi dia pas ga bawa hp. Eh, kebetulan waktu itu sy sama temen ke tempat wudhu, yawdah deh kita tolong beliin kaos kaki. Karena belinya harus keluar kampus dulu, maka lagi-lagi dia harus jadi penjaga tempat wudhu deh selama nungguin itu. Fiuh, jadi teringat wajah bingungnya… Kasian. (btw, kenapa para bidadari di cerita Joko Tingkir tuh ga mau nolong sodaranya ya? Beliin bentar ke kahyangan gitu kek)

Nah, karena sebegitu pentingnya nih barang, mestinya juga dirawat bener-bener dong. Ketauan banget kalo kita jorok semisal alas kaos kakinya kotor, lagian ga malu apa pas duduk di depan adek-adek binaan dengan kaos kaki gitu? Bisa-bisa mereka ga mau nyontoh berbusana syar’i. Duh, naudzubillah…

Enough for the story, sekarang saatnya ngebersihiin kaos kaki yuk:

  • Pertama, rendam kaos kaki seperti mencuci biasa, terserah mau digabung dengan cucian lain ato ga, tapi mending sabun cucinya dikit aja coz dalam hal ini kurang berperan dalam ngilangin noda, cuma agar berbusa aja
  • Kedua, ambil sabun mandi (tapi yang padat lho, bukan sabun cair) lalu gosok ke alas kaos kaki ato tempat lain yang kena noda, cara gosoknya biasa aja kayak gosok badan waktu mandi. Biasanya ga akan berbusa, tapi gpp emang gitu kok
  • Ketiga, biarkan sebentar kira-kira 1-2 menit lalu kucek biasa pake tangan. InsyaAllah deh, bisa ilang tuh noda
  • Keempat, bilas dan jemur seperti biasa, tapi inget! Jangan disetrika. Bisa bikin molor tuh!

NB: ni cuma buat noda-noda yang sejenis debu dan tanah karena alas sepatu, dll. Kalo kayak noda tinta, spidol, dan sejenisnya afwan belum bisa.

 

“Selamat mempraktekkan ya..”

(Sesungguhnya, Allah itu indah dan menyukai keindahan…)

 

 

 

 

 

Penggolongan Stres Mahasiswa Tingkat Akhir


Kalimat pertanyaan yang paling ditakuti oleh hampir semua mahasiswa tingkat akhir mungkin sama. Yakni “kapan wisuda?”. Sederet nasihat datang bertubi-tubi dari segala arah bila sang mahasiswa tersebut “tidak tepat waktu” dalam penyelesaian tugas akhir tersebut.

“Semangat…semangat…semangat…”

“Man Jadda wa jada”

“Allah lebih melihat proses, bukan hasil”

“Fokuslah pada jalan keluarnya, bukan pada masalahnya”

“kamu adalah apa yang kamu pikirkan”

“bertaqwalah pada Allah, dan Allah akan memberi jalan keluar pada orang yang bertaqwa”

“ini bukan masalah bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau”

Kalimat-kalimat motivasi begitu dibutuhkan pada fase-fase ini. Sebab, mahasiswa tingkat akhir tersebut memang rentan terhadap stress. Hal ini berhubungan dengan tingkat kesulitan pengerjaan skripsinya. Beruntung bila judul yang dipilih dan isi skripsinya mudah didapat dan dosen pembimbingnya sangat mendukung dan mudah ditemui. Bila tidak, sang mahasiswa memang harus kerja ekstra untuk keluar dari dunia kampus dan mendapatkan gelar sarjananya.

Stress yang dihadapi mahasiswa tingkat akhir bervariasi. Bisa digolongkan ke dalam 3 stadium: rendah, sedang, dan berat. Stadium rendah cirri-cirinya: kelelahan, mata cekung, nafsu makan menurun, tak bergairah dan sulit tidur. Stadium sedang cirri-cirinya: sentimentil, mudah menangis karena masalah sepele, mudah terkena penyakit ringan (seperti, batuk, pilek,demam), emosi labil, cepat lelah, frekuensi ibadah (meningkat/menurun) drastis. Stadium berat cirri-cirinya: cepat marah, keinginan menyelesaikan skripsi melemah, ingin mengakhiri hidup, lebih senang menghabiskan waktu sendiri, suka berbicara sendiri, menyalahkan diri sendiri, sulit konsentrasi, sangat jarang ke kampus, tekanan darah meningkat, tekanan intracranial meningkat, tekanan batin sangat meningkat…(gakjelas.com)

Stadium rendah dan sedang masih bisa diatasi dengan istirahat yang cukup, makan dan minum bergizi, menonton film motivasi, meminta nasihat dari yang sudah berhasil melewati fase ini, memperbanyak do’a dan zikir, meminta do’a dari orang lain, serta mengerjakan skripsi tersebut dengan sabar dan tawakal tentunya. Namun, pada stadium berat, agak lebih sulit diatasi, tidak saja imunitas yang menurun, tetapi juga diikuti dengan alam bawah sadarnya yang tak terkendali. Obat-obatan semisal diazepam kadang diperlukan. Dan pada stadium ini, hanya kepada Allah semua harapan bergantung. Sebab, sebanyak apapun intervensi yang digunakan manusia untuk menyembuhkannya, tak kan mampu menyembuhkan, bila Allah tak mengizinkan….(yaeyalah)

Ya sudahlah… (ups)
Selesai kalo sudah waktunya selesai… usahakan aja dulu, My mom said. “walau skripsi menuntut ekstra perhatian, jubah keda’ian mesti tetap dikenakan”, kata seorang ukhti militan.

“ini proses ukh, gak ada hubungannya tuh skripsi sama dakwah. Jangan gara-gara skripsi, dakwah jadi melemah. Dan jangan gara-gara dakwah, skripsi jadi korban… pasti ada solusinya ukhti… apa perlu uni sebutkan dalilnya..???” kata seorang uni.

“tips supaya skripsi cepat kelar…ya DIKERJAKAN dek..” kata seorang kakak.

Baiklah…

Bukankah Allah menciptakan masalah untuk diselesaikan?
Maka selesaikanlah… selesailah…selesailah…

Menu tarbiyah hari ini ^_^


Yups, tekwan ini adalah salah satu makanan khas kampung halamanku (kampung tetangga sech “palembang”), gag tawu juga ne tekwan original jambi tau palembang??? yang pasti dari keciL makanan ini [tekwan dan pempek] udah jadi menu paporit saya 😀  dari dulu mpe sekarang, maybe mpe keriput ntar pasti akan selalu suka dan doyan :D. Makanan sehat dan bergizi tinggi, berbentuk seperti bola-bola ikan, terbuat dari ikan tenggiri, rada mirip bakso, tapi rasanya lebih enak daripada bakso (suerrrr dech :D)… Bagi penggemar ikan, tekwan mungkin nggak asing lagi di lidah anda.

tarbiyah 12 juni 2011 ini materinya bukan tentang fiqih, hadist ataupun hadist, melainkan masak-masak di dapurnya murrobbi 🙂 . Menu yg di ambiL yaitu “TEKWAN” (gw banget….. hahahhahaha 🙂 ), Alhamdulillah pelangi-pelangi kehidupan saya di batam pada suka tekwan, jadi rada nyambung gitu kalo di ajakin atau minta di traktir tekwan. alhamdulillah 5 bulanan ini produksi dan yang jual tekwan meningkat di batam centre dan sekitarnya. jadi saya gag perlu nunggu pulang ke jambi lagi untuk menikmati semangkok tekwan 🙂 , But tetap bae yang paling the best di lidah “TEKWAN MAMANG KOLOT” hahahahahhaaa 

Oke, biar ga penasaran, kali ini aku akan mencoba berbagi resep cara membuat tekwan ala ibu tersayang.

Bahan-bahan:

1 kg daging ikan tenggiri (digiling halus)

½ kg sagu tani

¾ mangkuk air es (ini rahasianya biar tekwan terasa kenyal n gress)

1 sdt garam

1 sdt gula pasir

Bahan kuah:

10 siung bawang merah (dihaluskan)

5 siung bawang putih (dihaluskan)

1 panci air (disesuaikan dengan tekwan)

¼ kg udang kupas (dicincang kasar)

2 ons jamur kuping (dicincang kasar)

1 ons bunga sedap malam

1 buah bengkoang (diiris tipis memanjang)

I ruas jahe (dimemarkan)

Lada dan garam secukupnya

Bahan pelengkap:

Soun secukupnya

Irisan jeruk lemon

Daun seledri (dicincang halus)

Cabe rawit (dihaluskan)

Kecap manis / asin tergantung selera

ebi gonseng dihaluskan

Bawang goreng secukupnya

Cara membuat:

  1. Pertama-tama, didihkan air dalam panci untuk  merebus tekwan. Kemudian, ikan tenggiri diaduk rata dengan air, masukkan gula dan garam, kemudian tambahkan sagu sedikit demi sedikit hinga rata menjadi adonan tekwan.
  2. Adonan tekwan dibentuk dengan sendok sebesar biji kelereng (ga perlu bulat beneran), kemudian dicemplungkan ke dalam air yang sudah mendidih.
  3. Bola-bola tekwan yang sudah matang (cirinya dia naik ke permukaan), diangkat dan ditiriskan.
  4. Selanjutnya kita membuat kuah tekwan. Didihkan air secukupnya bersama dengan udang kupas yang telah dicincang kasar (kira-kira 1 panci disesuaikan dengan banyaknya bola-bola tekwan yang dihasilkan).
  5. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga berbau harum dan berwarna agak kecoklatan, kemudian masukkan ke dalam kaldu udang yang telah mendidih, tambahkan jahe, bengkoang, jamur kuping dan bunga sedap malam. Dan yang terakhir, tambahkan garam dan lada secukupnya atau sesuai dengan selera. Diamkan sebentar, kemudian masukkan bola-bola tekwan yang telah menjadi (untuk menjaga rasa, sebaiknya bola-bola tekwan tidak dimasukkan sekaligus ke dalam kuah jika tidak ingin langsung dihabiskan, bisa disimpan dulu di kulkas, kemudian dimasukkan ke kuah jika ingin dihidangkan).
  6. Hidangkan dalam mangkuk, tambahkan soun, air jeruk, kecap,  ebi halus, cabe, dan ditaburi dengan bawang goreng dan daun seledri sesuai dengan selera anda.
  7. Tekwan siap disantap… hmmm nyammmy… slruuppp…

Sh0lat Kok Pakai Hitungan Matematika..??


Sebagai muslim bawaan dari lahir, banyak hal tentang Islam sudah seperti doktrin di kepalaku. Lucu jadinya, saat dengar lontaran pertanyaan ‘nyeleneh’ dari seseorang, mencarikan jawaban yang pada akhirnya untuk diriku sendiri :)

Pertanyaan:
Kenapa sih Allah ngasih tahu pahala shalat sendiri sekian, shalat berjamaah sekian, shalat di Al Haram sekian? Kenapa ibadah pakai hitungan matematika? Padahal Allah bilang kalau surga itu atas rahmat-Nya? Manalagi, kita tidak tahu rahmat Allah turun pas ibadah yang mana. Memang Allah suka kalau kita lebih memprioritaskan amalan yang pahalanya lebih besar?

Jawaban:
Pertama, shalat itu kewajiban manusia dan hak Allah dari hamba-Nya. Kedua, setiap bentuk penghambaan kita kepada-Nya pasti dihalang-halangi oleh syetan. Ketiga, sifat manusia yang mau bekerja jika ada imbalan. Keempat, tentang prioritas dalam beribadah dan pentingnya amalan tersebut. Betul, semua kita tidak ada yang masuk surga karena amalnya.. Karena amal kita sebaik apapun tidak ada yang bisa menggantikan kenikmatan di surga. Iya, Allah suka.. Pahala yang lebih besar, berarti amal itu lebih utama.

Sambil baca-baca lagi, tanya-jawab ini.. Aku memahami sesuatu:
Semua karena Cinta..

 

menutup diri, membuka hati..


Lagi, Siang menjelang sore ini otakku kembali dipenuhi aliran kata yang hendak tumpah dalam kertas maya. Bercerita tentang sesosok muslimah dalam pencariannya.

Kurang lebih tiga tahun lalu seorang gadis mulai memantapkan diri untuk menutup aurat sesuai dengan nadzarnya.

Berat memang, awalnya.

Ia merasa berat karena  harus meninggalkan pakaian-pakaian “Pendek” yang biasa ia pakai dalam kesehariannya.

Ia merasa berat karena rambut yang biasa dihias dengan pita-pita cantik nan lucu harus ditutupi dengan selembar kain yang menutupi helaian rambutnya.

Ia merasa berat harus berpenampilan layaknya seorang muslimah yang berjilbab yang biasanya sudah paham masalah agamanya.

Ia merasa berat karena takut teman-temannya menjauhi dirinya.

hingga akhirnya, ia mulai “terpaksa” untuk menjalankan nadzarnya itu.

Hari demi hari terasa sama saja dengan hari-hari dimana ia belum berhijab.

Entah, apa yang membuatnya merasa tidak nyaman dengan pergaulannya yang masih “tak terbatas” itu.

Kegelisahan nya membuat ia mencari, apa sebenaranya yang hendak dicapai dalam hidup ini?

Hingga suatu hari, ia bertemu seorang sahabat, sholehah, yang mendampingi dirinya dalam pencarian itu.

Saat pencariannya ia mulai gemar membaca buku, buku pertamanya “Jilbab itu keren”.

Seketika saat mengkhatamkan buku itu, ia mulai mengetahui bagaimana syariat islam mengatur bagaimana seseorang harus berhijab yang sesuai syariat.

Perlahan mulailah ia merubah penampilannya..

Memakai jilbab yang tidak tipis, tidak ketat, menutupi dada, bahkan ia mencoba menggunakan rok dan kaos kaki untuk menutupi aurotnya..

Ia merasa nyaman dengan semua itu, mulailah babak kedua perjalanan pencarian jati dirinya itu..

Buku kedua yang menggetarkan hatinya adalah “Ayat-Ayat Cinta” sebuah karya yang memperlihatkan bagaimana keidahan islam, bagaimana Islam mengajarkan interaksi antara laki-laki dan wanita, bagaimana seharusnya pernikahan dalam islam. Dan keingintahuannya semakin menggejolak, ia mulai melahap buku-buku yang menambah pengetahuannya, ia mulai aktif mengikuti kajian di lingkungannya, hingga akhirnya hidayah itu diterimanya.

Ia kembali teringat saat ia berat meninggalkan pakaian-pakaian “pendek” serta berat untuk menutupi aurotnya.

Sesekali ia tersenyum, Sungguh indah celupan dari Alloh yang kembali mewarnai hari-hari barunya.

“Siapa yang lebih baik sibgah(celupan)nya daripada Alloh”?

Sebuah tulisan dari dinding maya terpampang di halaman rumahnya,

 

dear muslimah,…

 

Adakah seorang wanita yang kehilangan kecantikannya hanya karna ia berhijab???

sesungguhnya setiap jengkal dari kita adalah aurat yang memunculkan angan yang berbeda bagi tiap yang memandang.

 

Patut disyukuri bagi seorang akhwat yg dengan ikhlas menutupi dirinya, menjaga diri dan kesuciannya hanya untuk suami mereka karena Allah.

 

Ingatkah kita pada wanita2 suci pendahulu kita?

Khadijah, Maryam, Aisyah,Fatimah dan lainnya..

mereka menjadi wanita mulia karena menjaga diri dg hijab, menjaga hati dg akhlak, iman dan taqwa.

Maka wajar jika surga Allah adalah hadiah bagi mereka.

 

Ketika ditanya, apakah kita mau masuk surga?

Pasti tak ada yang menolaknya.

Tapi jika kita mau ke surga, coba renungkan…

sudahkan kita spt khadijah dan wanita suci lainnya yg slalu berbuat untuk izzah(kemualiaan) kita???

 

Pesona Cleopatra bisa pudar…

tapi..

Pesona ahlul hijab, tidak akan luntur sepanjang zaman

sebab ia selalu memancarkan aura cahaya kesucian yang tak kan pernah padam…


For Someone


“Mungkin kau bukan yang terbaik untukku, tapi kau telah menjadi yang terindah dalam hidupku.” 🙂
-pepatah dari Tami-
JATUH CINTA. Ah… jangan ditanya lagi, dua kata itu selalu merajai dunia anak muda. Kita semua pasti pernah merasakannya. Itu fitrahnya manusia bukan?
Jatuh cinta? Mmm… coba kalian flash back ke kepingan-kepingan masa lalu, pasti kalian juga pernah merasakan apa itu FIRST LOVE. Atau kalian sedang merasakannya sekarang? Coba ingat-ingat lagi bagaimana rasanya. Aha… pasti semua jadi campur adukkan? Untuk pertama kali pasti hati ini sangat berbunga-bunga undefined. Full colour dah! Merasa senang, bersemangat, lebih memperhatikan penampilan, and so on. Pokoknya dunia serasa indaaaaaaaaaaaaaaaah.
Kalau sudah begitu, kelanjutannya adalah SMSan, telpon-telponan. Bahasa universal yang sering di pakai itu: jangan lupa makan ya, jangan lupa shalat ya, lagi ngapain?, met bobo’ ya, and so many lahundefined . kelanjutan berikutnya adalah menyisihkan waktu untuk KETEMUAN. Ya… biasalah makan sambil ngobrol.
Komunikasi dan interaksi yang sering dilakukan membuat kita lebih saling mengenal satu sama lain. Terkadang kita juga cepat sekali menyimpulkan bahwa dia pasangan yang tepat dan cocok. Padahal belum nyampe satu bulan kita mengenalnya. Biar kutebak, perhatian dan rayuan maut atau bahasa bekennya GOMBAL yang membuat kita sering langsung LULUH kayak batu es meleleh, leh, leh. Atau, sederhananya, dia adalah orang PERTAMA yang berkelakuan aneh atau menarik perhatianmu dengan caranya sendiri. Sehingga hatimu luluh. Hal ini yang membuatmu suka, sayang, kemudian jatuh cinta kepadanya. Oya… bagiku mudah untuk menyukai dan menyayangi seseorang, namun sulit untuk jatuh cinta!
Cinta pertama? Tidak selalu dan tidak menjamin bahwa hubungan itu menjadi yang pertama dan terakhir. Bagiku, merasakan cinta untuk pertama kalinya tidak selalu identik dengan adanya identitas PACARAN! Rasa itu TIDAK HARUS diikat dengan pacaran kan? Bisa saja kau merasakannya dan menyembunyikannya diam-diam, bisa saja kau merasakannya dan mengatakan padanya dengan atau tidak adanya hubungan. Toh, belum tentu orang yang kita cintai juga merasakan hal yang sama.
Jika diperhatikan, kebanyakan kita menanggapi cinta pertama dengan penuh PERJUANGAN, PENGORBANAN, dan KESETIAAN. Walaupun orang yang kita cintai itu sebenarnya tidak mempunyai perasaan yang sama dengan kita. Satu kata, LEBAY! Haha… aku pun sampai sekarang merasakan hal itu kawan :). Tersadar, bahwa aku menyetujui kalau CINTA ITU BUTA! Mengejar yang tak pasti, mengejar yang sebenarnya belum tentu pantas untuk kita, mengejar yang mungkin tidak lebih baik dari kita. Padahal masih banyak ikan di laut :D. tinggal membuka mata dan hati saja.
Tidak selalu perjalanan cinta pertama itu mulus. LIFE IS NEVER FLAT undefined. Banyak orang bilang kalau cinta pertama itu sangat berkesan, SUSAH UNTUK DILUPAKAN. Dan aku sangat menyetujui itu! Memang tidak untuk dilupakan dan jangan coba-coba untuk dilupakan. Biarkan saja, biarkan menjadi kenangan yang indah, menjadi penyempurna kepingan hidup kita. Menjadi sejarah hidup!
Kau tahu, cinta pertama bagiku adalah hal yang sangat menarik. Walaupun saat itu kisah cinta pertamamu tidak mengenakkan atau bahkan menyakitkan! Kenapa? Saat kau merasakan cinta pertama secara langsung atau tidak langsung kau mengerti dan merasakan apa itu cinta dan jatuh cinta, kau juga mengerti dan merasakan bagaimana rasanya sakit hati, kau tahu bagaimana rasa cemburu itu, kau merasakan pertemuan dan perpisahan, kau belajar arti sabar dan ikhlas, kau belajar mengendalikan emosi, pikiran, hati, dan NAFSU. Kau juga belajar mengenal siapa LAKI-LAKI/PEREMPUAN, kau belajar bagaimana menjaga hubungan yang baik, belajar memaafkan, dan banyak lagi. Coba ambil HIKMAHNYA. Ada pesan tersirat yang indah di dalamnya.
Untuk itu, walaupun kisah cinta pertama yang kita rasakan tidak mengenakkan dan menyakitkan, aku tetap akan berkata: 
AKU TIDAK MENYESAL TELAH MENGENALNYA! Aku tidak menyesal pernah memberi rasa ini kepadanya! Walaupun banyak orang berkata lupakan dia! Banyak yang lebih baik. Dengan tegas aku menjawab TIDAK! dia telah menjadi bagian hidupku dan menambah warna pelangi dalam hidupku :). Dia tetap spesial, mempunyai ruang tersendiri dalam hatiku.
undefinedSatu hal lagi yang kuambil dari kata-kata motivator besar MARIO TEGUH. Ketika kita beranggapan bahwa dia tidak pantas untuk kita sayangi, maka buatlah dia menjadi pantas untuk kau sayangi.
Well, walaupun dia bukan yang terbaik untuk kita, walaupun dia kelak bukan jodoh kita, namun DIA TELAH MENJADI YANG TERINDAH DALAM HIDUP KITA :). Karena dia telah mengajari kita secara langsung ataupun tidak langsung arti cinta dan hidup ini. Walaupun hanya sekelumitundefined.
Mungkin ALLAH ingin kita bertemu dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Hemmm… HIDUP INI MEMANG PENUH RAHASIA DAN MISTERI, tapi tetap dikemas dengan INDAH. Banyak kejutan di dalamya. So, ENJOY YOUR LIFE 😀